Tragis..!! Dua Anak di Bawah Umur di Purwodadi, Dicekoki Miras, Lalu Dicabuli, Saat Mau Hadiri Sholawatan 

- Redaksi

Selasa, 12 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Pencabulan Anak di Bawah Umur

Foto: Ilustrasi Pencabulan Anak di Bawah Umur

Pasuruan, Harianjatim.id – Nasib tragis menimpa dua anak di bawah umur, tinggal di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, sebut saja Bunga (13 tahun) dan Mawar (14 tahun), menjadi korban pencabulan.

Menurut penuturan ayah korban, berawal ketika Mawar bersama Bunga meminta ijin untuk menghadiri Sholawatan yang digelar oleh Jama’ah Sholawat Rhiyadus Sholihin (RS) di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Rabu, 7 Oktober 2024 (sekitar Pukul 18.15 WIB)

Karena keduanya masih sama-sama terbilang anak-anak (anak dibawah umur, red*) dan kegiatan acaranya jauh dari kediamannya, al hasil orang tuanya sangat hawatir dan mengantarkan kedua anak tersebut dengan menggunakan motor secara beriringan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua anak tersebut diantar dekat lokasi yang dekat dengan tujuan, dan orang tuanya kembali pulang, sehingga keduanya melanjutkan menuju lokasi kegiatan dengan motor berdua dengan temannya.

Namun nasib berkata lain, niat baik anak tersebut ingin mendapat syafa’at dan barokah, dalam perjalanan, malah dihadang oleh beberapa pemuda, keduanya dipaksa dan dicekoki miras lalu disekap, dianiaya, bahkan dicabuli.

Dari informasi yang diterima oleh awak media, bahwa beberapa pemuda yang menghadang Mawar dan Bunga adalah AL (20 thn) sebagai pelaku utama, yang merupakan warga Desa Jatisari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, yang sebetulnya selama ini meraka adalah aktif dalam Jama’ah Sholawatan RS.

Dari keterangan salah satu keluarga korban yang namanya enggan untuk disebutkan, terkait informasi dan  peristiwa yang menimpa Bunga dan Mawar itu adalah benar adanya.

Dan pelakunya sekarang sudah di laporkan oleh pihak keluarganya ke Mapolres Malang, hal ini berdasarkan pada surat Tanda Bukti Lapor Nomor : LP/B/366/X/2024/SPKT/POLRES MALANG/POLDA JAWA TIMUR, tanggal 9 Oktober 2024.

“Pelakunnya sudah dilaporkan oleh pihak keluarganya ke Polres Malang, dan sekarang sudah diproses,” jelasnya. (Red*)

Bersambung….

Berita Terkait

Redam Bentrokan Massa, 3 Mobil Dinas Polsek Sukorejo Diamuk Kelompok Anarkis: Kapolres Pasuruan Angkat Bicara
Kasus Kematian Widi Usai Ditangkap Polsek Beji, Barikade Gus Dur Pasuruan Minta Usut Tuntas
Diduga Endus Praktek Pengangsu BBM di Pasuruan, Wartawan Sidoarjo Mengaku Diintimidasi Belasan Orang
Diduga Kabur Bawa Rp1 Miliar, Owner Arisan Bodong di Pasuruan Diburu Korban dan Didesak Jadi DPO
Satresnarkoba Polres Pasuruan Amankan Tiga pengedar, 13 paket sabu Seberat 19,539 gram Siap Edar
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pasuruan Perkuat Soliditas Lewat “Fun Run” hingga Patroli Siber
Tampil Perkasa! Atlet Karate Polres Pasuruan Borong 5 Medali di GOR Unesa Surabaya
Berantas Kejahatan Jalanan, Polres Pasuruan Gulung Tiga Pelaku Kriminal Menonjol

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Redam Bentrokan Massa, 3 Mobil Dinas Polsek Sukorejo Diamuk Kelompok Anarkis: Kapolres Pasuruan Angkat Bicara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Kasus Kematian Widi Usai Ditangkap Polsek Beji, Barikade Gus Dur Pasuruan Minta Usut Tuntas

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:00 WIB

Diduga Endus Praktek Pengangsu BBM di Pasuruan, Wartawan Sidoarjo Mengaku Diintimidasi Belasan Orang

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:01 WIB

Diduga Kabur Bawa Rp1 Miliar, Owner Arisan Bodong di Pasuruan Diburu Korban dan Didesak Jadi DPO

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:13 WIB

Satresnarkoba Polres Pasuruan Amankan Tiga pengedar, 13 paket sabu Seberat 19,539 gram Siap Edar

Berita Terbaru