SDN Karangsono, Wonorejo Terkesan Aneh, Pendaftaran Belum Dibuka Tapi Kuota Sudah Penuh, Warga Kecewa 

- Redaksi

Selasa, 3 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, Harianjatim.id –  Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025 Kabupaten Pasuruan mulai dibuka bulan Mei. SPMB 2025 menyediakan beberapa jalur untuk masuk SD dan SMP.

SPMB merupakan program pengganti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). SPMB dikenalkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta mulai berlaku untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2025/2026.

Namun dalam pelaksanaan SPMB, timbul permasalah baru pada beberapa warga Desa Karangsono, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, permasalahan ini timbul setelah dua orang tua calon walimurid ingin mendaftar kan anaknya di sekolah yang jaraknya kurang lebih 150 meter dari sekolahan tidak diterima, pihak sekolah beralasan kuota sudah terpenuhi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi kedua orang tua calon walimurid di SDN Karangsono karena tidak bisa menyekolahkan anaknya di sekolahan yang dekat dengan rumahnya, sementara calon walimurid dari luar kota atau dari Surabaya malah diterima.

“Jujur kami kecewa setelah kami mendaftarkan anak kami di SDN Karangsono tidak diterima, pihak sekolah beralasan kuota sudah penuh, tetapi anehnya calon walimurid dari Surabaya malah diterima, kami menilai ini kebijakan tidak bijak dimana seharusnya pihak sekolahan memprioritaskan penduduk sekitar yang didahulukan bukan malah sebaliknya,”ucap Nurul Khiridah dengan nada kecewa. Selasa (03/6/2025)

Terkait hal tersebut Kepala Sekolah SDN Karangsono “Izarul Laila” saat dimintai keterangan awak media menjelaskan, sebetulnya kami ingin menerima semua calon murid yang mendaftar ke sekolahan kami, berhubung aturannya atau kuota SPMB tahun ini dibatasi maksimal 40 anak, jadi kami tidak bisa menerima anak dari yang bersangkutan karena kuota atau rombel sudah terpenuhi.

“Kuota tahun ini di SDN Karangsono  sudah terpenuhi yaitu 40 anak didik, kalau dipaksakan malah pihak sekolahan nanti yang salah salah bisa-bisa anak tersebut kalau lulus tidak bisa dapat ijazah, terkait adanya anak yang kami terima dari luar kota atau dari Surabaya, orang tuanya dari dulu sudah mendaftar dan kebetulan neneknya warga sini,”terangnya.

Sementara itu Kabid pengawasan dan pembinaan SD, SMP Kabupaten Pasuruan Syafi’i saat dikonfirmasi awak media mengatakan, saya mintakan klarifikasi, namun setelah ditunggu beberapa hari terkait klarifikasi tersebut hingga berita ini ditayangkan belum ada kejelasan darinya. (Tim/Red)

Berita Terkait

Hambat Keterbukaan Informasi, Sekretaris Satpol PP Kota Pasuruan Minta KTP Pribadi Wartawan saat Klarifikasi
Drama ‘Cerai Ghaib’ Purwosari Memanas: Kasun hingga RT Terseret Pusaran Intimidasi
Diduga Oknum TNI Hajar Kasir Cafe Mentari Hingga Pingsan dan Dilarikan ke UGD
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, LBH CAKRA Layangkan Somasi Kedua ke Kades Rejoso Lor
Gerak Cepat! Ketua Baru Projo Jatim Siapkan Program 100 Hari Konsolidasi Besar 38 Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur
Enam Bulan “Jalan di Tempat”, Korban Keterangan Palsu Desak Polres Pasuruan Segera Tetapkan Tersangka
Sinergi Banom NU dan Forkopimcam Kejayan Bagikan 2.500 Paket Takjil untuk Pengendara
Buntut Tewasnya Bocah di Bekas Galian C PT. Gorip, Mahasiswa Demo Kantor Bupati Pasuruan 

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:29 WIB

Hambat Keterbukaan Informasi, Sekretaris Satpol PP Kota Pasuruan Minta KTP Pribadi Wartawan saat Klarifikasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:31 WIB

Drama ‘Cerai Ghaib’ Purwosari Memanas: Kasun hingga RT Terseret Pusaran Intimidasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Diduga Oknum TNI Hajar Kasir Cafe Mentari Hingga Pingsan dan Dilarikan ke UGD

Selasa, 21 April 2026 - 10:23 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, LBH CAKRA Layangkan Somasi Kedua ke Kades Rejoso Lor

Minggu, 12 April 2026 - 20:04 WIB

Gerak Cepat! Ketua Baru Projo Jatim Siapkan Program 100 Hari Konsolidasi Besar 38 Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur

Berita Terbaru