Pasca Viralnya Video Nyaris Telanjang di Medsos, Korban Pelecehan DW Lapor Polisi

- Redaksi

Kamis, 12 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, Harianjatim.id – Viral beredarnya video nyaris telanjang, di medsos, yang diduga seorang perempuan yang berprofesi sebagai Lady Companion (LC) di sebuah cafe Gempol 9, berujung ke Polisi.

Akibat viralnya video nyaris telanjang tersebut. Korban mengalami depresi dan berdampak psikologis.

DW mengaku menjadi korban pelecehan seksual, diduga dilakukan sejumlah orang pengunjung cafe, dan membenarkan bahwa video viral di medsos tersebut adalah dirinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perempuan asal Porong, Sidoarjo ini, tidak mengetahui kalau dirinya direkam saat celana diplorot oleh sejumlah pengunjung cafe, direkam dan disebarkan ke medsos.

“Iya, terus terang saya kaget melihat video dirinya tersebar di medsos,” ungkapnya sedih.

Ia bercerita, awalnya saya menemani sejumlah orang pengunjung cafe, yang sedang karaokean didalam room di ruko Gempol 9, pengunjung cafe ada 6 orang lebih.

“Salah satu dari mereka (pengunjung cafe) membawah miras dari luar, karena di cafe tidak menjual atau menyediakan miras,” jelasnya.

“Sambil minum-minuman keras dan karaokean, si pengunjung cafe memaksa telanjang, karena tidak mau, celana saya ditarik oleh salah seorang pengunjung, Salah satu dari mereka langsung merekamnya,” sebutnya.

Viralnya video tersebut, dirinya ngaku syok dan malu. Meskipun, sebagai LC, tapi saya juga sebagai seorang perempuan yang punya martabat. “Perempuan mana yang tidak marah kalau aurat serta martabatnya di injak-injak,” kesalnya.

Tak terima diperlakukan seperti itu, DW (23 tahun) dengan didampingi Lujeng Sudarto, Direktur Pusat Studi dan Avokasi Kebijakan Publik (PUSAKA) melaporkan dugaan pelecehan seksual dan penyebaran video panas ke polisi. Kamis (12/9/2024).

“Tujuan kita ke Polres Pasuruan untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual dan penyebaran video nyaris telanjang yang dilakukan sejumlah orang pengunjung cafe,” kata Lujeng Sudarto usai melakukan pendampingan ke polisi.

Dalam video berdurasi 4 detik yang tersebar di media sosial (Medsos), menurut Lujeng, ada unsur paksaan. “Saya melihat didalam video viral nyaris telanjang ini si korban diduga dipaksa telanjang. Celana ditarik oleh sejumlah orang pengunjung cafe saat korban room karaoke,” ujar Lujeng.

Ia menilai, tindakan pengunjung cafe seperti manusia barbar sangat jahat dan kejam. “Memaksa korban telanjang lalu direkam dan disebarkan. Sangat jahat dan kejam,” tandasnya.

Untuk itu, Lujeng mendorong pihak kepolisian (Polres Pasuruan) mendalami aduan tersebut, terkait dugaan pelanggaran UU ITE, pemaksaan, dan tindak pelecehan seksual.

“Dari keterangan korban dan video tersebut sudah jelas, bahwa adanya unsur pelanggaran UU ITE, Pemaksaan, dan Pelecehan Seksual sudah ada, dan tinggal kira kawal proses hukumnya” pungkasnya. (Red*)

Berita Terkait

Redam Bentrokan Massa, 3 Mobil Dinas Polsek Sukorejo Diamuk Kelompok Anarkis: Kapolres Pasuruan Angkat Bicara
Kasus Kematian Widi Usai Ditangkap Polsek Beji, Barikade Gus Dur Pasuruan Minta Usut Tuntas
Diduga Endus Praktek Pengangsu BBM di Pasuruan, Wartawan Sidoarjo Mengaku Diintimidasi Belasan Orang
Diduga Kabur Bawa Rp1 Miliar, Owner Arisan Bodong di Pasuruan Diburu Korban dan Didesak Jadi DPO
Berantas Kejahatan Jalanan, Polres Pasuruan Gulung Tiga Pelaku Kriminal Menonjol
Residivis Curanmor Dibekuk, Kapolres Pasuruan Kembalikan Motor Curian Kepada Korban
Pria Asal Kalipucang Tutur Jadi Korban Penganiayaan, Kepalanya Dihantam Tabung Gas, Diduga Dendam Pribadi
Sikat Tiga Kejahatan Jalanan yang Meresahkan, Polres Pasuruan Gulung Komplotan Begal dan Residivis

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Redam Bentrokan Massa, 3 Mobil Dinas Polsek Sukorejo Diamuk Kelompok Anarkis: Kapolres Pasuruan Angkat Bicara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Kasus Kematian Widi Usai Ditangkap Polsek Beji, Barikade Gus Dur Pasuruan Minta Usut Tuntas

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:00 WIB

Diduga Endus Praktek Pengangsu BBM di Pasuruan, Wartawan Sidoarjo Mengaku Diintimidasi Belasan Orang

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:01 WIB

Diduga Kabur Bawa Rp1 Miliar, Owner Arisan Bodong di Pasuruan Diburu Korban dan Didesak Jadi DPO

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:16 WIB

Berantas Kejahatan Jalanan, Polres Pasuruan Gulung Tiga Pelaku Kriminal Menonjol

Berita Terbaru