Diduga Endus Praktek Pengangsu BBM di Pasuruan, Wartawan Sidoarjo Mengaku Diintimidasi Belasan Orang

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, Harianjatim.id – Maksud hati melakukan konfirmasi terkait dugaan kejanggalan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), Candra, seorang wartawan asal Sidoarjo, justru mengalami dugaan intimidasi saat bertugas di wilayah Kabupaten Pasuruan, Senin (20/7/2026).

​Insiden tersebut bermula saat Candra beristirahat di sebuah SPBU di Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Saat itu, ia melihat satu unit mobil Toyota Kijang Kapsul berwarna cokelat tengah mengisi BBM. Awalnya, Candra tidak menaruh curiga pada kendaraan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Namun, kejanggalan mulai terendus saat Candra melanjutkan perjalanan ke wilayah Kecamatan Purwosari. Di SPBU setempat, ia terkejut karena kembali menemukan mobil Kijang Kapsul bernopol sama yang sebelumnya ia temui di Wonorejo.

Baca Juga :  Bukan Hanya Modal, Pendampingan BRI Bantu Usaha Sembako Triningsih di Tulungagung Berkembang

​Mencium adanya dugaan praktik pengisian BBM berulang (ngecor), Candra memberanikan diri menghampiri sang pengemudi untuk melakukan konfirmasi. Kepada Candra, sopir tersebut mengklaim bahwa armada yang dikemudikannya adalah milik warga Pasuruan berinisial FRN dan BND.

​”Mobil ini milik FRN dan BND, keduanya warga Pasuruan,” kata Candra menirukan ucapan sang sopir.
​Usai konfirmasi awal tersebut, Candra diajak menyantap makanan di sebuah rumah makan Padang sembari menunggu kehadiran pemilik kendaraan. Tak lama berselang, datang seorang pria yang mengaku sebagai sesama insan pers untuk mendiskusikan persoalan tersebut.

Baca Juga :  Korban Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Karangploso Datangi Polres Malang Guna Penyelidikan

​Komunikasi berlanjut hingga berpindah lokasi ke area depan Mapolsek Purwosari. Suasana yang awalnya mencair mendadak berubah ketika pria tersebut menyodorkan uang tunai sebesar Rp200 ribu kepada Candra, yang saat itu ia terima sebagai pengganti biaya operasional atau uang bensin.

​Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, situasi memanas secara drastis. Candra didatangi empat orang yang dalam waktu singkat membengkak menjadi sekitar sepuluh orang. Mereka mengaku dari LPKSM SPR serta gabungan organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat.

​Sadar ada potensi intervensi dan konflik kepentingan, Candra berinisial mengembalikan uang Rp200 ribu tersebut. Naas, langkah itu justru direspons secara reaktif oleh kelompok massa.

Baca Juga :  Jangan Sampai Uang Melayang, BRI Kepanjen Ingatkan Cara Cermat Hadapi Tawaran Investasi

​Candra mengaku dihalangi, dipegangi, hingga dipaksa menyerahkan kartu identitas kewartawanan (ID Card) miliknya untuk difoto di bawah ancaman tekanan fisik maupun verbal.

​”Saya kembalikan uang itu karena situasinya sudah tidak kondusif dan sarat tekanan. Namun, saya justru diintimidasi dan dipaksa menunjukkan ID Card,” tegas Candra.

​Hingga berita ini ditayangkan, sejumlah awak media masih terus berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum setempat dan perwakilan lembaga yang disebutkan, guna mendapatkan keberimbangan informasi. (Tim/red*)

Berita Terkait

Korban Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Karangploso Datangi Polres Malang Guna Penyelidikan
Waspada Modus Investasi Bodong, BRI Malang Sutoyo Minta Masyarakat Cek Legalitas
Jangan Sampai Uang Melayang, BRI Kepanjen Ingatkan Cara Cermat Hadapi Tawaran Investasi
Bukan Hanya Modal, Pendampingan BRI Bantu Usaha Sembako Triningsih di Tulungagung Berkembang
Waspada Investasi Berimbal Hasil Tinggi, BRI Minta Masyarakat Cek Legalitas Sebelum Transfer Dana
Redam Bentrokan Massa, 3 Mobil Dinas Polsek Sukorejo Diamuk Kelompok Anarkis: Kapolres Pasuruan Angkat Bicara
Kasus Kematian Widi Usai Ditangkap Polsek Beji, Barikade Gus Dur Pasuruan Minta Usut Tuntas
Perluas Jangkauan Layanan, BRILink Agen BRI Region 13 Malang Tembus 104 Ribu

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:27 WIB

Korban Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Karangploso Datangi Polres Malang Guna Penyelidikan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Waspada Modus Investasi Bodong, BRI Malang Sutoyo Minta Masyarakat Cek Legalitas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Jangan Sampai Uang Melayang, BRI Kepanjen Ingatkan Cara Cermat Hadapi Tawaran Investasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Bukan Hanya Modal, Pendampingan BRI Bantu Usaha Sembako Triningsih di Tulungagung Berkembang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Waspada Investasi Berimbal Hasil Tinggi, BRI Minta Masyarakat Cek Legalitas Sebelum Transfer Dana

Berita Terbaru