Tapal Kuda Youth Summit 2026: Aliansi BEM Pasuruan Raya dan Korda Tapal Kuda Serukan Pengawalan Isu HAM

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, Harianjatim.id — Isu penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan keadilan struktural kembali menjadi sorotan utama di kalangan pergerakan. Dalam gelaran Tapal Kuda Youth Summit 2026 yang berlangsung di Aula Utama Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Selasa (8/9), Aliansi mahasiswa se-kawasan Tapal Kuda mendesak adanya langkah strategis dan nyata dari generasi muda.

Acara yang mengusung tema “Menakar Keadilan: Respon Kritis & Peran Strategis Generasi Muda NU terhadap Isu Pelanggaran HAM di Indonesia” ini menjadi ruang konsolidasi penting yang menyatukan berbagai elemen pergerakan di Jawa Timur.

Tidak hanya dihadiri oleh delegasi BEM, forum ini juga diramaikan oleh tamu undangan dari berbagai lintas organisasi. Nampak hadir perwakilan dari Omek, jajaran pengurus organisasi kepemudaan, serta berbagai badan otonom (Banom) dan lembaga di bawah naungan NU Pasuruan Raya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, dalam sambutannya menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda tidak boleh hanya terjebak pada ruang-ruang diskusi teoretis, melainkan harus hadir langsung mengawal kebijakan publik dan ketimpangan di masyarakat.

Baca Juga :  Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi "KLIK KOSMA"

“Generasi muda hari ini dihadapkan pada tantangan nyata, mulai dari ketimpangan ekologis yang mengancam ruang hidup masyarakat, perampasan ruang sipil, hingga kasus-kasus struktural yang penyelesaian hukumnya sering kali mandek. Elemen mahasiswa, dan seluruh organ pemuda NU harus mengambil peran sebagai penyeimbang yang kritis. Kita harus berani menuntut akuntabilitas di setiap lini pemerintahan agar keadilan tidak hanya menjadi milik mereka yang berkuasa,” tegas Ubaidillah di hadapan forum.

Sebagai contoh konkret atas lambatnya penegakan keadilan di daerah, Ubaidillah secara tajam menyoroti kasus penganiayaan oleh oknum aparat terhadap warga sipil yang baru baru ini terjadi di wilayah Pasuruan. Insiden kekerasan ini menjadi potret buram rapuhnya perlindungan HAM di tingkat lokal. Berkaca pada pentingnya mengedepankan transparansi hukum bagi para korban dan dorongan untuk berdialog langsung menuntut pertanggungjawaban instansi kepolisian, ia mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas tanpa pandang bulu dan tidak dibiarkan menguap begitu saja.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa advokasi lintas elemen ke depan harus lebih terstruktur, mulai dari kajian dokumen perencanaan daerah, kebijakan anggaran, hingga diplomasi dan aksi langsung di lapangan untuk merespons ketidakadilan semacam itu.

Nada serupa disuarakan oleh Koordinator Daerah (Korda) Tapal Kuda BEM PTNU Jawa Timur, Mudassir. Ia menyoroti pentingnya sinergitas pergerakan antar-kampus dan lintas organisasi di zona Tapal Kuda agar memiliki daya tawar yang lebih kuat dalam merespons isu-isu kerakyatan berskala regional maupun nasional.

“Kawasan Tapal Kuda memiliki karakteristik demografis dan problematika sosial yang khas. Konsolidasi lintas elemen yang kita bangun hari ini di Pasuruan adalah langkah awal untuk menyatukan frekuensi. Generasi muda NU dan kelompok pergerakan di wilayah Tapal Kuda harus menjadi garda terdepan, tidak hanya dalam merespons isu HAM secara reaktif, tetapi juga memetakan secara proaktif potensi pelanggaran hak-hak masyarakat sipil di daerah masing-masing,” ujar Mudassir.

Baca Juga :  Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Gelaran Tapal Kuda Youth Summit 2026 ini turut dikawal oleh berbagai tokoh strategis sebagai Keynote Speaker, di antaranya Perwakilan Pimpinan UNU Pasuruan, Tenaga Ahli Kementerian HAM Feri Malik Kusuma, S.H. (Via Online), jajaran KPU Jawa Timur, serta perwakilan DPRD Provinsi Jawa Timur.

Melalui pertemuan ini, kolaborasi antara Aliansi BEM Pasuruan Raya, BEM PTNU, dan elemen NU lainnya diharapkan mampu melahirkan resolusi bersama yang akan menjadi pedoman advokasi di wilayah Tapal Kuda. Forum ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga nyala api pergerakan dan keberpihakan yang utuh terhadap rakyat. (BEM/ Red)

Berita Terkait

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
BEM Sampang Kritik Keras DPRD Jatim: Audiensi Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!
Konsolidasi Elemen Mahasiswa Pasuruan, Sikapi Represi Nasional hingga Tragedi Beji
Transparansi Anggaran Bimtek KKM MI Kabupaten Pasuruan Disorot, Begini Penjelasan Ketua Panitia Penyelenggara
Kecewa Tak Ditemui Kapolres dan Dandim, Massa September Hitam Probolinggo Ancam Aksi Lebih Besar
Bimtek KKM MI Pasuruan Disorot: Laporan Anggaran Dihilangkan, Aliran Dana Rp650 Ribu Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:57 WIB

BEM Sampang Kritik Keras DPRD Jatim: Audiensi Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Konsolidasi Elemen Mahasiswa Pasuruan, Sikapi Represi Nasional hingga Tragedi Beji

Berita Terbaru