Pasuruan, Harianjatim.id – Kunjungan duka Ketua Barikade Gus Dur Kabupaten Pasuruan, Moeslim, ke rumah almarhum Widi Nurcahyono di Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Rabu (5/8/2026), mempertegas sorotan publik terhadap penanganan kasus dugaan penganiayaan oleh oknum kepolisian.
Kedatangan Moeslim disambut langsung oleh kakak korban, Khoirul. Di hadapan Moeslim, pihak keluarga membeberkan kronologi memilukan di balik kepergian Widi. Korban awalnya dijemput dari tempat kerjanya atas dugaan keterlibatan judi online. Namun, tak berselang lama dari proses penangkapan oleh oknum anggota Polsek Beji tersebut, nyawa Widi tak tertolong saat berada di Puskesmas Beji.
Tak tinggal diam, keluarga resmi menyeret dugaan penganiayaan ini ke ranah hukum melalui laporan ke Ditreskrimum dan Bidang Propam Polda Jawa Timur. Meski menolak tindakan autopsi jenazah di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, keluarga menegaskan komitmennya untuk menuntut keadilan.
Langkah tegas keluarga tersebut mendapat dukungan penuh dari Barikade Gus Dur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Moeslim mendesak aparat Polda Jatim untuk mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.
”Kami berdiri bersama keluarga korban dalam mencari keadilan. Siapa pun yang terbukti bersalah, tanpa terkecuali harus diproses hukum. Kasus ini harus terang benderang demi kepastian hukum,” tegas Moeslim.
Saat ini, proses penyelidikan di Polda Jawa Timur masih bergulir. Publik kini menanti ketegasan aparat dalam mengungkap kebenaran materiil berdasarkan bukti-bukti yang ada. (Red)









