Bisnis Judi Berkedok Hiburan Marak di Batam: Siapa yang Lindungi Mafia 303?

- Redaksi

Selasa, 3 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, Kepulauan Riau — Di tengah gembar-gembor pemerintah pusat soal perang terhadap perjudian, wajah Batam justru memperlihatkan kenyataan yang mencengangkan. Praktik judi dengan kode 303 dalam KUHP tumbuh subur di balik topeng “hiburan”, dan yang lebih parah  seolah-olah dilindungi oleh sistem yang seharusnya memberantasnya.

Pantauan media mengungkap fakta mengejutkan: tempat-tempat seperti Wukong, Nagoya Gamezone, hingga Billiard Center tidak sekadar menyediakan hiburan.

Di dalamnya, diduga kuat beroperasi mesin-mesin judi berkedok permainan ketangkasan, transaksi “chip” digital yang bisa diuangkan, dan taruhan terselubung yang sulit dibedakan dari praktik ilegal terang-terangan.

Lebih ironis, lokasi-lokasi ini tidak tersembunyi. Mereka berdiri megah di pusat kota, di tengah keramaian publik, dekat mal, restoran, bahkan rumah ibadah. Satu pertanyaan mengemuka: di mana aparat? Apakah polisi, Satpol PP, dan dinas pariwisata benar-benar tidak tahu, atau memilih pura-pura buta?

Mereka bisa beroperasi karena rutin setor ke oknum tertentu. Bukan rahasia lagi,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Dugaan praktik “uang koordinasi” menguatkan sinyal adanya kongkalikong antara pemilik usaha dan oknum aparat. Maka tak heran, penggerebekan hanya menyasar kelas teri, sementara para “raja kecil” perjudian terus menangguk cuan dalam kebal hukum yang mencurigakan.

Situasi ini bukan sekadar masalah hukum, tapi sudah menjadi darurat moral dan sosial. Judi merusak fondasi keluarga, menghancurkan ekonomi masyarakat bawah, dan memperburuk citra Batam sebagai destinasi pariwisata yang sedang dibangun dengan susah payah.

Baca Juga :  DPC LIN Pasuruan Sentil Aksi 'JN Soal Tambang Gunungsari: "Bukan APH, Jangan Buat Kegaduhan!"

Kepercayaan publik terhadap institusi seperti Polresta Barelang, Satpol PP Kota Batam, dan Dinas Pariwisata kini berada di titik nadir. Alih-alih menindak, mereka justru dinilai ikut menikmati “diam yang menguntungkan.”

Sementara itu, Kapolri berkali-kali menegaskan komitmen untuk menutup ruang gerak judi di Indonesia. Tapi realitas di Batam menunjukkan hal sebaliknya: penegakan hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah. (Tim/red*)

Berita Terkait

Dinilai Gagal Berantas Premanisme di PIER, PMII Pasuruan Kawal Laporan Korban Pengeroyokan ke Polda Jatim
Terkait Polemik Lahan Prasasti Cunggrang, Dua Kubu Bentrok, Korban Lapor Polisi
Bau Busuk & Air Menghitam Sebulan Penuh, Forum DAS Wrati Tagih Janji Nyata Pemkab dan BBWS
KIPAN Kota Pasuruan Resmi Dilantik, Siap Jadi Garda Terdepan Perang Lawan Narkoba
Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi
DPC LIN Pasuruan Sentil Aksi ‘JN Soal Tambang Gunungsari: “Bukan APH, Jangan Buat Kegaduhan!”
Biadab! Terdesak Utang Judol, Paman di Dayurejo Prigen Tega Habisi dan Bakar Keponakannya Demi Honda Beat
Pangkas Dana KIP hingga 70 %, Rektor UNUBA Bangil Bungkam dan Diduga Intimidasi Mahasiswa

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Dinilai Gagal Berantas Premanisme di PIER, PMII Pasuruan Kawal Laporan Korban Pengeroyokan ke Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Terkait Polemik Lahan Prasasti Cunggrang, Dua Kubu Bentrok, Korban Lapor Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Bau Busuk & Air Menghitam Sebulan Penuh, Forum DAS Wrati Tagih Janji Nyata Pemkab dan BBWS

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:06 WIB

KIPAN Kota Pasuruan Resmi Dilantik, Siap Jadi Garda Terdepan Perang Lawan Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Berita Terbaru