​Latih Respons Cepat Gempa, Wanna Septya Mahasiswa UM, Kembangkan Inovasi Pembelajaran Bawa Metaverse dan VR ke Ruang Kelas

- Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang, Harianjatim.id – Tingginya risiko bencana seismik di Indonesia menuntut transformasi dalam pendidikan kebencanaan di sekolah. Materi yang semula sebatas pemahaman teoretis kini didorong agar mampu membentuk keterampilan tindakan taktis saat menghadapi situasi darurat.

​Menjawab tantangan tersebut, Wanna Septya Anggraini, mahasiswa S1 Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang (UM), mengembangkan inovasi pembelajaran mitigasi gempa bumi dengan memanfaatkan teknologi Metaverse dan video Virtual Reality (VR) berbasis model Problem-Based Learning (PBL).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelitian lapangan yang berlangsung dari September 2024 hingga Oktober 2025 di SMAS Diponegoro Tumpang, Kabupaten Malang ini melibatkan 60 siswa kelas XI sebagai subjek uji coba.

Baca Juga :  Riset Mahasiswa UM, Vita Nuraini Ungkap 3 Tipe Kecemasan Spasial Calon Guru Geografi di Era Digital

​Wanna mengungkapkan bahwa metode pembelajaran konvensional maupun tayangan video pasif sering kali kurang efektif dalam melatih pemikiran kritis dan pengambilan keputusan cepat.

​”Selama ini, materi mitigasi bencana sering kali hanya disampaikan lewat teks atau video dokumenter satu arah. Siswa hanya bertindak sebagai penonton tanpa memiliki ruang untuk berinteraksi atau melatih respons cepat saat menghadapi situasi darurat,” ujar Wanna.

​Dalam risetnya, siswa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok eksperimen memanfaatkan media Metaverse (berbasis platform Spatial.io yang diakses non-imersif via ponsel cerdas), di mana siswa menavigasi avatar di lingkungan virtual 3D bernama “Kota Sukasuka”. Sementara itu, kelompok kontrol menggunakan tayangan video VR 360° observasional dari YouTube.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

​Hasil riset menunjukkan bahwa kedua media memberikan pengaruh yang relatif setara pada variabel prestasi belajar secara umum. Video VR terbukti memadai untuk penguasaan pengetahuan faktual dan konseptual dasar.
​
​Namun, keunggulan signifikan terlihat pada kelompok Metaverse, khususnya pada pemahaman tata ruang (route mapping dan land mapping), berpikir kreatif, serta kemampuan penanganan kasus nyata (authentic case handling).

Kelompok ini mencatatkan performa lebih baik pada kelengkapan prosedur evakuasi dan akurasi analisis di lapangan, sehingga berhasil membentuk action competence (kompetensi tindakan taktis) secara mandiri.

Baca Juga :  Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi "KLIK KOSMA"

​Riset ini menegaskan bahwa kedua teknologi memiliki peran yang saling melengkapi: video VR efisien untuk pembekalan literasi awal, sedangkan Metaverse optimal untuk simulasi tindakan darurat.

​Inovasi pembelajaran ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana sejak dini.

“​Melalui temuan ini, saya berharap para pendidik di daerah rawan bencana dapat memanfaatkan teknologi digital interaktif secara tepat guna demi melahirkan generasi yang tangguh, adaptif, dan siap siaga”, ungkap Wanna. (Red*)

Berita Terkait

Riset Mahasiswa UM, Vita Nuraini Ungkap 3 Tipe Kecemasan Spasial Calon Guru Geografi di Era Digital
Terinspirasi Kepemimpinan Wabup Mimik Idayana, MTsN 4 Sidoarjo Lahirkan Buku Antologi Literasi
Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
BEM Sampang Kritik Keras DPRD Jatim: Audiensi Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!
Konsolidasi Elemen Mahasiswa Pasuruan, Sikapi Represi Nasional hingga Tragedi Beji
Transparansi Anggaran Bimtek KKM MI Kabupaten Pasuruan Disorot, Begini Penjelasan Ketua Panitia Penyelenggara

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:39 WIB

​Latih Respons Cepat Gempa, Wanna Septya Mahasiswa UM, Kembangkan Inovasi Pembelajaran Bawa Metaverse dan VR ke Ruang Kelas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Riset Mahasiswa UM, Vita Nuraini Ungkap 3 Tipe Kecemasan Spasial Calon Guru Geografi di Era Digital

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Terinspirasi Kepemimpinan Wabup Mimik Idayana, MTsN 4 Sidoarjo Lahirkan Buku Antologi Literasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Berita Terbaru