BEM Sampang Kritik Keras DPRD Jatim: Audiensi Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, harianjatim.id – BEM Sampang menilai agenda audiensi BEM Madura Raya bersama DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil Madura sebagai langkah penting dalam menjalankan fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap pemerintah.

​Perwakilan Mahasiswa dari BEM Sampang menyayangkan sikap sejumlah anggota DPRD Jatim Dapil Madura yang justru absen dalam pertemuan tersebut. Senin, 5 Oktober 2026

“Ketidakhadiran mereka menjadi catatan kritis, mengingat isu yang diusung menyangkut hajat hidup masyarakat Madura secara luas, terutama persoalan kemiskinan dan ketimpangan pembangunan”, ungkap salah satu Mahasiswa.

​BEM Sampang secara tegas menolak jawaban yang disampaikan oleh perwakilan DPRD Jawa Timur yang hadir. Respons tersebut dinilai sangat normatif dan belum menawarkan arah kebijakan yang konkret, terukur, maupun memiliki indikator penyelesaian yang jelas.

Baca Juga :  Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi "KLIK KOSMA"

​”Bagi mahasiswa, penyampaian aspirasi rakyat tidak boleh berhenti pada formalitas administratif semata, seperti sekadar menampung lalu meneruskannya ke pihak lain. Setiap aspirasi harus ditindaklanjuti dengan kebijakan nyata, target waktu yang jelas, serta bentuk pertanggungjawaban publik”, tambahnya.

​Anggota legislatif Dapil Madura diingatkan untuk tidak melupakan mandat dari konstituennya. Kepercayaan tersebut wajib diwujudkan lewat keberpihakan nyata pada kebutuhan warga dan perjuangan mengentaskan persoalan pembangunan di Madura.

Baca Juga :  Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi "KLIK KOSMA"

​BEM Sampang berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis, objektif, dan konsisten. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan suara rakyat tidak hanya sekadar didengar, tetapi benar-benar diperjuangkan.

“Sebab, demokrasi tidak boleh berhenti pada tingkat keterwakilan, melainkan harus menghadirkan kebermanfaatan dan perubahan nyata bagi masyarakat”, ujar perwakilan dari BEM Sampang. (Red)

Berita Terkait

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
Konsolidasi Elemen Mahasiswa Pasuruan, Sikapi Represi Nasional hingga Tragedi Beji
Transparansi Anggaran Bimtek KKM MI Kabupaten Pasuruan Disorot, Begini Penjelasan Ketua Panitia Penyelenggara
Kecewa Tak Ditemui Kapolres dan Dandim, Massa September Hitam Probolinggo Ancam Aksi Lebih Besar
Bimtek KKM MI Pasuruan Disorot: Laporan Anggaran Dihilangkan, Aliran Dana Rp650 Ribu Dipertanyakan
Pangkas Dana KIP hingga 70 %, Rektor UNUBA Bangil Bungkam dan Diduga Intimidasi Mahasiswa

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:57 WIB

BEM Sampang Kritik Keras DPRD Jatim: Audiensi Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Konsolidasi Elemen Mahasiswa Pasuruan, Sikapi Represi Nasional hingga Tragedi Beji

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Transparansi Anggaran Bimtek KKM MI Kabupaten Pasuruan Disorot, Begini Penjelasan Ketua Panitia Penyelenggara

Berita Terbaru