Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Aksi Ratusan Mahasiswa Bawean di Depan Pemprov Jatim, Berujung Ricuh

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, harianjatim.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa-Pemuda Bawean (AMPB) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, pada Kamis (8/10/2026). Aksi yang mendesak perbaikan layanan transportasi laut dan kesehatan di Pulau Bawean ini sempat diwarnai kericuhan lantaran massa kecewa tidak ditemui langsung oleh Gubernur.

Dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol keprihatinan, massa menyuarakan kekecewaan atas lambannya respons Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ketegangan di sekitar lokasi aksi mulai tak terhindarkan ketika tuntutan massa untuk berdialog langsung dengan Gubernur urung terpenuhi, sehingga menyulut emosi para demonstran.

Koordinator Lapangan AMPB, Abdul Halim Satriya, menegaskan bahwa kehadiran mereka jauh-jauh dari kepulauan bukan sekadar untuk melakukan protes, melainkan menagih kebijakan yang konkret.

“Kedatangan kami ke sini adalah untuk menuntut kebijakan Gubernur Jawa Timur terhadap persoalan transportasi laut dan layanan kesehatan di Pulau Bawean. Dua persoalan ini menyangkut kebutuhan mendasar masyarakat dan membutuhkan kepastian kebijakan,” tegas Halim saat berorasi. Kamis, 8 Oktober 2026

Menurutnya, ketidakpastian pelayaran rute Bawean-Gresik telah menjadi masalah menahun yang tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi serta distribusi kebutuhan pokok.

Dalam aksi tersebut, Ketua Umum AMPB, Saiq Khayran, menyampaikan ada tiga tuntutan utama yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur.

Baca Juga :  Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Pertama, mendesak jaminan transportasi laut rute Bawean-Gresik agar memiliki sistem pelayaran yang aman, berkelanjutan, dan pasti. Kedua, menuntut jaminan mutu dan kelayakan layanan kesehatan di Pulau Bawean. Ketiga, mendesak Gubernur Jatim untuk mengusulkan pembentukan Badan Otoritas Pulau Bawean kepada Presiden RI demi percepatan pembangunan kawasan tersebut.

“Tiga tuntutan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Persoalan transportasi dan kesehatan ini telah berulang kali dikeluhkan oleh masyarakat Bawean,” jelas Saiq.

Saiq sangat menyayangkan sikap Pemprov Jatim yang terkesan menutup ruang dialog. Padahal, sebelum turun ke jalan, AMPB telah menempuh jalur birokrasi dengan mengirimkan surat permohonan audiensi resmi pada 2 Oktober 2026 lalu, yang hingga hari aksi tidak kunjung mendapatkan respons.

Baca Juga :  Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht

“Kami sudah menempuh jalur audiensi dan menyampaikan permohonan secara resmi. Hari ini kami datang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Yang kami harapkan sederhana, pemerintah hadir dan memberikan jawaban yang konkret,” pungkasnya.

Demonstrasi di tingkat provinsi ini merupakan eskalasi dari rangkaian perjuangan AMPB, setelah sebelumnya aspirasi serupa juga disuarakan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. Bagi AMPB, masyarakat Bawean saat ini tidak lagi membutuhkan pernyataan normatif, melainkan tindakan nyata dengan kewenangan dan kepastian pelaksanaan dari pemerintah. (Red*)

Berita Terkait

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi
Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
Program IRPOM Desa Tembelang Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Petani Dusun Ngampel Optimistis Tingkatkan Hasil Panen
Pelantikan Azizul Ahmad Terpilih Sebagai Kepala Kewilayahan Dusun Randupitu Oleh Kepala Desa Randupitu Gempol
Kecewa Tak Ditemui Kapolres dan Dandim, Massa September Hitam Probolinggo Ancam Aksi Lebih Besar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Aksi Ratusan Mahasiswa Bawean di Depan Pemprov Jatim, Berujung Ricuh

Berita Terbaru