Program IRPOM Desa Tembelang Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Petani Dusun Ngampel Optimistis Tingkatkan Hasil Panen

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang, haruanjatim.id – Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang dilaksanakan di Desa Tembelang, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.

Keberadaan program ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi petani, khususnya di Dusun Ngampel, dalam memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Program IRPOM tersebut mendukung pengelolaan lahan pertanian seluas kurang lebih 14 hektare. Dengan dukungan sarana pengairan yang memadai, para petani diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta menjaga keberlangsungan kegiatan bercocok tanam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngampel, Agus Arifianto, menjadi salah satu pihak yang berperan dalam mendukung pelaksanaan dan pengelolaan program di tingkat kelompok tani.

“Dalam kepengurusan kelompok, Wachid bertugas sebagai UPKK, sedangkan Imron menjabat sebagai bendahara”, jelas Agus. Kamis, 8 Oktober 2026

Dukungan pemerintah desa yang dipimpin Kepala Desa Tembelang, Subekti Hidayanto, juga menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Pelantikan Azizul Ahmad Terpilih Sebagai Kepala Kewilayahan Dusun Randupitu Oleh Kepala Desa Randupitu Gempol

“Sinergi antara kelompok tani dan pemerintah desa diharapkan mampu menjaga kebermanfaatan program sehingga dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani”, ucap Kades Tembalang.

Salah satu potensi pertanian di Dusun Ngampel terlihat dari pola tanam yang diterapkan petani. Dalam satu tahun, lahan pertanian tersebut memiliki potensi untuk menghasilkan dua kali panen padi dan satu kali panen kedelai.

Pola tanam ini menunjukkan peluang pengembangan pertanian yang beragam. Selain menghasilkan komoditas pangan utama berupa padi, penanaman kedelai juga menjadi pilihan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendukung diversifikasi tanaman pangan.

Melalui dukungan pengairan yang baik, petani diharapkan dapat mengatur kebutuhan air sesuai dengan tahapan pertumbuhan tanaman. Ketersediaan air yang lebih terencana menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman, terutama ketika curah hujan tidak mencukupi kebutuhan di lahan pertanian.

Baca Juga :  Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Aksi Ratusan Mahasiswa Bawean di Depan Pemprov Jatim, Berujung Ricuh

Dengan luas lahan sekitar 14 hektare, optimalisasi sarana IRPOM diharapkan dapat membantu petani menjalankan kegiatan pertanian secara lebih terencana. Pengelolaan air yang tepat juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan menjaga potensi hasil panen.

Pelaksanaan program IRPOM di Desa Tembelang merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian melalui dukungan infrastruktur pengairan. Program semacam ini memiliki peran strategis dalam membantu petani menghadapi tantangan pengairan serta menjaga produktivitas lahan.

Bagi petani, keberadaan sarana irigasi yang memadai bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga memberikan peluang untuk mengelola pola tanam dengan lebih baik. Jika dikelola dan dirawat secara bersama-sama, fasilitas tersebut dapat menjadi aset penting bagi keberlanjutan usaha pertanian di desa.

Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Kelompok Tani Ngampel bersama pemerintah desa diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam pengelolaan dan pemeliharaan sarana IRPOM. Dengan demikian, manfaat program dapat dipertahankan dan mendukung kebutuhan pertanian dalam jangka panjang.

Program ini juga mencerminkan pentingnya perhatian terhadap kebutuhan petani di tingkat desa. Dukungan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi lahan diharapkan mampu mendorong semangat petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian serta berkontribusi terhadap ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Dengan potensi lahan seluas 14 hektare dan pola tanam dua kali padi serta satu kali kedelai dalam setahun, Dusun Ngampel, Desa Tembelang, memiliki peluang untuk terus mengoptimalkan sektor pertaniannya. Melalui pengelolaan IRPOM yang baik, kolaborasi kelompok tani, dan dukungan pemerintah desa, pertanian setempat diharapkan semakin produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani. (Red*)

Berita Terkait

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi
Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Aksi Ratusan Mahasiswa Bawean di Depan Pemprov Jatim, Berujung Ricuh
Pelantikan Azizul Ahmad Terpilih Sebagai Kepala Kewilayahan Dusun Randupitu Oleh Kepala Desa Randupitu Gempol
Kecewa Tak Ditemui Kapolres dan Dandim, Massa September Hitam Probolinggo Ancam Aksi Lebih Besar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Aksi Ratusan Mahasiswa Bawean di Depan Pemprov Jatim, Berujung Ricuh

Berita Terbaru