Jombang, haruanjatim.id – Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang dilaksanakan di Desa Tembelang, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
Keberadaan program ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi petani, khususnya di Dusun Ngampel, dalam memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Program IRPOM tersebut mendukung pengelolaan lahan pertanian seluas kurang lebih 14 hektare. Dengan dukungan sarana pengairan yang memadai, para petani diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta menjaga keberlangsungan kegiatan bercocok tanam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngampel, Agus Arifianto, menjadi salah satu pihak yang berperan dalam mendukung pelaksanaan dan pengelolaan program di tingkat kelompok tani.
“Dalam kepengurusan kelompok, Wachid bertugas sebagai UPKK, sedangkan Imron menjabat sebagai bendahara”, jelas Agus. Kamis, 8 Oktober 2026
Dukungan pemerintah desa yang dipimpin Kepala Desa Tembelang, Subekti Hidayanto, juga menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di wilayah tersebut.
“Sinergi antara kelompok tani dan pemerintah desa diharapkan mampu menjaga kebermanfaatan program sehingga dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani”, ucap Kades Tembalang.
Salah satu potensi pertanian di Dusun Ngampel terlihat dari pola tanam yang diterapkan petani. Dalam satu tahun, lahan pertanian tersebut memiliki potensi untuk menghasilkan dua kali panen padi dan satu kali panen kedelai.
Pola tanam ini menunjukkan peluang pengembangan pertanian yang beragam. Selain menghasilkan komoditas pangan utama berupa padi, penanaman kedelai juga menjadi pilihan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendukung diversifikasi tanaman pangan.
Melalui dukungan pengairan yang baik, petani diharapkan dapat mengatur kebutuhan air sesuai dengan tahapan pertumbuhan tanaman. Ketersediaan air yang lebih terencana menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman, terutama ketika curah hujan tidak mencukupi kebutuhan di lahan pertanian.
Dengan luas lahan sekitar 14 hektare, optimalisasi sarana IRPOM diharapkan dapat membantu petani menjalankan kegiatan pertanian secara lebih terencana. Pengelolaan air yang tepat juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan menjaga potensi hasil panen.
Pelaksanaan program IRPOM di Desa Tembelang merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian melalui dukungan infrastruktur pengairan. Program semacam ini memiliki peran strategis dalam membantu petani menghadapi tantangan pengairan serta menjaga produktivitas lahan.
Bagi petani, keberadaan sarana irigasi yang memadai bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga memberikan peluang untuk mengelola pola tanam dengan lebih baik. Jika dikelola dan dirawat secara bersama-sama, fasilitas tersebut dapat menjadi aset penting bagi keberlanjutan usaha pertanian di desa.
Kelompok Tani Ngampel bersama pemerintah desa diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam pengelolaan dan pemeliharaan sarana IRPOM. Dengan demikian, manfaat program dapat dipertahankan dan mendukung kebutuhan pertanian dalam jangka panjang.
Program ini juga mencerminkan pentingnya perhatian terhadap kebutuhan petani di tingkat desa. Dukungan infrastruktur yang sesuai dengan kondisi lahan diharapkan mampu mendorong semangat petani untuk terus mengembangkan usaha pertanian serta berkontribusi terhadap ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Dengan potensi lahan seluas 14 hektare dan pola tanam dua kali padi serta satu kali kedelai dalam setahun, Dusun Ngampel, Desa Tembelang, memiliki peluang untuk terus mengoptimalkan sektor pertaniannya. Melalui pengelolaan IRPOM yang baik, kolaborasi kelompok tani, dan dukungan pemerintah desa, pertanian setempat diharapkan semakin produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani. (Red*)









