Aksi Kekerasan Yang Dilakukan Walimurid Terhadap Siswi di SDN Wonosari 1 Tutur, Setelah Viral Akhirnya Sepakat Damai

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, Harianjatim.id – Viral dalam pemberitaan aksi kekerasan yang menimpa seorang siswi kelas 1 SDN Wonosari 1, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan yang dilakukan oleh seorang walimurid dengan menyenggol dan menarik rambut seorang siswi akhirnya berakhir damai.

Proses mediasi yang digagas oleh Kepala SDN Wonosari 1 Mugi Nur Utami dilaksanakan di Rumah Makan Anak Gunung setelah menerima saran dan anjuran dari pengawas serta ketua PC PGRI Kecamatan Tutur.

Mediasi dihadiri oleh Kepala SDN Wonosari 1, Pengawas Sekolah, Ketua PC PGRI Tutur, Kuasa Hukum korban, Babinsa Desa Wonosari, dan Kedua belah pihak yang berselisih faham.

Dalam keterangannya Mugi Nur Utami selaku Kepala Sekolah SDN Wonosari 1 menyampaikan permohonan maaf atas sikapnya selama ini yang kurang bijaksana dalam kasus ini sehingga terjadi perselisihan dan kesalahpahaman. Kamis, 23/4/2026

” Atas peristiwa tersebut saya selaku Kepala Sekolah memohon maaf sehingga permasalahan antara kedua walimurid yan berselisih bisa berakhir damai dan saling memaafkan sehingga keharmonisan terjalin kembali dan proses belajar mengajar tidak terganggu”, tuturnya.

Baca Juga :  Gandeng Media Pilarpos, HIMA HKI IAD Probolinggo Pertajam Visi Mahasiswa Lewat Diskusi Inspiratif

Ketua PC PGRI Kecamatan Tutur Ades Arisandi juga menambahkan apresiasi kepada semua pihak yang sudah hadir dalam proses mediasi kali ini sehingga semua bisa saling memaafkan dan sepakat untuk damai.

“Alhamdulillah proses mediasi bisa berakhir damai, semua pihak bisa saling memaafkan dan sepakat mengakhiri perselisihan dan kesalapahaman demi kebaikan bersama”, ucapnya.

Pembina YLBH Sarana Keadilan Rakyat Heri Siswanto SH.MH mewakili korban dan orangtua walimurid Srikandi Sebening Kautsar mengatakan dengan adanya permasalahan ini tentunya menjadi suatu pembelajaran ke depan jangan sampai ada intimidasi verbal maupun non verbal terhadap anak-anak kita.

Baca Juga :  Gandeng Media Pilarpos, HIMA HKI IAD Probolinggo Pertajam Visi Mahasiswa Lewat Diskusi Inspiratif

“Tugas dan fungsi guru dalam menengahi persoalan anak dengan melibatkan wali murid juga sangat penting, tujuannya adalah mencari solusi dan menjaga keharmonisan hubungan antara pihak sekolah dengan wali murid maupun hubungan antar wali murid”, ungkapnya. (Red*)

Berita Terkait

Gandeng Media Pilarpos, HIMA HKI IAD Probolinggo Pertajam Visi Mahasiswa Lewat Diskusi Inspiratif
MAN 2 Kota Malang Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Malang Ke-112
Perkuat Peran Remaja Sebagai Pelopor dan Konselor Sebaya, SMAN I Kedamean Lantik Pengurus PIK-R Tunas Cemara
SKKN 3 PB KOPRI Dinilai Gagal, Tidak Ada Laporan Rinci Dan Terbuka Terkait Peruntukan Dana 600 Ribu
Oknum TA Pegawai Dinas Pendidikan Jatim Bantah Jadi Makelar PPDB, Alasannya Sangat Kontradiktif
SMAN 2 Lamongan Berhasil Kembali Torehkan Prestasi Dalam Ajang  Internasional IPITEX 2026 di Bangkok
Peringati Isra’ Mi’raj, SMPN 1 Prambon Tanamkan Nilai Iman Sejak Dini
Lomba TikTok Jadi Daya Tarik Siswa Dalam Peringatan Isra’ Mi’raj SMAN 1 Ngoro Mojokerto Lebih Semarak

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:57 WIB

Aksi Kekerasan Yang Dilakukan Walimurid Terhadap Siswi di SDN Wonosari 1 Tutur, Setelah Viral Akhirnya Sepakat Damai

Jumat, 17 April 2026 - 13:44 WIB

Gandeng Media Pilarpos, HIMA HKI IAD Probolinggo Pertajam Visi Mahasiswa Lewat Diskusi Inspiratif

Kamis, 2 April 2026 - 13:50 WIB

MAN 2 Kota Malang Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Malang Ke-112

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:53 WIB

Perkuat Peran Remaja Sebagai Pelopor dan Konselor Sebaya, SMAN I Kedamean Lantik Pengurus PIK-R Tunas Cemara

Senin, 23 Februari 2026 - 22:53 WIB

SKKN 3 PB KOPRI Dinilai Gagal, Tidak Ada Laporan Rinci Dan Terbuka Terkait Peruntukan Dana 600 Ribu

Berita Terbaru