SKKN 3 PB KOPRI Dinilai Gagal, Tidak Ada Laporan Rinci Dan Terbuka Terkait Peruntukan Dana 600 Ribu

- Redaksi

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Harianjatim.id – Pelaksanaan SKKN 3 yang digelar oleh PB KOPRI di Asrama haji Bekasi, Jabar (Kamis,19 februari 2026), patut dievaluasi secara serius dan menyeluruh. Program yang sejak awal dipromosikan sebagai ruang strategis penguatan kapasitas kader perempuan justru memperlihatkan wajah yang jauh dari cita-cita kaderisasi ideologis.

Alih-alih menjadi ruang konsolidasi gagasan dan praksis gerakan, SKKN 3 lebih tampak sebagai rutinitas administratif tanpa arah yang jelas. Materi disampaikan tanpa desain kurikulum kaderisasi yang matang, forum diskusi berjalan datar tanpa kedalaman analisis sosial-politik, dan narasumber tidak dibekali kerangka ideologis yang kuat.

Peserta memang hadir secara fisik, tetapi banyak yang merasa tidak benar-benar “dihadirkan” secara intelektual maupun politis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang peserta SKKN yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

“Kami datang dengan harapan mendapat penguatan perspektif dan strategi gerakan. Tapi yang kami rasakan justru forum yang normatif, tanpa keberanian membahas problem internal organisasi sendiri,” ujarnya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah SKKN 3 benar-benar dirancang sebagai ruang kaderisasi transformatif, atau sekadar agenda struktural untuk menggugurkan kewajiban program kerja tahunan?
Yang paling mencederai kepercayaan kader adalah persoalan biaya administrasi sebesar Rp600 ribu yang dibebankan kepada peserta.

Hingga kegiatan berakhir, tidak ada laporan rinci dan terbuka terkait peruntukan dana tersebut. Fasilitas yang diterima peserta pun dinilai tidak sebanding dengan nominal biaya yang dipungut.

Dalam organisasi kader, setiap rupiah adalah amanah. Ketika transparansi diabaikan, maka krisis kepercayaan tak terhindarkan. PB KOPRI tidak dapat berlindung di balik alasan teknis atau kesibukan panitia.

Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip dasar organisasi gerakan, terlebih organisasi perempuan yang selama ini lantang menyuarakan integritas dan keadilan.
Jika pembenahan tidak segera dilakukan, yang terancam bukan hanya kredibilitas satu program, tetapi legitimasi organisasi . (Red*)

Berita Terkait

PKDI Gresik Juara Grup Usai Libas PKDI Sidoarjo 6-1, Lolos ke Babak 12 Besar
SMP Muhammadiyah 10 Modo Lamongan Bangun Lab Baru dan Rehab 3 Ruang Kelas
DPP YLBH Sarana Keadilan Rakyat Resmi Umumkan Pembekuan Seluruh Kegiatan Lapangan
Marak Stiker LBH di Kendaraan Kredit Macet, DPP YLBH SKR: Itu Bukan Tameng Hukum!
Manipulasi Alamat di Gugatan Cerai, Mantan Istri di Jember Dilaporkan ke Polisi
Hari Kebangkitan Nasional 2026: MKKS SMP Negeri Kabupaten Malang Serukan Inovasi dan Gotong Royong Demi Pendidikan Berkualitas
Aksi Kekerasan Yang Dilakukan Walimurid Terhadap Siswi di SDN Wonosari 1 Tutur, Setelah Viral Akhirnya Sepakat Damai
Tersudut dalam Kasus Pemalsuan Keterangan Alamat, Terlapor AS: “Aktor Intelektualnya SRD!”

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:32 WIB

PKDI Gresik Juara Grup Usai Libas PKDI Sidoarjo 6-1, Lolos ke Babak 12 Besar

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:17 WIB

SMP Muhammadiyah 10 Modo Lamongan Bangun Lab Baru dan Rehab 3 Ruang Kelas

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:00 WIB

DPP YLBH Sarana Keadilan Rakyat Resmi Umumkan Pembekuan Seluruh Kegiatan Lapangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:34 WIB

Marak Stiker LBH di Kendaraan Kredit Macet, DPP YLBH SKR: Itu Bukan Tameng Hukum!

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:35 WIB

Manipulasi Alamat di Gugatan Cerai, Mantan Istri di Jember Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru