Gresik, Harianjatim.id – Berita banjir di wilayah Gresik Selatan yang hampir setiap tahun menghiasi berbagai media cetak, online maupun elektronik ternyata hanya bisa sebagai penghias lembaran sebuah pemberitaan yang sedikitpun tak mampu menyentuh apalagi mengoyak – oyak hati juga pikiran bagi para pemimpin di Kabupaten Gresik.
Baik itu dari kalangan pemda maupun dari legislatif yang nota bane selalu berkoar-koar untuk memperjuangkan nasib rakyat yang lebih baik dan sejahtera.
Ironis sekali memang tapi ini realita, ketika kita berbicara sesuai fakta yang telah terjadi saat ini, tepatnya pada (Selasa, 25/02/25) hujan lebat yang mengguyur Lamongan Selatan yang mengakibatkan debit air pada Kali Lamong meluber..
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan saking besarnya air kiriman yang datang dari Lamongan, hampir melumpuhkan beberapa Kecamatan yang ada di wilayah Gresik selatan, terutama pada Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng, hampir 40% terendam air pada ketinggian 40 hingga 60 cm.
Apakah selamanya Kali Lamong akan menjadi momok yang mengerikan bagi para petani dan masyarakat Gresik Selatan terutama Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang.
Padahal setiap Musrenbang baik di tingkat kecamtan maupun kabupaten selalu di dengungkan dan diagendakan untuk normalisasi Kali lamong atau pembuatan tanggul lamong, tapi apa yang terjadi, Kali lamong seolah hanya wacana yang layak untuk diperbincangkan tapi tak pernah sedikitpun di prioritaskan
Kita Flasback sejenak mulai Bupati KH Robbach Maksum, SQ jilid 1 sampai jilid 2 dan yang terbaru Gus Yani periode pertama setiap mau mencalonkan diri apa yang disuguhkan ke masyarakat Gresik Selatan pasti pokok pembahasan dan agenda nomor wahid yakni normalisasi Kali lamong.
Lalu apakah pembicaraan yang selama ini yang disampaikan hanya sebagai slogan untuk memikat hati masyarakat dan hanya sebagai bumbu – bumbu kampanye belaka, lalu dimana hati nurani para pemimpin kita jika mereka sedikitpun tidak memikirkan nasib masyarakat.
Jangan hanya pencitraan belaka, tapi masyarakat itu butuh program nyata, yang benar – benar bisa mengatasi banjir, jangan hanya bisa datang ke lokasi musibah banjir dengan berbagai bumbu manis bantuan dengan membagikan sembako lalu janji dan janji manis lagi.
Masyarakat itu jenuh dengan berbagai janji yang tak kunjung ditepati, tengoklah betapa menderitanya masyarakat terdampak banjir, hektaran sawah yang mau panen raya harus luluh lantak tergerus banjir bandang dari luapan Kali Lamong.
Pertanyaannya dimanakah hati nurani para pemimpin yang ada di kabupaten ini, tidakkah ada sebuah kebijakan yang lebih memprioritaskan untuk penanggulangan banjir Gresik Selatan. (win)
Bersambung…









