Pasuruan, Harianjatim.id – Beberapa titik Plengsengan (TPT) sungai di Jalan Kabupaten Penghubung antara Desa Pager dengan Desa Sumberrejo serta Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, ambrol.
Hal tersebut kalau tidak cepat ditangani akan membahayakan warga atau pengguna jalan karena berdampak pada longsornya jalan kalau tidak segera diperbaiki.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Pager sekaligus seorang pengacara Sahudi Ardhianto SH. Ikut soroti ambrolnya plengsengan tersebut, karena membahayakan pengguna jalan, Tembok Penahan Tanah (TPT) tak kunjung dibenahi oleh Dinas terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Akses jalan tersebut rawan longsor kalau tidak segera diperbaiki, membahayakan pengguna jalan, karena di bawah jalan tanahnya sudah habis”, ungkapya.
Kerusakan plengsengan sangat parah hingga sepuluh meter lebih, saya sebagai warga berharap dinas terkait, mohon segera dilakukan perbaikan bibir sungai yang sekaligus sebagai bibir jalan, karena hal ini sangat membahayakan pengguna jalan, baik di siang hari maupun malam hari.
“Saya berharap Dinas terkait segera tanggap dan diperbaiki, karena membahayakan para pengguna jalan, jangan sampai memakan korban baru ada perbaikan”, tegasnya. Minggu, 01/06/2025
Salah satu pengguna jalan, Alvan warga Dusun Rejoso juga mengeluhkkan hal tersebut, karena merasa was-was saat melintas di daerah tersebut.
“Iyaa, saya merasa was-was saat melintas di daerah ini, takut longsor, soalnya sekarang juga musim penghujan, saya berharap segera ada perbaikan dari Pemerintah”, harapnya.
Sementara itu, saat awak media mencoba konfirmasi ke Kepala Desa Sumberrejo, Digsono menjelaskan bahwa beberapa titik TPT yang ambrol sudah menjadi atensi dari Dinas terkait yaitu Bina Marga, tinggal realisasinya .
“Beberapa waktu yang lalu dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan, sudah survei titik longsor tersebut, dan saya sudah koordinasi dengan Dinas, menurutnya segera akan direalisasikan perbaikannya, sebagai pelaksana kegiatan langsung dari Dinas Bina Marga”, jelas Digsono. (Red*)









