Masyarakat Pertanyakan Kinerja BUMDESMA Purwosari, Pengurus Terkesan Hanya Makan Gaji Buta

- Redaksi

Senin, 21 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kantor Bumdesma

Kondisi kantor Bumdesma "Purwosari Bangga", pintunya dalam keadaan tertutup rapat, saat penelusuran atau kunjungan pertama (Dok.Harianjatim.id)

Pasuruan, Harianjatim.id – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA), terbentuk dengan harapan sebagai kelanjutan dari program PNPM, yang mempunyai nilai aset milyaran rupiah, sebagai wadah, dana eks PNPM Mandiri Perdesaan pada tahun 2021, guna peningkatan perekonomian di masyarakat pedesaan.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat ( PNPM ) Mandiri diluncurkan oleh pemerintah pada Tahun 2007. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja

Program ini resmi berakhir pada Desember 2014, dengan adanya program Dana Desa (DD), pada masa Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah sempat mengalami ketidak pastian kemana program dengan aset milyaran rupiah ini akan dilabuhkan, pada tahun 2021,  Dana eks PNPM Mandiri Perdesaan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama ( Bumdesma ) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 11 Tahun 2021 dan Permendesa No. 15 Tahun 2021.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri terdapat 18 Bumdesma yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan yaitu, Purwodadi, Purwosari, Sukorejo, Gempol, Prigen, Tutur, Wonorejo, Rembang, Kejayan, Kraton, Winongan, Rejoso, Pasrepan, Lumbang, Lekok, Nguling, Puspo, dan Tosari.

Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Transformasi PNPM menjadi BUMDESMA (Badan Usaha Milik Desa Bersama) Merupakan langkah untuk memperkuat peran BUMDESMA sebagai pilar ekonomi di tingkat desa melalui pemberdayaan Simpan Pinjam Perempuan ( SPP ), Usaha Ekonomi Produktif ( UEP ), ditambah lagi dengan pengembangan membuka unit usaha-usaha yang bisa memberikan income plus terhadap Bumdesma itu sendiri.

Pemerintah pun memberikan dukungan dengan diberlakukannya aturan yang dituangkan di PP No. 11 Tahun 2011 tentang kewajiban setiap Desa Pendiri Bumdesma, untuk memberikan penyertaan modal/ saham yang akan dikelola oleh para pelaksana operasional Bumdesma itu sendiri, yang mana diharapkan setiap desa pendiri akan mendapatkan incam melalui PAD (Pendapatan Asli Desa).

Tapi sayang dalam pelaksanaan di lapangan, banyak ditemukan bahwa Bumdesma di Kabupaten Pasuruan, banyak yang bermasalah.

Salah satunya BUMDESMA “Purwosari Bangga” Kecamatan Purwosari, yang berlokasi di Jalan Raya Pandaan- Purwosari, tepatnya di depan Kantor Balai Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari Kabupaten pasuruan.

Menurut keterangan narasumber yang enggan disebutkan namanya, bahwasanya pada anggaran tahun 2022, Bumdesma “Purwosari Bangga ” mengajukan pembelian untuk pengadaan alat/mesin keset yang senilai kurang lebih Rp.134 jutaan tapi sampai sekarang peruntukannya tidak jelas, manfaatnya untuk apa.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Prasasti Cunggrang Gempol Memanas, Identifikasi BPN Batal Usai Diwarnai Keributan

” Bumdesma Purwosari Bangga, pada tahun anggaran 2022, membuat pengadaan mesin/alat, senilai Rp.134 jutaan, tapi sampai detik ini, peruntukannya tidak jelas manfaatnya untuk apa, dan terbengkalai,” ungkapnya.

Dengan adanya mesin seharga Rp.134 jutaan, tentunya mampu untuk meningkatkan unit Kerja UMKM Bumdesma.

Di Desa Karangrejo, mesin Keset masih yang menggunakan Manual, alat Tenun dan pidangan, ini mampu menembus pasar nasional UMKM Karangrejo, klo memang mangkrak mesin yang sudah di beli, perlu di pertanyakan manajemennya, atau hanya dibuat kedok semata, untuk merajut uang Bumdesma yang cukup fantastis yang nilainya milyaran rupiah.

“Saya sangat menyayangkan kebijakan dalam pembelian alat/mesin tersebut, karena tidak ada manfaatnya dan terkesan buang-buang anggaran, dan kantor Bumdesma sering tutup, ketika ada warga yang membutuhkan pelayanan, hanya bisa gigit jari, jadi pengurus Bumdesma selama ini hanya makan gaji buta, karena kinerjanya juga tidak ada buktinya,” ucapnya dengan nada kesal. Senin, 14/10/2024

Dari penelusuran awak media, saat mendatangi Kantor BUMDESMA “Purwosari Bangga”, ternyata info dari narasumber benar adanya, Kantor Bumdesma tertutup rapat. Rabu, 16/10/2024

Baca Juga :  Program IRPOM Desa Tembelang Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Petani Dusun Ngampel Optimistis Tingkatkan Hasil Panen

Saat dikonfirmasi awak media melalui aplikasi Whatsapp, Ketua BUMDESMA “Purwosari Bangga”, Agus Salim menyampaikan bahwa InsyaAllah kami selalu buka kok setiap hari pak, dan jam kerja serta pelayanan juga kami laksanakan dengan semaksimal mungkin selama ini.

“insyaAllah kami buka kok, setiap hari kerja dan jam kerja, kecuali ada acara di luar dan acara ini memang acara dalam lingkup pekerjaan dan tentu melalui seizin Dewan penasihat dan Dewan Pengawas,” jelasnya. Kamis, 17/10/2024

Terkait mesin keset, proses produksinya sampai sekarang masih berjalan, dan alhamdulillah dapat menyerap tenaga dari masyarakat, Kita sewa gudang Pak Yusuf yang berada di Desa Pager, terangnya.

Dari keterangan ketua Bumdesma “Purwosari Bangga”, Agus Salim, saat awak media melakukan penelusuran, dalam tiga kali kunjungan ke Bumdesma Purwosari, tidak pernah ketemu dengan ketua Bumdesma Purwosari dan mesin pembuat keset yang berada di Desa Pager pun juga tidak jelas perkembanganya.

Hal tersebut, semakin menguatkan dugaan masyarakat, bahwa Bumdesma “Purwosari Bangga” tidak produktif. (Red*)

Berita Terkait

Sengketa Lahan Prasasti Cunggrang Gempol Memanas, Identifikasi BPN Batal Usai Diwarnai Keributan
Infrastruktur Pertanian Diperkuat, Desa Gedog Wetan Manfaatkan BKK Provinsi Jatim 2026 untuk Pembangunan JUT
Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi
Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Aksi Ratusan Mahasiswa Bawean di Depan Pemprov Jatim, Berujung Ricuh

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Sengketa Lahan Prasasti Cunggrang Gempol Memanas, Identifikasi BPN Batal Usai Diwarnai Keributan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Infrastruktur Pertanian Diperkuat, Desa Gedog Wetan Manfaatkan BKK Provinsi Jatim 2026 untuk Pembangunan JUT

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Berita Terbaru