Gresik, Harianjatim.id – Tradisi sedekah bumi yang kental dan mendarah daging di masyarakat, merupakan bentuk wujud rasa syukur kepada Allah SWT, atas limpahan rejeki yang telah dihasilkan oleh bumi kepada masyarakat.
Acara yang sejak turun temurun sudah dilaksanakan oleh para leluhur itu, kini telah menjadi agenda rutin Warga Dusun Purworejo Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, sebagai bentuk rasa hormat kepada para leluhur yang telah mewariskan tradisi tersebut.
Karena merupakan agenda rutin tahunan, acara tersebut dilaksanakan pada Hari Senin malam, (12/8/2024), bertempat di halaman kantor GMBI Wilter Gresik, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan untuk lebih mengindahkan nilai leluhur, juga sebagai bentuk rasa cintanya pada warga Dusun Purworejo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Maka dari itu pada tahun ini, Pemdes Metatu beserta seluruh Warga Purworejo bersinergi dengan LSM GMBI Gresik, untuk menggelar acara sedekah bumi tersebut dengan tema “Purworejo Bersholawat” dengan slogan bahasa jawa yang sangat kental “Holopis Kuntul Baris, Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe”, dengan menghadirkan Habib Ahmad Bin Musthofa Al Hadad S.E dan Khodmul Majelis Manarul Huda.
Dalam acara tersebut, H Udin selaku Ketua LSM GMBI Gresik, turut memberikan santunan bagi anak yatim piatu dan kaum duafa, di wilayah sekitar, dalam sambutanya H.Udin mengajak kepada semua elemen masyarakat, agar agenda acara seperti ini, patut dilestarikan.
Karena acara sedekah bumi, merupakan warisan budaya para leluhur, yang bisa mempersatukan, juga menjalin rasa kasih sayang diantara sesama sehingga menimbulkan karakter kegotong royongan yang telah mendarah daging di hati kita semua.
“oleh karena itu mari Kita lestarikab budaya ini, agar Desa yang Kita tempati menjadi desa yang makmur, sejahtera dan dijauhkan dari bala’ dan musibah, sehingga Dusun Purworejo ke depan menjadi dusun yang Ba’ldhatun Thoyibatun Warobbun Ghofur”, tutur H. Udin. (Win)









