Ketua Poktan Kanigoro Kertosari Diduga Kuasai Traktor Bantuan Dispertan Serta Monopoli Harga Pupuk bersubsidi

- Redaksi

Jumat, 14 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Traktor bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan (Dok. Harianjatim.id)

Traktor bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan (Dok. Harianjatim.id)

Pasuruan, Harianjatim.id – Kelompok Tani (Poktan) “Rukun Tani” Dusun Kanigoro, Desa Kertosari Kacamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Dikeluhkan masyarakat petani Dusun Kanigoro, Akibat kurang transparan.

Pasalnya diduga ketua Poktan tela melakukan monopoli distribusi pupuk bersubsidi dijual ke petani di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).hingga sampai 150 ribu/sak.

Selain itu, warga petani juga mapermasalahkan traktor bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, sekitar Tahun 2017/2018, dikuasai Ketua Poktan, jadi setiap petani yang memakai Traktor harus bayar sewa yang diduga masuk ke kantong pribadi.

Menurut keterangan salah satu warga kelompok tani “Rukun Tani” yang enggan disebutkan namanya, bahwa ketua Poktan dusun Kanigoro terkesan semaunya sendir (sak karepe dewe), karena traktor bantuan dari Dinas Pertanian Kabapaten Pasuruan dikuasai sendiri, jadi kalau masyarakat memerlukan ya harus bayar sewa.

“Benar Pak, kami kalau mau memakai harus bayar sewa, padahal Traktor tersebut adalah bantuan dari Dinas pertanian kabupaten Pasuruan, untuk mempermudah kelompok Rukun Tani dalam menggarap lahan pertanian supaya lebih cepat dan tanpa penjelasan kepada kami, terus uangnya lari kemana, padahal ini sudah berjalan bertahun-tahun”, ungkapnya. Kamis, 13/03/2024

Baca Juga :  DPC LIN Pasuruan Sentil Aksi 'JN Soal Tambang Gunungsari: "Bukan APH, Jangan Buat Kegaduhan!"

Sempat juga dulu, tahun 2023 kalau gak salah, terdengar Ketuanya itu pernah dipanggil oleh pihak Kepolisian Polres Pasuruan, Karena diduga ketua kelompok Rukun Tani pernah mau menjual Traktor bantuan itu, tapi gagal, karena sudah ada yang berani melaporkan dan sempat di klarifikasi beberapa pengurusnya, akhirnya gagal menjual barang itu mas, orang itu nakal’ gak jujur mas, tambahnya.

Warga yang lain juga menambahkan bahwa masalah distribusi pupuk bersubsidi dari pemerintah harganya juga terlalu mahal dari harga eceran tertinggi (HET), lebih mahal dari harga-harga pasaran di Desa lainnya.

Baca Juga :  Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

“Ketua Poktan demi meraup keuntungan pribadi, menjual pupuk bersubsidi dengan harga 150 ribu (padahal didesa lain dijual kisaran 130-135 ribu/ sak), inikan terlalu memberatkan kami sebagai petani”, ungkapnya dengan nada kecewa.

Ketua Poktan “Rukun Tani” Efendi saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp tidak ada respon sama sekali meskipun sudah terlihat terbaca. 14/03/2025

Sampai berita ditayangkan saat ini, Ketua Poktan “Rukun Tani”, Efendi masih belum juga membalas konfirmasi dari awak media. (Red*)

Bersambung…

Berita Terkait

Dinilai Gagal Berantas Premanisme di PIER, PMII Pasuruan Kawal Laporan Korban Pengeroyokan ke Polda Jatim
Terkait Polemik Lahan Prasasti Cunggrang, Dua Kubu Bentrok, Korban Lapor Polisi
Sengketa Lahan Prasasti Cunggrang Gempol Memanas, Identifikasi BPN Batal Usai Diwarnai Keributan
Infrastruktur Pertanian Diperkuat, Desa Gedog Wetan Manfaatkan BKK Provinsi Jatim 2026 untuk Pembangunan JUT
Bau Busuk & Air Menghitam Sebulan Penuh, Forum DAS Wrati Tagih Janji Nyata Pemkab dan BBWS
Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga
KIPAN Kota Pasuruan Resmi Dilantik, Siap Jadi Garda Terdepan Perang Lawan Narkoba
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Dinilai Gagal Berantas Premanisme di PIER, PMII Pasuruan Kawal Laporan Korban Pengeroyokan ke Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Terkait Polemik Lahan Prasasti Cunggrang, Dua Kubu Bentrok, Korban Lapor Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Sengketa Lahan Prasasti Cunggrang Gempol Memanas, Identifikasi BPN Batal Usai Diwarnai Keributan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Infrastruktur Pertanian Diperkuat, Desa Gedog Wetan Manfaatkan BKK Provinsi Jatim 2026 untuk Pembangunan JUT

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga

Berita Terbaru