Forum Pasuruan Bersatu, Kecewa atas Sikap DPRD Pasuruan, Tak Gubris Permohonan Audensinya

- Redaksi

Rabu, 3 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum Pasuruan Bersatu, saat wawancara bersama awak media, di depan Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan (dok. Harianjatim.id)

Forum Pasuruan Bersatu, saat wawancara bersama awak media, di depan Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan (dok. Harianjatim.id)

Pasuruan, Harianjatim.id -Sejumlah Aktivis yang mengatasnamakan Forum Pasuruan Bersatu (FPB) merasa kecewa saat mendatangi DPRD Kabupaten Pasuruan. Hal itu terkait audiensi kasus kopi Kapiten.

Menunggu hingga beberapa jam, gabungan NGO dan elemen masyarakat ini tidak ditemui oleh Panitia Khusus (Pansus) Kopi Khas Kabupaten Pasuruan, (selanjutnya disebut Kopi Kapiten) bentukan DPRD Kabupaten Pasuruan.

Koordinator FPB, M. Yusuf S.H., mengaku sangat kecewa pihaknya tidak ditemui oleh Pansus. Padahal surat permohonan audiensi sudah dilayangkan sebelumnya.

“Ternyata dari Pansus tidak ada balasan, jadi kita kecewa,” ungkapnya.

Menurut Habib Yusuf (sapaan akrab M. Yusuf S.H.), kedatangan FPB adalah untuk menyikapi dugaan banyaknya pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan pemakaian anggaran kopi kapiten.

Baca Juga :  Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht

“Mohon tuntaskan kasus kopi Kapiten setuntas-tuntasnya hingga ke akar-akarnya,” kata Habib Yusuf saat wawancara dengan awak media di depan gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (3/7/2024) siang.

Pihaknya juga berharap agar DPRD Kabupaten Pasuruan, tidak “ompong” dalam penanganan kasus kopi kapiten ini.

“Bongkar siapa aktor intelektualnya,” tegas Habib Yusuf.

“Kalau memang tidak ada balasan kita akan demo besar-besaran,” lanjutnya.

Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Sebagai informasi, polemik kopi kapiten sudah berlangsung beberapa bulan dan menjadi sorotan publik, karena Pemkab Pasuruan, dalam promosinya selama beberapa tahun menelan anggaran hingga Rp 10,3 milyar.

Fakta tersebut terungkap saat rapat Pansus Kopi Kapiten, di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan pada tanggal 18 Maret 2024 lalu. (Red*)

Berita Terkait

Sengketa Lahan Prasasti Cunggrang Gempol Memanas, Identifikasi BPN Batal Usai Diwarnai Keributan
Infrastruktur Pertanian Diperkuat, Desa Gedog Wetan Manfaatkan BKK Provinsi Jatim 2026 untuk Pembangunan JUT
Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi
Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Aksi Ratusan Mahasiswa Bawean di Depan Pemprov Jatim, Berujung Ricuh

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Sengketa Lahan Prasasti Cunggrang Gempol Memanas, Identifikasi BPN Batal Usai Diwarnai Keributan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Infrastruktur Pertanian Diperkuat, Desa Gedog Wetan Manfaatkan BKK Provinsi Jatim 2026 untuk Pembangunan JUT

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Berita Terbaru