Konsolidasi Elemen Mahasiswa Pasuruan, Sikapi Represi Nasional hingga Tragedi Beji

- Redaksi

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, harianjatim.id — Merespons makin sempitnya ruang demokrasi dan maraknya represi, sejumlah elemen mahasiswa serta masyarakat sipil di Pasuruan menggelar nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Makin Ditekan Makin Melawan, pada Minggu malam, 04/10/2026.

Agenda ini menjadi ruang konsolidasi untuk merapatkan kembali barisan gerakan pro-demokrasi yang sempat merenggang pascagelombang unjuk rasa Agustus 2025.

​Sutradara film tersebut, Faiz Benshadeq, sineas asal Pasuruan menegaskan bahwa karya ini lahir dari keresahan bersama. Film ini diproduksi oleh Koreksi.org berkolaborasi dengan KontraS, serta didukung oleh Trend Asia dan Kurawal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Pertama, kami ingin mengajak kawan-kawan muda terus merawat ingatan. Pascagelombang aksi demo Agustus 2025, demokrasi Indonesia makin dijerumuskan ke jurang yang dalam oleh rezim saat ini. Hak warga dalam menyampaikan aspirasi terus dibungkam,” ungkap Faiz.

Baca Juga :  Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi "KLIK KOSMA"

​Pernyataan Faiz berdasar pada data kelam aksi tersebut: aparat kepolisian menangkap hampir 7.000 orang, rekor penangkapan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Dari total 6.719 orang yang ditangkap, sebanyak 703 di antaranya dijerat pasal pidana dan harus menjalani proses peradilan.

​Meski demikian, Faiz menilai gelombang protes tahun lalu sebagai bukti bangkitnya kesadaran publik, khususnya generasi muda, untuk merebut kembali negara dari genggaman oligarki. Karena itu, film ini diposisikan bukan sekadar dokumentasi sejarah, melainkan pemantik gerakan lanjutan.

​”Film ini hadir agar masyarakat tetap berani bersuara, membentuk gelombang yang lebih besar, dan mendorong perubahan negara ke arah yang lebih baik, termasuk menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang masih dipenjara,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Melalui karyanya, Faiz mengajak generasi muda membangun harapan radikal demi terwujudnya negara yang demokratis, bebas berkumpul, dan lepas dari intimidasi sesuai amanat konstitusi.

​Pesan kuat dari sang sutradara langsung memantik diskusi hangat di antara elemen gerakan yang hadir, seperti PMII, HMI, IMM, KP-Alternatif, Wahana Baca, hingga Aliansi BEM Pasuruan Raya.

​Forum tersebut tidak hanya menyoroti represi skala nasional, tetapi juga membongkar realitas kekerasan aparat di tingkat lokal. Salah satu isu utama yang diangkat adalah Tragedi Beji. kasus tewasnya warga sipil berinisial WD yang diduga akibat kekerasan oknum anggota Polsek Beji.

Lintas Elemen Pasuruan menegaskan bahwa Tragedi Beji merupakan bukti nyata bahwa kekerasan institusional dan impunitas adalah ancaman riil yang merenggut nyawa warga lokal, bukan sekadar cerita di layar kaca.

Baca Juga :  Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Lambannya proses hukum serta pergantian kepemimpinan di Polres Pasuruan bahkan dinilai sebagai sinyal bahaya atas upaya pengaburan kasus dan normalisasi kekerasan.

​Para perwakilan organisasi secara tegas mengutuk penyempitan ruang sipil dan tindakan sewenang-wenang aparat penegak hukum. Berlandaskan prinsip keberpihakan pada kelompok tertindas dan supremasi hukum, forum menilai instrumen negara telah disalahgunakan untuk mematikan nalar kritis publik sekaligus melindungi oknum pelanggar hukum di tubuh kepolisian.

​Sebagai penutup konsolidasi, seluruh peserta menyatukan sikap dan melakukan dokumentasi bersama. Gabungan elemen mahasiswa dan masyarakat sipil Pasuruan ini berkomitmen untuk terus mengawal isu kebebasan sipil, baik di tingkat daerah maupun nasional, serta menolak bungkam terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan penguasa. (Red*)

Berita Terkait

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
BEM Sampang Kritik Keras DPRD Jatim: Audiensi Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!
Transparansi Anggaran Bimtek KKM MI Kabupaten Pasuruan Disorot, Begini Penjelasan Ketua Panitia Penyelenggara
Kecewa Tak Ditemui Kapolres dan Dandim, Massa September Hitam Probolinggo Ancam Aksi Lebih Besar
Bimtek KKM MI Pasuruan Disorot: Laporan Anggaran Dihilangkan, Aliran Dana Rp650 Ribu Dipertanyakan
Pangkas Dana KIP hingga 70 %, Rektor UNUBA Bangil Bungkam dan Diduga Intimidasi Mahasiswa

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:57 WIB

BEM Sampang Kritik Keras DPRD Jatim: Audiensi Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Konsolidasi Elemen Mahasiswa Pasuruan, Sikapi Represi Nasional hingga Tragedi Beji

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Transparansi Anggaran Bimtek KKM MI Kabupaten Pasuruan Disorot, Begini Penjelasan Ketua Panitia Penyelenggara

Berita Terbaru