Bimtek KKM MI Pasuruan Disorot: Laporan Anggaran Dihilangkan, Aliran Dana Rp650 Ribu Dipertanyakan

- Redaksi

Kamis, 1 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mojokerto, harianjatim.id – Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Mutu Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pasuruan di Grand Whiz Hotel, Trawas, Mojokerto (29–30 September 2026) mendadak disorot. Acara yang digelar oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kabupaten Pasuruan tersebut memicu protes keras dari kalangan peserta akibat tiadanya transparansi anggaran.

​Dugaan penyimpangan mencuat dari besaran iuran wajib sebesar Rp650.000 per kepala lembaga. Dengan jumlah peserta yang masif, total dana yang terkumpul diperkirakan mencapai angka substansial. Namun, pihak penyelenggara dinilai menutup mata terhadap keterbukaan rincian penggunaan anggaran.

Baca Juga :  Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

​”Ini acara skala kabupaten dan pesertanya banyak. Kalikan saja Rp650 ribu per kepala. Pertanyaannya, uang itu lari ke mana? Kami wajib mempertanyakan hal ini karena tidak ada transparansi sama sekali dari KKM,” ujar salah satu Kepala MI di Kabupaten Pasuruan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

​Indikasi ketidakberesan tersebut kian menguat lantaran panitia diduga mengabaikan prosedur administrasi baku. Dalam agenda resmi tingkat kabupaten, sesi laporan kegiatan dari ketua panitia yang semestinya memaparkan rincian anggaran, serta tujuan acara usai seremoni pembukaan justru dihilangkan.

​”Langkah ini sangat janggal dan menyalahi aturan main. Jika panitia enggan membacakan laporan secara lisan, setidaknya berikan lampiran tertulis kepada peserta. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” tegas sumber tersebut.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

​Dihilangkannya sesi laporan pertanggungjawaban itu memicu spekulasi di kalangan peserta. Panitia dituding sengaja menghindari pengawasan publik guna menutupi pengelolaan dana iuran yang tidak akuntabel.

​Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia penyelenggara KKM Kabupaten Pasuruan belum memberikan klarifikasi resmi mengenai rincian dan penggunaan dana tersebut. Tanpa adanya audit terbuka dan penjelasan transparan, integritas lembaga KKM Kabupaten Pasuruan kini berada dalam bayang-bayang dugaan penyelewengan dana kolektif. (Red*)

Berita Terkait

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
BEM Sampang Kritik Keras DPRD Jatim: Audiensi Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!
Konsolidasi Elemen Mahasiswa Pasuruan, Sikapi Represi Nasional hingga Tragedi Beji
Transparansi Anggaran Bimtek KKM MI Kabupaten Pasuruan Disorot, Begini Penjelasan Ketua Panitia Penyelenggara
Kecewa Tak Ditemui Kapolres dan Dandim, Massa September Hitam Probolinggo Ancam Aksi Lebih Besar
Pangkas Dana KIP hingga 70 %, Rektor UNUBA Bangil Bungkam dan Diduga Intimidasi Mahasiswa

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:57 WIB

BEM Sampang Kritik Keras DPRD Jatim: Audiensi Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Konsolidasi Elemen Mahasiswa Pasuruan, Sikapi Represi Nasional hingga Tragedi Beji

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Transparansi Anggaran Bimtek KKM MI Kabupaten Pasuruan Disorot, Begini Penjelasan Ketua Panitia Penyelenggara

Berita Terbaru