Ketua PKDI Gresik Mengecam Keras Atas Hearing Dan Pemanggilan Kades Oleh DPRD 

- Redaksi

Sabtu, 10 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurul Yatim Selaku Ketua PKDI Kabupaten Gresik (Dok. Harianjatim.id)

Nurul Yatim Selaku Ketua PKDI Kabupaten Gresik (Dok. Harianjatim.id)

Gresik, Harianjatim.id – Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia ( PKDI) Kabupaten Gresik Nurul Yatim, Merespon Hearing yang dilakukan oleh Komisi 1 DPRD Gresik Terkait Permasalahan Kepala Desa Pacuh Kecamatan Balongpanggang dan Kades Dermo Kecamatan Benjeng Pada Kamis ( 8/5/2026 ) di Ruang Komisi I DPRD Kabupaten Gresik

Karena adanya salah satu anggota BPD Desa Pacuh, mengadukan Kadesnya ke DPRD dengan melayangkan surat pengaduan bernomor 006/BPD-PCH/IV/2025 tertanggal 22 April 2025, adapun pengaduan tersebut berdasar dari banyaknya keluhan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi anggaran Dana Desa (DD) dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Bumdes, proyek infrastruktur tahun anggaran 2022/2023/2024, di Desa Pacuh dan Desa Dermo yang dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Dari pemanggilan dan hearing tersebut disinyalir sangat merugikan kepala desa karena secara tidak langsung legitimasi dari pemdes seakan mudah di provokasi dan dikendalikan oleh lembaga lain.

“Menurut Yatim, DPRD tak memiliki wewenang untuk hearing kepala desa, karena dalam UU Nomor 6 tahun 2014, tentang Desa Pasal 26 ayat (4) huruf a-e disebutkan, kades bertanggung jawab kepada masyarakat desa dan melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada bupati/wali kota, kemudian di Pasal 112 disebutkan, pembinaan dan pengawasan secara formal terhadap penyelenggaraan Pemdes dilakukan oleh bupati/wali Kota”, terangnya.

Dia juga menjelaskan UU Nomor 23 tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah. Pada Pasal 27 ayat (3) menurutnya DPRD mempunyai fungsi legislasi (perundangan), anggaran (budgeter), dan pengawasan, fungsi pengawasan ini terhadap pelaksanaan Perda dan APBD, disamping itu DPRD tidak memiliki kewenangan administratif terhadap desa, sesuai dengan Permendagri Nomor 73 Tahun 2020 tentang Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa Pasal 3-5 disebutkan bahwa, pengawasan terhadap keuangan desa dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten/Kota, Bupati/Walikota.

Baca Juga :  Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht

“Kemudian, di Permendagri Nomor 110 tahun 2016, tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bahwa, BPD yang berperan sebagai lembaga pengawasan di desa, bukan DPRD. Maka, pengawasan internal desa dilakukan oleh BPD, dan pengawasan eksternal dilakukan oleh bupati”, jelasnya.

Masih kata Yatim, yang perlu di garis bawahi DPRD Kabupaten/Kota boleh mengundang kepala desa dalam rapat dengar pendapat yang membahas program kabupaten yang bersentuhan dengan desa,” contoh proyek pembangunan infrastruktur yang melewati desa, Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD, dan evaluasi bantuan sosial kabupaten, itupun bersifat undangan koordinatif, bukan hearing dalam konteks pemanggilan resmi seperti kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ucapnya.

Baca Juga :  Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Atas dasar itu, DPRD tidak berwenang memanggil secara paksa kades, karena kewenangan tersebut hanya dimiliki oleh Bupati/Walikota dan jika DPRD ingin meminta penjelasan atau klarifikasi dari kades, harus melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah (bupati/wali kota),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir dari Fraksi PKB, menyampaikan kepada media (Sabtu,10/5/2025), bahwa DPRD mengundang kades bersangkutan, karena menindaklanjuti adanya aduan dari masyarakat yang masuk ke DPRD, kata Syahrul kepada Media Sabtu (10/5/2025),

“Jadi dasar kita panggil karena adanya aduan dari masyarakat, Kita mediasi sebagaimana biasanya, Kita bukan menghakimi dan hanya sekedar memediasi agar tidak sampai terjadi gejolak pada pemdes dan masyarakat, terkait pemanggilan Kades, DPRD Gresik sudah sesuai dengan fungsi pengawasannya berhak memanggil kades karena kades itu pengguna APBD”, tuturnya. (Win/red*)

Berita Terkait

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi
Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Aksi Ratusan Mahasiswa Bawean di Depan Pemprov Jatim, Berujung Ricuh
Program IRPOM Desa Tembelang Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Petani Dusun Ngampel Optimistis Tingkatkan Hasil Panen
Pelantikan Azizul Ahmad Terpilih Sebagai Kepala Kewilayahan Dusun Randupitu Oleh Kepala Desa Randupitu Gempol

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Aksi Ratusan Mahasiswa Bawean di Depan Pemprov Jatim, Berujung Ricuh

Berita Terbaru