Video Brilliana Berhasil Bongkar, Tindak Kekerasan Yang dilakukan Oknum Guru di SMPN 1 Kembangbahu

- Redaksi

Rabu, 25 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana SMPN 1 Kembangbahu, Siswi Pemberani Brilliana dan Kadispendik Lamongan Munif Syarif MM  (dok. Harianjatim.id)

Suasana SMPN 1 Kembangbahu, Siswi Pemberani Brilliana dan Kadispendik Lamongan Munif Syarif MM (dok. Harianjatim.id)

Lamongan, Harianjatim.id – Gambaran pedas kekerasan yang mengorbankan peserta didik (siswa) masih saja terjadi, padahal orientasi sekolah adalah proses belajar dan mengajar yang membina juga membimbing siswa agar pandai dan menjadi generasi yang lebih baik.

Namun beda halya yang kini menimpa lembaga pendidikan formal di Wilayah Kabupaten Lamongan, tepatnya di SMPN 1 Kembangbahu, seorang guru yang berinisial (E) tega melakukan pemukulan dan penamparan juga umpatan kepada muridnya yang bernama Satrio,  beberapa kali, bahkan sempat beredar video tragedi pemukulan tersebut di unggah di beberapa medsos.

Kejadian yang berlangsung pada Selasa, (24/9/24), di ruang kelas VIII, berawal dari beberapa siswa diajak masuk oleh Satrio dengan himbauan, “Ayo masuk ada Eli, dari himbauan itulah akhirnya terjadi peristiwa pemukulan tersebut, karena Bu Eli merasa tersinggung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bu Eli, Satrio menyebutnya tidak pakai Bu tapi langsung menyebut nama Eli, karena dengan sikap arogansinya Eli memberikan peringatan keras kepada semua siswa bahwa tidak akan di pulangkan sebelum ada yang mengakui siapa yang berbicara tidak sopan tadi.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Dan Satrio dengan jantel berdiri mengakui kalau yang berbicara tadi Dia, tapi sesuai apa yang disampaikan bahwa Satrio pakai nyebut Bu, dan Satrio dipanggil di suruh kedepan terus dipukuli beberapa kali dan sempat terekam video amatir dari ponsel rekan siswa yang spontanitas tak tega melihat kejadian rekanya di pukuli oleh gurunya berulang kali.

Dari unggahan video tersebut, tim dari Media Harianjatim.Id, langsung ke TKP melakukan klarifiksi ke lokasi kejadian yakni ruang kelas VIII SMPN 1 Kembangbahu.

Dari pantauan media Harianjatim.Id, saat di lokasi untuk klarifikasi kepada Kepala Sekolah, menurut salah satu dewan guru dengan lagak santainya mengatakan bahwa kepala sekolah tidak ada di tempat, tugas luar katanya,

Baca Juga :  Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Dengan sedikit memberikan keterangan dan penjelasan kepada media, tapi dari semua keteranganya tidak sesuai fakta di lapangan, akhirnya tim memohon untuk dipertemukan dengan Suyanto, selaku Humas.

Namun humas juga masih nunggu ujian, setelah ditunggu beberapa menit, akhirnya Suyanto seolah gak punya dosa keluar dan menjelaskan bahwa, semua permasalahan sudah diserahkan pada Kadis Pendidikan Kabupaten Lamongan.

Dari hasil keterangan yang kurang memuaskan, akhirnya tim bergerak masuk ke lingkungan sekolah untuk meminta penjelasan dari beberapa siswa yang tahu persis kronologi kejadian yang sebenarnya.

Akhirnya dari beberapa siswa, Tim menemukan sang Srikandi solidaritas Brilliana Dwi Mega, dari sinilah kronologi yang sebenarnya terungkap.Rabu, 25/09/2024

Menurut Mega, menerangkan bahwa video yang di unggah tersebut sebenarnya telat, karena kejadian pemukulan yang lebih keras dan lebih mengenaskan terjadi sebelum saya video, bahkan Satrio sempat di pukul berulang kali sebelum video tersebut, ungkapnya.

Baca Juga :  Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi "KLIK KOSMA"

Selanjutnya Kami mendatangi Kantor Kadispendik Lamongan untuk meminta keterangan dar iMunif Syarif M.M, selaku Kadis Pendidikan Lamongan,

“menurutnya semua permasalahan sudah di klarifikasi, kemarin malam dengan baik dan diselesaikan secara kekeluargaan, pihak sekolah yang mencakup, Kasek, guru, siswa juga kedua wali siswa, Kami undang untuk dipertemukan, duduk bersama dan Kami mediasi, semua pihak sepakat saling memaafkan”, jelasnya.

Munif Syarif juga menambahkan, akhirnya semua pihak saling berjabat tangan, dan sebagai langkah kongkrit, Kami untuk membuat suasana biar tidak bertambah runyam, maka Bu Eli di nonaktifkan dari SMPN 1 Kembamgbahu. Untuk sementara Kami posisikan di kantor, sesuai pernyataan dan kesepakatan bersama dalam mediasi kemarin malam, tutupnya .(WiN)

Berita Terkait

Terkait Polemik Lahan Prasasti Cunggrang, Dua Kubu Bentrok, Korban Lapor Polisi
Bau Busuk & Air Menghitam Sebulan Penuh, Forum DAS Wrati Tagih Janji Nyata Pemkab dan BBWS
KIPAN Kota Pasuruan Resmi Dilantik, Siap Jadi Garda Terdepan Perang Lawan Narkoba
Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi
DPC LIN Pasuruan Sentil Aksi ‘JN Soal Tambang Gunungsari: “Bukan APH, Jangan Buat Kegaduhan!”
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Terkait Polemik Lahan Prasasti Cunggrang, Dua Kubu Bentrok, Korban Lapor Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Bau Busuk & Air Menghitam Sebulan Penuh, Forum DAS Wrati Tagih Janji Nyata Pemkab dan BBWS

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Berita Terbaru