Terkait Dugaan Jembatan Fiktif, Kades Bakalan Membantahnya, Hasil Monitoring Kecamatan Purwosari Dipertanyakan

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Bakalan Ahmad Abdulloh saat diwawancarai awak media di Kantor Balai Desa Bakalan (Dok. Harianjatim.id)

Kades Bakalan Ahmad Abdulloh saat diwawancarai awak media di Kantor Balai Desa Bakalan (Dok. Harianjatim.id)

Pasuruan, Harianjatim.id – Kasus dugaan jembatan fiktif yang menjerat Pemdes Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan warganya ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pasuruan terus berproses.

Setelah ramai dalam pemberitaan, kabarnya Inspektorat Kabupaten Pasuruan juga sudah turun tangan memeriksa dugaan tersebut.

Saat diwawancarai awak media di Kantor Balai Desa Bakalan, Kades Ahmad Abdulloh terkait dugaan jembatan fiktif, ia membantahnya, dengan alasan material pembangunan sudah disiapkan tapi memang belum terlaksana karena waktu itu musim penghujan.

“Jembatan tersebut SPJ Tahun Anggaran 2024, TPK sudah siap laksanakan pembangunan, tapi waktu itu musim penghujan mas, sehingga material yang sudah ada larut terbawa air “, ungkapnya. Kamis, 18/06/2926

Saat ditanyakan bukti-bukti atau dokumen yang menyatakan adanya meterial tersebut siap untuk waktu itu dan kenapa sampai sekarang sudah 2 tahun berjalan kok nggak ada pembangunan jembatan, Kades Bakalan terlihat kebingungan dan tidak bisa menjelaskan.

Baca Juga :  Serapan APBD 2025 Capai 92 Persen, DPRD Pasuruan Bedah Laporan Pertanggungjawaban Bupati

Salah satu tokoh masyarakat Bakalan yang enggan disebutkan namanya, menanggapi statement Kades Bakalan dengan sinis, secara logika SPJ tersebut Tahun 2024 hingga saat ini pembangunannya pun nggak ada realisasinya, apa itu klo nggak namanya fiktif.

Baca Juga :  Terkait Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wabup Jawab Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Kaabupaten Pasuruan

“Alasan Kades itu cuma akal-akalan aja, kalau memang sudah siap laksanakan pembangunan, kenapa sampai sekarang belum terealisasi, apa itu klo nggak namanya fiktif”, ucapnya dengan nada sinis. Jum’at, 19/06/2026

Camat Purwosari Munif Triatmoko saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp terkait hasil tim monitoring PMD Kecamatan Purwosari terkait dugaan jembatan fiktif enggan menjawab alias bungkam. Kamis, 19/06/2026  (red)

Berita Terkait

Terkait Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wabup Jawab Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Kaabupaten Pasuruan
Serapan APBD 2025 Capai 92 Persen, DPRD Pasuruan Bedah Laporan Pertanggungjawaban Bupati
Program PTSL 2026 Desa Kemiri Kepanjen, Fokus 500 Bidang Pada Lahan Pemukiman
Garda Depan Transparansi PTSL 2026, Pokmas Desa Kranggan Malang Tegas Patuhi SKB Tiga Menteri
Antusiasme Warga Dalam Program PTSL 2026 Desa Tumpang Malang Target Kuota 500 Bidang
PTSL 2026 Desa Gampingan Kebut Validasi 700 Berkas, Target 1000 Bidang Masuk BPN Juli Ini
Kabar Baik Buat Warga Tempursari Malang: 1.500 Bidang Tanah Siap Disertifikasi Lewat PTSL 2026
Menuju ‘Desa Lengkap’, Desa Banjarejo Targetkan 1.000 Bidang Tanah Tersertifikasi di PTSL 2026

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 20:17 WIB

Terkait Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Wabup Jawab Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Kaabupaten Pasuruan

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:33 WIB

Terkait Dugaan Jembatan Fiktif, Kades Bakalan Membantahnya, Hasil Monitoring Kecamatan Purwosari Dipertanyakan

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:28 WIB

Program PTSL 2026 Desa Kemiri Kepanjen, Fokus 500 Bidang Pada Lahan Pemukiman

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:57 WIB

Garda Depan Transparansi PTSL 2026, Pokmas Desa Kranggan Malang Tegas Patuhi SKB Tiga Menteri

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:17 WIB

Antusiasme Warga Dalam Program PTSL 2026 Desa Tumpang Malang Target Kuota 500 Bidang

Berita Terbaru