Sesal Tiada Guna..!! Kejari Pasuruan,  Tetapkan Bayu Ketua PKBM Salafiyah Kejayaan, Sebagai Tersangka

- Redaksi

Selasa, 31 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bayu, Ketua PKBM Salafiyah Kejayan, saat digelandang ke mobil tahanan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan (foto: ist)

Bayu, Ketua PKBM Salafiyah Kejayan, saat digelandang ke mobil tahanan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan (foto: ist)

Pasuruan, Harianjatim.id — Dalam kasus dugaan korupsi dana BOP atau Dana Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Pasuruan memasuki babak baru.

Bayu Putra Subandi salah satu guru ASN di sekaligus Ketua PKBM Salafiyah Kejayan ditetapkan tersangka oleh Kejari Kabupaten Pasuruan. Senin, 30/12/2024

Kajari Kabupaten Pasuruan, Teguh Ananto membeberkan informasi yang sangat mencengangkan bahwa dana BOP yang diterima PKBM Salafiyah Kejayan dari tahun 2021 sampai Juni 2024 adalah Rp 2,692 Miliar. Angka ini menggambarkan betapa besarnya potensi dana yang seharusnya mendukung pendidikan, tetapi malah disalahgunakan.

Dana yang diselewengkan tersangka itu sebesar Rp 1,955 Miliar. “Artinya, hampir 73 persen anggaran bantuan itu dimainkan,” Tegas Kejari

Sementara itu, Dimas Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, saat dikonfirmasi setelah pelaksanaan press release mengungkapkan modus operandi yang dilakukan oleh tersangka BPS ialah memanipulasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ).

Baca Juga :  Program IRPOM Desa Tembelang Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Petani Dusun Ngampel Optimistis Tingkatkan Hasil Panen

“Tersangka memanipulasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) untuk menutupi tindakan korupsi yang dilakukannya, dan hasil audit yang dilakukan oleh inspektorat menunjukkan kerugian negara yang signifikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, alokasi anggaran yang seharusnya digunakan untuk pengadaan buku ajar tidak pernah dibelanjakan, menciptakan ilusi bahwa ada kerjasama dengan pihak ketiga yang sebenarnya fiktif.

Baca Juga :  Sindikat 'Suntik' LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!

“Namun faktanya, pihak ketiga yang dimaksud tidak pernah ada, dan uang tersebut diduga kuat dialokasikan untuk kepentingan pribadi tersangka, terdapat pula laporan mengenai kegiatan fiktif yang mencakup pembayaran untuk guru honorer, yang seharusnya mendukung pendidikan tetapi justru menjadi umpan untuk praktik korupsi,” ungkapnya. (Sa/Red*)

 

Berita Terkait

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga
Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi
Sindikat ‘Suntik’ LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!
Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan
Gerebek Sarang Narkoba di Prigen, Kapolres Pasuruan Pimpin Langsung Penangkapan 4 Pengedar
Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Wapresma UNU Pasuruan Hadir Sebagai Pemantik, Mahasiswa Baru Sukses Inisiasi “KLIK KOSMA”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Sindikat ‘Suntik’ LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan

Berita Terbaru