Polsek Tulangan Ajak Pemdes Kepatihan, Tanam Sayur Hidroponik Demi Ketahanan Pangan di kabupaten Sidoarjo.

- Redaksi

Jumat, 13 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Bimas Polres Sidoarjo, Kompol. Yudhi Prasetyo SH, saat lakukan kunjungan ke Desa Kepatihan, dalam rangka penguatan Ketahanan Pangan, dalam wilayah hukum Polsek Tulangan  (foto: ist)

Kasat Bimas Polres Sidoarjo, Kompol. Yudhi Prasetyo SH, saat lakukan kunjungan ke Desa Kepatihan, dalam rangka penguatan Ketahanan Pangan, dalam wilayah hukum Polsek Tulangan (foto: ist)

Sidoarjo, Harianjatim.id – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subyanto, yang tercantum dalam “Asta Cita”, Kapolsek Tulangan AKP. Abdul Cholil, SH, beserta Jajaranya mengajak Kepala Desa Kepatihan H, Rigor Putra Tama, Sekdes H. Novianto, beserta semua Perangkat Desa dan warga masyarakat Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, untuk menanam sayur. Jum’at,13/12/2024.

Terlihat antusias dan semangat sekali Kapolsek Tulangan beserta Anggotanya juga Kepala Desa, beserta Perangkat Desa Kepatihan, setelah Senam Pagi sampai siang dan setelah Sholat Jum’at dilanjutkan lagi Aktivitas untuk memanfaatkan lahan serta pekarangan yang terlihat kosong baik disamping kanan dan kiri Masjid AT TAUBAH Kedurus, juga di pekarangan rumah warga dengan menanami semua jenis bibit sayur sayuran juga bibit tanaman lainnya.

Baca Juga :  Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban 'Rekrutmen Bodong' RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

Penanaman dengan sistem hidroponik, bisa dapat menghasilkan dan bermanfaat buat warga desa Kepatihan, seperti menanam sayuran Sawi, Bayam, Wortel, Serai, Kemangi, Cabe Merah, Cabe Hijau, Cabe Rawet, Tomat, Brocoli, Terong, dan lain lain,

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Tulangan, AKP. Abdul Cholil, SH mengatakan bahwa, setelah presiden mencanangkan program ketahanan pangan, pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kepatihan, untuk memantapkan sektor ketahanan pangan.

Tepat jam 14:30 WIB, tampak hadir kunjungan dari Kasat Bimas Polres Sidoarjo, Kompol Yudhi Prasetyo, SH, MH, beserta Jajaranya, beliau meninjau langsung kelokasi tempat tanaman bibit-bibit sayuran, sekaligus meninjau pekarangan rumah warga yang terlihat masih kosong agar bisa dimanfaatkan untuk ditanami sayur sayuran dan palawija,

Baca Juga :  Diduga SPJ Jembatan Fiktif, Warga Bakalan Purwosari Resmi Laporkan Pemdes ke Polisi

Kompol, Yudhi Prasetyo, SH, MH, juga mengatakan Program ini termasuk sebagai program unggulan untuk mewujudkan sumber ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan atau pekarangan yang terbengkalai, tidak terurus oleh pemiliknya kan sayang, mending dimanfaatkan untuk menanam sayur sayuran, palawija dengan cara Hidroponik, ujar Kasat.

“Tanaman hidroponik yang dikembangkan dan dikelola secara swadaya oleh warga masyarakat Desa Kepatihan, ini nantinya merupakan implementasi program ketahanan pangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi”, jelasnya.

Baca Juga :  Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Manyarsari Mojokerto Gelar Sedekah Bumi dan Luncurkan Kopdes

Sementara itu Kades Kepatihan, H, Rigor Putra Tama mengatakan bahwa, lokasi tanaman hidroponik ini nanti akan disinergikan dengan BUMDes agar lebih memantapkan sisi menejerial sehingga lebih berkembamg, maju pesat, dan juga bisa meningkatkan kesejahteraan taraf hidup warga masyarakat Kepatihan.

“Tanaman sayuran hidroponik ini multifungsi sebagai bahan kebutuhan pokok sehari-hari. Seperti kebutuhan dapur bagi emak-emak, serta menghasilkan berbagai komoditi sayuran yang sehat. Hasil sayuran hidroponik ini juga tidak kalah dengan sistem konvensional”, Ujar Kades Kepatihan.( joss)

Berita Terkait

Diduga SPJ Jembatan Fiktif, Warga Bakalan Purwosari Resmi Laporkan Pemdes ke Polisi
Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Manyarsari Mojokerto Gelar Sedekah Bumi dan Luncurkan Kopdes
Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan
Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar
Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat
DPRD Pasuruan Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Dorong Inovasi Meski Anggaran Ketat
Sidak Proyek Koperasi Merah Putih Sebani: GM FKPPI Temukan Banyak Ketimpangan
Warga Desa Ngabar, Kecamatan Kraton Resah, Keluhkan Potongan BLT- DD Oleh Oknum Kasun Sukodani

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:05 WIB

Diduga SPJ Jembatan Fiktif, Warga Bakalan Purwosari Resmi Laporkan Pemdes ke Polisi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:43 WIB

Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Manyarsari Mojokerto Gelar Sedekah Bumi dan Luncurkan Kopdes

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:34 WIB

Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

Senin, 27 April 2026 - 12:11 WIB

Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45 WIB

Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat

Berita Terbaru