Pj. Bupati Pasuruan, Resmikan Gedung Baru Graha Anak Terpadu, Guna Peningkatan Pelayanan di RSUD Bangil

- Redaksi

Jumat, 20 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj. Bupati Pasuruan, Dr. Nurkholis, Resmikan Gedung Baru Graha Anak Terpadu, di RSUD Bangil  (Dok. Harianjatim.id)

Pj. Bupati Pasuruan, Dr. Nurkholis, Resmikan Gedung Baru Graha Anak Terpadu, di RSUD Bangil (Dok. Harianjatim.id)

Pasuruan , Harianjatim.id – Dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, RSUD Bangil, Kabupaten Pasuruan terus berbenah, berbagai upaya terus dilakukan, termasuk pembangunan Geduang Baru khusus anak-anak.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil Meresmikan Gedung Baru Graha Anak Terpadu “Pelita Hati”, di gedung Management lantai 3 pada kamis(19/12/2024)siang.

Peresmian tersebut Diresmikan dan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Penjabat Pj. Bupati Dr. Nurkholis dan disaksikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini; Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Teguh Ananto; Asisten Pemerintahan dan Kesra, Diano Vella Fery dan undangan lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Sambutan Direktur RSUD Bangil, Dr. Arma Roosalina menyampaikan, Graha Terpadu Anak Pelita Hati dibangun dengan tiga lantai dengan total 55 tempat tidur.

Baca Juga :  Diduga SPJ Jembatan Fiktif, Warga Bakalan Purwosari Resmi Laporkan Pemdes ke Polisi

Lantai pertama khusus untuk Kelas Rawat Inap Standart (KRIS), kemudian Lantai kedua untuk ruang HCU (high care unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) alias ruangan yang digunakan untuk merawat anak-anak yang mengalami kondisi medis serius dan mengancam jiwa dengan total 16 tempat tidur; serta Lantai ketiga untuk rawat inap VIP dan VVIP dengan 10 tempat tidur.

“Total ada 55 tempat tidur yang ada di dalam Graha Pelita Hati. Lantai satu paling banyak tempat tidurnya karena untuk pasien kelas III, II dan I, apalagi jadi persyaratab kerja sama dengan BPJS Kesehatan juga,” ungkapnya

Baca Juga :  Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban 'Rekrutmen Bodong' RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

Untuk membangun graha anak Pelita Hati, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 9,465 Milyar. Anggaran tersebut berasal dari DBHCHT Kabupaten Pasuruan tahun 2024.

DrArma mengimbuhkan bahwa RSUD Bangil masih membutuhkan pengadaan alat kesehatan. Sehingga diharapkan dapat dipenuhi dari DBHCHT Kabupaten Pasuruan tahun 2025 mendatang.

“Kalau di lantai satu, kamarnya sudah termanfaatkan semua. Lantai dua beberapa saja yang termanfaatkan karena masih membutuhkan pengadaan alat kedokteran dengan dukungan anggaran DBHCH di tahun depan,” imbuhnya.

Lalu bagaimana dengan dokter yang ditugaskan di Graha Anak Pelita Hati? Arma menegaskan bahwa RSUD Bangil punya 4 dokter spesialis anak yang siap untuk memberikan pelayanan terbaik pada anak-anak yang dalam kondisi sakit dan harus dilarikan ke Rumah Sakit.

Baca Juga :  Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Manyarsari Mojokerto Gelar Sedekah Bumi dan Luncurkan Kopdes

“Kami punya empat dokter spesialis anak dengan skill yang mumpuni dan siap memberikan pelayanan terbaiknya,” singkatnya.

Sementara itu, Pj Bupati Nurkholis berharap agar RSUD Bangil terus mengembangkan inovasi layanan kesehatannya pada publik. Termasuk bagaimana menciptakan sebuah kenyamanan bagi pasien yang tengah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

“Setiap rumah sakit itu harus punya keunggulan. Salah satunya RSUD Bangil. Jadi saya harapkan ke depan lebih ditingkatkan lagi menjadi RS dengan type yang lebih baik, syukur-syukur bisa jadi RS type A,” tuturnya. (Red*/Hum)

Berita Terkait

Diduga SPJ Jembatan Fiktif, Warga Bakalan Purwosari Resmi Laporkan Pemdes ke Polisi
Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Manyarsari Mojokerto Gelar Sedekah Bumi dan Luncurkan Kopdes
Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan
Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar
Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat
DPRD Pasuruan Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Dorong Inovasi Meski Anggaran Ketat
Sidak Proyek Koperasi Merah Putih Sebani: GM FKPPI Temukan Banyak Ketimpangan
Warga Desa Ngabar, Kecamatan Kraton Resah, Keluhkan Potongan BLT- DD Oleh Oknum Kasun Sukodani

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:05 WIB

Diduga SPJ Jembatan Fiktif, Warga Bakalan Purwosari Resmi Laporkan Pemdes ke Polisi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:43 WIB

Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Manyarsari Mojokerto Gelar Sedekah Bumi dan Luncurkan Kopdes

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:34 WIB

Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

Senin, 27 April 2026 - 12:11 WIB

Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45 WIB

Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat

Berita Terbaru