Membangun WC di Lompongan, Warga Sengonagung Digugat di PN Bangil

- Redaksi

Rabu, 13 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasuruan, Harianjatim.id – Seorang warga Sengonagung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, Nur Cholifah (43thn) menggugat tetangga, Muklas (60 thn) ke Pengadilan Negeri (PN) Bangil.

Permasalahan ini bermula, Nur Cholifah (Penggugat) terganggu dengan WC yang dibangun oleh, Muklas (Tergugat) yang dibangun sekitar tahun 2022 silam.

Dalam pantauan awak media, WC yang dibangun tergugat adalah WC kedua yang memanfaatkan lompongan/sela batas bidang antara Penggugat dengan Tergugat dan lokasinya tepat dibawah jendela/sirkulasi udara dapur milik Penggugat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang dihimpun, sebelumnya, Tergugat juga membangun WC pertama yang juga memanfaatkan lompongan milik tetangganya.

“WC yang pertama, lokasinya lurus dengan jendela kamar tidur saya, dan WC yang kedua ini tepat berada di jendela dapur dan merusak sebagian dinding rumah saya. Sehingga setiap harinya, kami sekeluarga harus menghirup bau yang tak sedap selama hampir tiga tahun ini,” ujar Nur Cholifah beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan

Dengan situasi yang dialami Nur Cholifah tersebut, pihaknya sangat terganggu dengan adanya WC kedua yang dibangun oleh Tergugat, dan Ia meminta kepada pihak aparat desa agar WC kedua milik Tergugat tersebut dibongkar, dan difungsikan menjadi lompongan (kembali seperti semula).

Sementara itu, Muklas selaku Tergugat tidak mau kalau WC kedua yang Ia bangun dibongkar begitu saja, Ia mengklaim bahwa lompongan yang dimanfaatkan sebagai WC yang kedua itu adalah tanah miliknya.

“Lompongan ini adalah tanah milik saya, seharusnya yang dibongkar bukan WC saya melainkan tembok rumah milik Nur Cholifah yang harus dibongkar,” akunya beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht

Terkait adanya permasalahan tersebut, Kepala Desa Sengonagung, H. Atim Salim mengatakan kalau permasalahan kedua belah pihak sudah di mediasi di Balai Desa Sengonagung, bahkan sampai 3X (tiga kali) mediasi dan hasilnya nihil.

“Dari pihak aparat desa sudah berupaya untuk mediasi agar masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, sampai beberapa kali mediasi tidak ada titik temu,” terangnya beberapa waktu lalu.

Sehingga, dari pihak desa mengembalikan permasalahan ini kepada masing-masing pihak, dan juga mempersilahkan jika mau dibawa ke rana hukum.

Merasa tidak puas atas permasalahan tersebut, karena sudah berkali-kali mediasi tapi tidak ada titik temu, tanpa banyak cing-cong, Nur Cholifah melalui kuasa hukumnya, melayangkan somasi kepada Muklas.

Baca Juga :  Gerebek Sarang Narkoba di Prigen, Kapolres Pasuruan Pimpin Langsung Penangkapan 4 Pengedar

Namun beberapa somasi yang sudah dilayangkan oleh kuasa hukum Penggugat diabaikan oleh Tergugat, sehingga berakibat permasalahan ini sampai gugatan di PN Bangil.

Hertanto Budhi Prasetyo selaku kuasa hukum dari Penggugat mengatakan kalau saat ini adalah sidang pertama, dengan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) namun Tergugat tidak hadir meski sudah diundang secara patut oleh PN Bangil. Rabu, (12/11/2024).

“Sidang hari ini ditunda, Majelis Hakim telah memberi kesempatan 14 hari lagi, untuk mengundang Tergugat secara patut agar bisa hadir dalam persidangan,” ujarnya. (Red*)

Berita Terkait

Sindikat ‘Suntik’ LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!
Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan
Gerebek Sarang Narkoba di Prigen, Kapolres Pasuruan Pimpin Langsung Penangkapan 4 Pengedar
Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht
Biadab! Terdesak Utang Judol, Paman di Dayurejo Prigen Tega Habisi dan Bakar Keponakannya Demi Honda Beat
Modal Kunci T Rusak Stang Scoopy, Aksi Pencuri di Parkiran Akhirnya Diamankan Unit Reskrim Polsek Purwosari
Jajaran Forkopimda Pasuruan dan Bea Cukai Musnahkan Hasil Penindakan Barang Kena Cukai Ilegal Tahun 2026
Endus Indikasi Kerugian Negara Rp717 Juta, DPD Jatim LSM Penjara Indonesia Duga Proyek Futsal dan PJU di Pasuruan Bermasalah

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Sindikat ‘Suntik’ LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Gerebek Sarang Narkoba di Prigen, Kapolres Pasuruan Pimpin Langsung Penangkapan 4 Pengedar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Biadab! Terdesak Utang Judol, Paman di Dayurejo Prigen Tega Habisi dan Bakar Keponakannya Demi Honda Beat

Berita Terbaru