Pasuruan, harianjatim.id – Pemandangan berbeda tampak di dapur umum yang terletak di wilayah Winongan, Kabupaten Pasuruan. Pada Senin (11/03/2024), pasalnya, beberapa orang tak terbiasa terlihat memasak di dapur umum tersebut.
Setelah beberapa awak media diberi tahu oleh Abdul Kodir salah seorang Kabid Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan yang berada di lokasi mengkorfimasi bahwa pada pagi ini kami mendapat bantuan dari temen temen BHARADUTA D’PANDIGA PASURUAN yang datang dengan membawa bantuan Sembako. Tak hanya itu mereka juga memberikan bantuan tenaga proses memasak, atas nama warga yang terdampak bencana banjir di wilayah Winongan dan sekitarnya .
Diketahui, dalam giat yang dilaksanakan itu sebagai bentuk kepedulian tehadap korban bencana banjir guna meringankan penderitaannya. Di dapur umum tersebut setiap harinya menyediakan nasi bungkus sebanyak seribu lima ratus porsi untuk dibagikan kepada korban banjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti apa yang dikatakan Aipda Tofik Hidayatuloh selaku ketua rombongan BHARADUTA D’PANDIGA,” Kami berusaha dengan kemampuan temen temen. Yakni berusaha untuk membantu masyarakat yang terimbas bencana. Dimana kami semua ini berdinas.
“Karena kami sadar betul, Lanjut Tofik,” bahwa tugas kami sebagai polisi adalah melindungi dan melayani masyarakat. Jadi, dengan melihat ada masyarkat yang terkena bencana kami tergugah dan bergegas untuk membantu mereka,” tutur Aipda Tofik saat dikonfirmasi awak media terkait tujuan dari giat ini
Pada saat giat berlangsung. Disitu juga terlihat ada dua anggota polwan Aipda Riki yang sehari harinya berdinas di Propam Polres Pasuruan dan Aipda Dita yang berdinas di Sat Intel Polres Pasuruan, berbaur dengan para ibu ibu untuk memasak.
Hal itu membuat seorang warga bernama Ibu Zainab nyeletuk, “Ternyata bu Polwan juga jago masak,” Cetusnya sambil tertawa.
Perlu diketahui, BHARADUTA D’PANDIGA ini adalah dua gabungan kata antara Polisi Laki Laki dengan Polisi Wanita. Bharaduta sendiri adalah singkatan dari Bhayangkara Dua Tiga. Bharaduta julukan untuk polisi laki-laki anggota BDN.
Sedangkan untuk polisi wanita (polwan) dijuluki D’Pandiga yang merupakan singkatan dari Dua Delapan Dua Tiga. Lebih jelasnya BHARADUTA D’PANDIGA adalah bintara Polri yang lulus sekolah pembentukan polisi dan berdinas pertama tahun dua ribu tiga.
Penulis: M.Hasan









