Pasuruan, Harianjatim.id – Warga Banjiran Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan resah, karena status di WA, NK oknum pegawai Korcam PUBM menyampaikan blacklist terkait proyek peningkatan aksebilitas transportasi di ruas jalan Banjiran–cowek atau open Banjiran.
Hal tersebut membuat resah dan gaduh dikalangan warga masyarakat Dusun Banjiran, karena mereka merasa khawatir proyek akses jalan yang menghubungkan antara Dusun Banjiran- Desa Cowek terancam batal, akibat status WA oknum pegawai PUBM, yang terlihat meyakinkan.
Menurut penuturan salah satu warga yang enggan disebutkan namanya dan mewakili warga yang lain menyampaikan, akibat status WA yang disampaikan oleh Oknum pegawai Korcam PUBM (NK), membuat khawatir kita semua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iyaa mas, kami semua merasa sangat khawatir atas penyampaian NK di status WAnya, yang menyatakan blacklist proyek jalan yang menghubungkan antara Banjiran-cowek, Gegara Kasun memojokkan keluarganya”, ungkapnya. Rabu, 19/02/2025
Dalam status WA (NK) yang pertama jelas, dalam daftar nama proyek peningkatan aksebilitas transportasi Dusun Banjiran ditandai, dengan keterangan, “Gara Kasunnya memojokkan keluarga saya, yo tak blacklist tah, mohon maaf nggih warga Banjiran”.
Lebih lanjut warga juga menambahkan, setelahnya ada status lagi, dengan posting foto bersama seseorang dengan keterangan “Bicara tentang pembatalan proyek PL aspal hotmix ruas Banjiran-Cowek atau open Banjiran bersama Wakabid BM”.
“Dari dua status NK tersebut, kami hampir semua warga Banjiran resah dan khawatir, kalau proyek tersebut benar-benar diblacklist (dibatalkan) oleh Dinas PUBM”, jelasnya dengan nada cemas.
Kami berharap, kalau NK ada konflik dengan Kasun ataupun dengan jajaran Pemerintah Desa setempat, janganlah mengorbankan kepentingan umum demi kepentingan pribadi, jangan mencampuradukkan antara pekerjaan dengan urusan keluarganya, tutur warga.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, melalui aplikasi Whatsapp pada Rabu, 19 februari 2025, terkait status WAnya yang membuat gaduh dan panik warga, Nk enggan menjawab, meski sudah centang biru alias sudah dibaca.
Saat ini awak media masih berusaha konfirmasi ke Wakabid BM, tetapi masih kesulitan karena masih belum menemukan aksesnya dan sampai berita ditayangkan pada hari ini, kamis 20 februari 2025, NK juga masih belum berkomentar. (Red*)
Bersambung…









