Pasuruan, Harianjatim.id – Pemeliharaan Berkala Jalan, Anggaran dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Kabupaten Pasuruan, sudah mulai proses pengerjaannya pada bulan Agustus 2024.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan, melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, sumber dana dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, sumber dana dari DBHCHT Tahun 2024, mengucurkan anggaran Rp. 1.623.164.800,00, dengan pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Dayurejo- Talunongko, Kecamatan Prigen, dengan Kontraktor Pelaksana CV. Arsita Raya, No.Kontrak : 00.32/PPK-III/10.32-DBHCHT/424.073/2024, dan didampingi Konsultan Pengawas CV. Neo Architama Konsultan.
Dalam pelaksanaan pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Dayurejo- Talu Nongko hingga sekarang masih dalam proses pekerjaan, hal ini menjadi keluhan dari warga Dayurejo karena sudah dua bulanan pekerjaannya masih berantakan, dan terkesan sangat lamban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah warga Dusun Gutean, mengaku keluhkan pelaksanaan proyek pekerjaan jalan tersebut sangat lambat dan diduga asal-asalan, sehingga sangat menggangu aktifitas sehari-hari warga di sini. Rabu, 30/10/2024
“Ada apa dengan pelaksana proyek jalan ini, kenapa kok sangat lambat, sedangkan proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Palang- Dayurejo (Ljt), sudah selesai, pekerjaannya cepat dan rapi, kasian warga sini klo lambat gini, materialnya berserakan dan debunya juga luar biasa”, ungkapnya.
Kami hampir setiap pagi menyapu jalan, karena banyak pasir di jalan, kasian orang yang lewat kalau sampai jatuh terpereset, karena banyak pasir, soalnya jalan di sini sangat curam, tuturnya.
Keluhan yang sama, juga banyak dilontarkan oleh warga Dusun Dayu, terkait lambannya pekerjaan proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Dayurejo- Talunongko, karena sangat menggangu aktifitas sehari-hari warga, apalagi debunya, juga sangat menggangu.
Saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp, pelaksana pengawas proyek di lapangan, CV. Arshita Raya, Rosyid, menyampaikan banyak kendala pak, mulai dari hajatan warga yang menutup akses jalan, truk molen yang gak bisa nanjak, juga untuk posisi atas, serta ada beberapa faktor dari pekerja juga yang ada udzur. Kamis, 31/10/2024
“Lambatnya pekerjaan kami di lapangan, terkait adanya hajatan warga, medan yang menanjak serta pekerja yang ijin karena suatu kepentingan pribadi, alias udzur” dalihnya. (Red*)









