Aliran Sungai Wangi kembali Berubah Warna dan Berbau Busuk, Warga Empat Desa Terdampak Mulai Resah 

- Redaksi

Sabtu, 5 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi air aliran sungai wangi, di bawah jembatan tanggul, Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, (Dok.Harianjatim.id)

Kondisi air aliran sungai wangi, di bawah jembatan tanggul, Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, (Dok.Harianjatim.id)

Pasuruan, Harianjatim.id – Warga masyarakat empat Desa, (Desa Baujeng, Desa Ngembe, Desa Kenep) Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan, dan Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, yang terdampak oleh aliran sungai Wangi, yang sekarang sudah berubah warna dan menimbulkan bau menyengat, menyebabkan warga mulai resah kembali.

Dugaan kuat beberapa Perusahaan di sekitar wilayah tersebut, kembali membuang limbah tanpa proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga aliran sungai Wangi kembali tercemar hingga berubah warna dan menimbulkan bau tak sedap.

Menurut keterangan salah satu warga, pasca didemo oleh warga dari empat Desa terdampak, beberapa perusahaan di sekitar wilayah tersebut, selama dua minggu tidak membuang limbah ke sungai, aliran air di Sungai Wangi kembali jernih dan warga pun senang.

“Tapi setelah 2 minggu, Perusahaan kembali berulah, limbah perusahaan dibuang ke aliran sungai Wangi lagi, tanpa melalui proses baku mutu, sehinga air sungai kembali berubah warna dengan bau menyengat ” keluhnya.

Melihat keresahan dan keluhan warga mulai muncul, H. Sobik Kades Baujeng, melakukan penelusuran, bersama Kades Ngembe dan Kenep, tekait apa yang telah dikeluhkan warganya.

“Warga mengeluh, saat ini air sungai berubah warna dengan bau menyengat, kalau ini dibiarkan, para petani di empat Desa terdampak, terancam gagal panen, Desa Baujeng sendiri, ada 100 hektar lahan pertanian akan terancam gagal panen, belum lagi desa-desa yang lain,” jelas H. Sobik.

Saat kami melakukan penelusuran, di aliran sungai wangi, di jembatan tanggul, memang benar yang dikeluhkan warga, air sungai berubah warna, putih kayak susu dan berbau menyengat. Rabu, 2 Oktober 2024

Baca Juga :  Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat

“Beberapa Perusahaan nakal yang berada di sekitar wilayah tersebut, diduga kuat kembali berulah, membuang limbah sembarangan tanpa melalui proses baku mutu, apalagi Perusahaan Tango dan Teh Gelas, diduga paling dominan,”ungkap Kades Baujeng.

Percuma anggaran milyaran rupiah, yang berasal dari Kementerian, untuk membangun alat pengontrol limbah di wilayah ini, tetapi tidak berfungsi, warga hanya ingin, air sungai kembali jernih dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, tegasnya.

Mendengar informasi keresahan warga Desa Baujeng dan sekitarnya, terkait dugaan beberapa perusahaan yang berada di sekitar wilayah tersebut kembali membuang limbah sembarangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, datang ke lokasi, mengecek kebenaran informasi yang sudah diterima.

Baca Juga :  Diduga Oknum TNI Hajar Kasir Cafe Mentari Hingga Pingsan dan Dilarikan ke UGD

Kedatangan empat orang dari DLH Provinsi Jawa Timur, Bidang Penanganan Limbah dan Bidang Hukum ini, disambut oleh Kades Baujeng, untuk mendengar keluhan dari warga dari keempat Desa yang terdampak. Jum’at, 04/10/2024

DLH Provinsi Jawa Timur, Bidang Hukum, Feni, menyampaikan, kami sudah melihat kondisi air di aliran sungai wangi, dan sudah mengambil samplenya dan segara dalam waktu dekat akan kami sampaikan hasil dari Labnya.

“Memang ini adalah kewenangan dari DLH Provinsi Jawa Timur, kami sudah ambil samplenya, dan dalam waktu dekat kami kabari hasil Labnya, alat pengontrol limbah, untuk saat ini, sudah jalan tapi memang belum connect dengan Pusat, kami akan upayakan segera, bisa difungsikan dan bisa connect pusat, agar permasalahan bisa segera bisa diatasi,” tutupnya. (Red*)

Berita Terkait

Drama ‘Cerai Ghaib’ Purwosari Memanas: Kasun hingga RT Terseret Pusaran Intimidasi
Diduga Oknum TNI Hajar Kasir Cafe Mentari Hingga Pingsan dan Dilarikan ke UGD
Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar
Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, LBH CAKRA Layangkan Somasi Kedua ke Kades Rejoso Lor
Tersudut dalam Kasus Pemalsuan Keterangan Alamat, Terlapor AS: “Aktor Intelektualnya SRD!”
Gerak Cepat! Ketua Baru Projo Jatim Siapkan Program 100 Hari Konsolidasi Besar 38 Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur
DPRD Pasuruan Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Dorong Inovasi Meski Anggaran Ketat

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:31 WIB

Drama ‘Cerai Ghaib’ Purwosari Memanas: Kasun hingga RT Terseret Pusaran Intimidasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Diduga Oknum TNI Hajar Kasir Cafe Mentari Hingga Pingsan dan Dilarikan ke UGD

Senin, 27 April 2026 - 12:11 WIB

Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45 WIB

Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat

Selasa, 21 April 2026 - 10:23 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang, LBH CAKRA Layangkan Somasi Kedua ke Kades Rejoso Lor

Berita Terbaru