Antisipasi Perangkat Terjerat Kasus Hukum, Pemkab Sidoarjo, Gandeng Polresta dan Kejari, Gelar Bimtek

- Redaksi

Rabu, 11 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi, Saat membuka Bimtek

Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi, Saat membuka Bimtek "Deteksi dini tentang pencegahan korupsi di Desa", Oleh Dinas PMD (Dok. Harianjatim.id)

Sidoarjo, Harianjatim.id – Tak dipungkiri, ada kepala desa di Sidoarjo yang tersandung kasus hukum. Sebagai antisipasinya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo, menggelar bimbingan teknis bagi kepala desa dan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Selasa, (10/9) di Malang.

Plt. Kepala Dinas PMD, Kabupaten Sidoarjo, Probo Agus mengatakan sudah lama tidak dilakukan pembinaan aparatur perangkat desa di Sidoarjo.
“Sudah sejak 2021 silam,” katanya. Sedangkan, baik kepala desa maupun BPD sangat butuh bimtek.

Baca Juga :  Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban 'Rekrutmen Bodong' RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

“Apalagi ada beberapa aparatur desa yang tersangka kasus hukum, sehingga perlu pembinaan sebagai antisipasi,” jelas Probo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait kegiatan tersebut, maka pihaknya mengundang narasumber dari Polresta Sidoarjo, inspektorat Sidoarjo dan juga dari kejaksaan Negeri Sidoarjo.

Baca Juga :  Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Manyarsari Mojokerto Gelar Sedekah Bumi dan Luncurkan Kopdes

“Karena dalam bimtek ini, ada materi tentang deteksi dini pencegahan korupsi di Desa, selain itu, agar ada penyegaran wawasan bagi kepala desa dan anggota BPD,” ungkapnya.

Sebab sampai saat ini muncul jumlah ketentuan dan aturan baru yang harus benar-benar dipahami perangkat desa. “Ada ketentuan atau aturan yang mungkin belum dipahami atau dimengerti oleh Kades dan BPD sehingga perlu pendampingan,” katanya.

Baca Juga :  Diduga SPJ Jembatan Fiktif, Warga Bakalan Purwosari Resmi Laporkan Pemdes ke Polisi

Probo juga mengatakan, acara ini dibuka langsung oleh Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi ini digelar secara bertahap. “Saat ini dari 9 kecamatan dulu, Minggu depan berlanjut 9 kecamatan sisanya,” tutupnya. (Jos)

Berita Terkait

Diduga SPJ Jembatan Fiktif, Warga Bakalan Purwosari Resmi Laporkan Pemdes ke Polisi
Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Manyarsari Mojokerto Gelar Sedekah Bumi dan Luncurkan Kopdes
Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan
Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar
Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat
DPRD Pasuruan Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Dorong Inovasi Meski Anggaran Ketat
Sidak Proyek Koperasi Merah Putih Sebani: GM FKPPI Temukan Banyak Ketimpangan
Warga Desa Ngabar, Kecamatan Kraton Resah, Keluhkan Potongan BLT- DD Oleh Oknum Kasun Sukodani

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:05 WIB

Diduga SPJ Jembatan Fiktif, Warga Bakalan Purwosari Resmi Laporkan Pemdes ke Polisi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:43 WIB

Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Manyarsari Mojokerto Gelar Sedekah Bumi dan Luncurkan Kopdes

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:34 WIB

Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

Senin, 27 April 2026 - 12:11 WIB

Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar

Jumat, 24 April 2026 - 13:45 WIB

Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat

Berita Terbaru