Polemik Antara Warga Dan Pihak Tahura Resort Prigen, Berakhir Damai, di Kelurahan Pecalukan

- Redaksi

Rabu, 4 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Mediasi antara Warga dan Pihak Tahura berakhir damai di Kelurahan Pencalukan Prigen (dok. Harianjatim.id)

Suasana Mediasi antara Warga dan Pihak Tahura berakhir damai di Kelurahan Pencalukan Prigen (dok. Harianjatim.id)

Pasuruan, Harianjatim.id – Tokoh Masyarakat dan beberapa perwakilan warga Pecalukan yang melakukan aksi demo Senin kemarin, di kantor Tahura Resort Perum Navila Graha Pandaan atas spontanitas solidaritas petani dan pekerja tambang belerang.

Mengklarifikasi bahwa pergerakan warga, pada Senin kemarin, karena adanya kesalahpahaman antara warga dengan pihak Tahura. Selasa Malam, 03/09/2024

Hari ini atas dasar penjelasan dan arahan dari Instansi terkait Lingkungan Hidup dan Kehutanan, warga memohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi khusus kepada Tahura Resort dan Tahura UPT Malang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan damai ini, pihak Tahura Resort diwakili Bapak M.Alfan dan Muji Anto, menerima permintaan maaf warga dengan harapan ke depannya, antara warga, Koperasi, petani dan pekerja belerang bersinergi untuk keberlangsungan kelestarian konservasi alam (Taman Hutan Raya).

Baca Juga :  Cegah Penyelewengan Dana Desa, PKDI Balongpanggang Gelar Sosialisasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

Dihadiri juga oleh Bapak Nur Hidayat dari Bidang Advokasi PBNU selaku pendamping warga dan salah satu yang ditokohkan oleh petani di daerah prigen, menjadi penyambung aspirasi dan penengah atau bisa disebut juga sebagai mediator damai antara warga dan Tahura.

“Semoga dengan adanya permintaan maaf dan kesepakatan damai malam ini, bisa menjadi titik terang untuk semua permasalahan antara warga dan Tahura, dan untuk ke depannya warga, koperasi, pekerja atau petani dan Tahura mempunyai ikatan kesepakatan bersama untuk satu tujuan demi perekonomian, dan kelestarian lingkungan” Ujar pak Dayat (panggilan akrabnya).

Simon perwakilan pemuda Pecalukan menyampaikan permintaan maaf warga kepada Tahura, dan memohon untuk pembebasan Syamsul tanpa syarat, sebagai koordinator pergerakan spontanitas mewakili pemuda menyampaikan maaf atas apa yang dilakukan oleh warga dan pemuda saat melakukan demo di kantor Tahura kemarin.

Baca Juga :  BEM Pasuruan Raya Desak Pemkot Buka RAB Pemeliharaan Rumdin Wawali Rp217 Juta

Muji Anto dari Tahura menyampaikan bahwasanya Resort Tahura ada di barisan paling bawah menerima permintaan maaf warga dan akan menyampaikan kepada Kepala Resort Tahura atas keinginan warga untuk pembebasan tanpa syarat, Kami dari Tahura juga memohon maaf sebesar-besarnya atas apapun yang terjadi antara Tahura dengan warga.

Edi Susanto dari Lembaga hukum perlindungan konsumen dan pelaku usaha yang ada di prigen sebagai pemerhati dalam kasus ini, berharap pertemuan tabayun ini menjadi jembatan untuk penyelesaian sebaik-baiknya dan sesuai dengan harapan warga Pecalukan.

Bhabinkamtibmas polsek prigen Bapak Homsin mengapresiasi pertemuan tersebut atau rapat tabayun seperti ini, dengan rapat tabayun yang seperti ini tujuan penyelesaian konflik bisa tercapai, karena apapun yang dilakukan oleh pak Syamsul juga untuk kelestarian alam dan perekonomian warga.

Baca Juga :  Endus Indikasi Kerugian Negara Rp717 Juta, DPD Jatim LSM Penjara Indonesia Duga Proyek Futsal dan PJU di Pasuruan Bermasalah

Pertemuan ini ditutup oleh Ibu Fefi Purbahayu sebagai Kepala Kelurahan Pecalukan melalui kalimat singkat ” Wes Rek Pisan Wingi Ae Gawe DegDeg Atine Mbok’e, Ojo Maneh-maneh Gawe DegDeg Atine Mbok’e (Sudah nak, sekali aja kemarin yang bikin deg-degan, jangandiulangi lagi bikin bikin deg-degan Hatinya Mak)”, ucap Bu Lurah.

Semoga aksi spontanitas warga serta pertemuan malam ini mendapat berkah dan tuntutan untuk kebebasan Pak Syamsul di ijabah Allah Swt, tentu saja melalui mekanisme dan prosedur dari instansi terkait. (Red*)

 

Berita Terkait

BEM Pasuruan Raya Desak Pemkot Buka RAB Pemeliharaan Rumdin Wawali Rp217 Juta
Cegah Penyelewengan Dana Desa, PKDI Balongpanggang Gelar Sosialisasi Tata Kelola Pemerintahan Desa
Endus Indikasi Kerugian Negara Rp717 Juta, DPD Jatim LSM Penjara Indonesia Duga Proyek Futsal dan PJU di Pasuruan Bermasalah
Pembangunan Gedung Futsal Desa Karangmenggah Diduga Bermasalah, DPD LSM Penjara Indonesia Laporkan ke Inspektorat
BEM Pasuruan Raya Gelar Demo di Polres Pasuruan, Desak Propam Polda Jatim Transparan, Terkait Kasus Kematian Widi
Penanganan Laporan Dugaan Penipuan Jual Beli Tanah di Pekoren Lambat, Pengacara Pelapor Nilai Penyidik Tidak Transparan
Duta MAN 2 Gresik Olivia Citra Laura Terpilih Jadi Anggota Paskibraka HUT RI ke-81 Tingkat Kabupaten Gresik
Segenap Jajaran Manajemen dan Civitas Hospitalia RSUD Bangil Mengucapkan Dirgahayu RI Ke- 81

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:15 WIB

BEM Pasuruan Raya Desak Pemkot Buka RAB Pemeliharaan Rumdin Wawali Rp217 Juta

Selasa, 8 September 2026 - 17:07 WIB

Cegah Penyelewengan Dana Desa, PKDI Balongpanggang Gelar Sosialisasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Endus Indikasi Kerugian Negara Rp717 Juta, DPD Jatim LSM Penjara Indonesia Duga Proyek Futsal dan PJU di Pasuruan Bermasalah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Pembangunan Gedung Futsal Desa Karangmenggah Diduga Bermasalah, DPD LSM Penjara Indonesia Laporkan ke Inspektorat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:30 WIB

BEM Pasuruan Raya Gelar Demo di Polres Pasuruan, Desak Propam Polda Jatim Transparan, Terkait Kasus Kematian Widi

Berita Terbaru