Tujuh Warga Pakis Malang, Dikabarkan Meninggal Dunia Usai Pesta Miras, Diduga Miras Jenis KW

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang, Harianjatim.id – Pesta miras berujung petaka, tujuh warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dikabarkan meninggal dunia usai menggelar pesta miras (Minuman Keras).

Pada awalnya tujuh pemuda tersebut membeli miras di salah satu toko dekat pasar Pakis jenis Anggur Merah Gold diduga KW, tiga orang sempat di larikan ke rumah sakit oleh keluarga, namun nyawanya juga tidak dapat tertolong.  Minggu, 14/12/2025

Baca Juga :  Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan

Menurut informasi di lapangan, peristiwa kematian tujuh pemuda tersebut bermula saat para korban berpesta miras di suatu tempat yang baru dibeli di sebuah toko dekat pasar Pakis untuk percobaan menjelang malam tahun baru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar mas, kasihan mereka mati sia-sia, memang ketujuh pemuda tersebut berpesta miras, mereka membeli anggur merah Gold di salah satu toko dekat pasar Pakis, tiga pemuda berasal dari Bunut, sementara empat pemuda berasal dari Desa lain,” jelas narasumber yang enggan disebutkan namanya. Rabu,17/12/2025

Baca Juga :  Sindikat 'Suntik' LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!

Salah satu keluarga korban akibat miras yang diduga ilegal, menyampaikan bahwa saat ini semua keluarga korban masih berduka dan sampai sekarang masih belum ada yang laporan sama pihak kepolisian.

Baca Juga :  Gerebek Sarang Narkoba di Prigen, Kapolres Pasuruan Pimpin Langsung Penangkapan 4 Pengedar

“Infonya miras jenis Anggur Merah Gold  tersebut adalah barang yang baru datang untuk uji coba menjelang tahun baru nanti, nggak taunya malah membawa bencana, dan informasinya hari ini mungkin pihak kepolisian akan datang ke sini”, ungkapnya. (Red*)

Berita Terkait

Sindikat ‘Suntik’ LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!
Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan
Gerebek Sarang Narkoba di Prigen, Kapolres Pasuruan Pimpin Langsung Penangkapan 4 Pengedar
Biadab! Terdesak Utang Judol, Paman di Dayurejo Prigen Tega Habisi dan Bakar Keponakannya Demi Honda Beat
Modal Kunci T Rusak Stang Scoopy, Aksi Pencuri di Parkiran Akhirnya Diamankan Unit Reskrim Polsek Purwosari
Korban Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Karangploso Datangi Polres Malang Guna Penyelidikan
Waspada Modus Investasi Bodong, BRI Malang Sutoyo Minta Masyarakat Cek Legalitas
Jangan Sampai Uang Melayang, BRI Kepanjen Ingatkan Cara Cermat Hadapi Tawaran Investasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Sindikat ‘Suntik’ LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Gerebek Sarang Narkoba di Prigen, Kapolres Pasuruan Pimpin Langsung Penangkapan 4 Pengedar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Biadab! Terdesak Utang Judol, Paman di Dayurejo Prigen Tega Habisi dan Bakar Keponakannya Demi Honda Beat

Kamis, 24 September 2026 - 14:15 WIB

Modal Kunci T Rusak Stang Scoopy, Aksi Pencuri di Parkiran Akhirnya Diamankan Unit Reskrim Polsek Purwosari

Berita Terbaru