Terungkap Dalam Rapat Kerja Pansus, Merek dan Logo Kopi Kapiten, bukan Milik Pemda

- Redaksi

Senin, 18 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Kerja Pansus, DPRD Kabupaten Pasuruan, dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Disperindag (Dokumen Harianjatim.id)

Rapat Kerja Pansus, DPRD Kabupaten Pasuruan, dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Disperindag (Dokumen Harianjatim.id)

Pasuruan, Harianjatim.id – Langkah awal Pansus Tata kelola Kopi Asli Kabupaten, DPRD Kabupaten Pasuruan, adalah menggali informasi, terkait apa sih kopi Kapiten itu.

Untuk bisa menggali informasi, Pansus memanggil dua OPD yaitu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Disperindag Kabupaten pasuruan, Senin, 18/03/2024

Bertempat Aula DPRD Kabupaten Pasuruan, Pansus tata kelola Kopi asli Kabupaten Pasuruan digelar, dihadiri, seluruh anggota Pansus dari lintas Partai, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian, Lilik Widji Asrii bersama jajaranya dan Ka Disperindag Diana Lukita Rahayu, juga bersama jajarannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pansus, Najib Setiawan dalam rapat tersebut mempersilahkan seluruh anggota Pansus, untuk menggali semua informasi terkait Kopi Kapiten, tujuan programnya, sasarannya, mekanismenya bahkan anggarannya dari mana.

Baca Juga :  Segenap Jajaran Manajemen dan Civitas Hospitalia RSUD Bangil Mengucapkan Dirgahayu RI Ke- 81

“Saya tidak akan membatasi semua anggota Pansus dalam menggali informasi terkait Kopi Kapiten, kepada dua Kepala Dinas yang sudah hadir, sebagai pelaksana program tersebut, dengan satu catatan, apa yang sudah dipertanyakan anggota yang lain dan sudah dijawab, tolong jangan dipertanyakan kembali, biar tidak bertele-tele dan mendapatkan hasil yang memuaskan”, ucapnya.

Dari seluruh pertanyaan yang sudah disampaikan oleh anggota Pansus dalam menggali informasi terkait Polemik Kopi Kapiten, terungkap bahwa Brand atau loggo kopi Kapiten adalah milik atau wewenang Assosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) dan bukan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan.

Hal tersebut terungkap setelah anggota Pansus, dari F- Golkar, Sugiarto, menanyakan secara detail kepada Lilik Widji Asri, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,

Jawaban yang masih samar, pertanyaan yang tajam terlontar dari F- Gerindra, Kasiman, saat menanyakan dasar hukum atau cantolannya apa, sehingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, secara kekeh mensupport program Kopi Kapiten ini, padahal itu jelas-jelas bukan milik Pemda, sehingga terlihat ada yang spesial dengan Kopi Kapiten.

Baca Juga :  Duta MAN 2 Gresik Olivia Citra Laura Terpilih Jadi Anggota Paskibraka HUT RI ke-81 Tingkat Kabupaten Gresik

“Saya ingin tahu dasar hukumnya mana, sehingga Dinas menggelontorkan anggaran yang cukup besar, untuk mensupport berjalannya program Kopi Kapiten ini, ada apa ini ? Kalau dalam pelaksanaan program ini, kita temukan hal-hal yang menyimpang atau tidak sesuai prosedur, anda akan terkena indikasi tindak pidana korupsi”, tegasnya.

Dengan bergulirnya Pansus terkait Polemik Kopi Kapiten, Agus Suyanto dari F-PKB, dalam Rapat kerja Pansus, membantu menjelaskan apa itu Kopi Kapiten dan bagaimana sasaran dan tujuannya.

Baca Juga :  Pembangunan Gedung Futsal Desa Karangmenggah Diduga Bermasalah, DPD LSM Penjara Indonesia Laporkan ke Inspektorat

“Saya bersama F-PKB sangat mendukung dengan Pansus ini, agar masyarakat tahu secara gamblamg, apa itu Kopi Kapiten dan apa saja dampak kemajuan yang sudah dirasakan oleh kelompok petani kopi Kabupaten Pasuruan, sekarang ini”, jelasnya.

Yang benar adalah Kapiten Pasuruan (kopi Asli Kabupaten Pasuruan) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi dan untuk memperkenalkan produk Kopi Asli Kabupaten Pasuruan, pada tingkat Nasional maupun Internasional.

“Kami F- PKB, merasa bangga dengan adanya Kapiten Pasuruan ini, karena telah berhasil mengangkat branding Kopi Asli Kabupaten Pasuruan, sudah diakui di tingkat Nasional, dan berdampak baik bagi petani kopi di sini, dengan melambungnya harga kopi di Kabupaten Pasuruan, sehingga kesejahteraan petani kopi tercapai”, tuturnya. (Red*)

Berita Terkait

Endus Indikasi Kerugian Negara Rp717 Juta, DPD Jatim LSM Penjara Indonesia Duga Proyek Futsal dan PJU di Pasuruan Bermasalah
Pembangunan Gedung Futsal Desa Karangmenggah Diduga Bermasalah, DPD LSM Penjara Indonesia Laporkan ke Inspektorat
Duta MAN 2 Gresik Olivia Citra Laura Terpilih Jadi Anggota Paskibraka HUT RI ke-81 Tingkat Kabupaten Gresik
Segenap Jajaran Manajemen dan Civitas Hospitalia RSUD Bangil Mengucapkan Dirgahayu RI Ke- 81
Terima Kunjungan DPR RI, Meski Kekurangan SDM, Imigrasi Pasuruan Komitmen Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik
P3MB Dukung Tindak Tegas Oknum Kades, Terkait Temuan Audit Inspektorat dalam Pengelolaan APBDes Bakalan 2025
Pengelolaan APBDes 2025 Desa Bakalan, Tim Audit Inspektorat Temukan Banyak Ketimpangan 
Pemkab Pasuruan Pacu Pembangunan Rumah Sakit Wilayah Selatan dalam KUA-PPAS 2027

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Endus Indikasi Kerugian Negara Rp717 Juta, DPD Jatim LSM Penjara Indonesia Duga Proyek Futsal dan PJU di Pasuruan Bermasalah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:17 WIB

Pembangunan Gedung Futsal Desa Karangmenggah Diduga Bermasalah, DPD LSM Penjara Indonesia Laporkan ke Inspektorat

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Duta MAN 2 Gresik Olivia Citra Laura Terpilih Jadi Anggota Paskibraka HUT RI ke-81 Tingkat Kabupaten Gresik

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:16 WIB

Segenap Jajaran Manajemen dan Civitas Hospitalia RSUD Bangil Mengucapkan Dirgahayu RI Ke- 81

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Terima Kunjungan DPR RI, Meski Kekurangan SDM, Imigrasi Pasuruan Komitmen Tetap Maksimalkan Pelayanan Publik

Berita Terbaru