Terseret Pusaran Penggelapan Mobil, Kades Kluwut Pasuruan : “Saya Hanya Perantara Penebusan”

- Redaksi

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​PASURUAN, Harianjatim.id – Nama Kepala Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, kini tengah menjadi sorotan. Terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus penggelapan mobil milik warga Surabaya, Kades yang akrab disapa Kades Haz ini akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna menepis tuduhan miring yang menyudutkan dirinya.

​Ditemui di sebuah kedai kopi di kawasan Purwosari, Senin (10/3/2026), Kades Haz membeberkan kronologi di balik terseretnya nama beliau. Ia menegaskan bahwa posisinya murni berniat membantu proses pengembalian unit kendaraan milik korban, Rosnelli.

Baca Juga :  Sindikat 'Suntik' LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!

​”Kapasitas saya hanya sebatas perantara karena pemilik ingin menebus unitnya. Saya tidak mengambil keuntungan sepeser pun,” tegas Kades Haz di hadapan awak media.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Persoalan bermula saat sebuah mobil Innova Reborn milik korban digadaikan secara sepihak oleh penyewa (Ekky) kepada oknum anggota LPKSM Sakera berinisial TL. Namun, saat proses pelacakan, mobil tersebut justru diketahui berada di tangan oknum lain berinisial SA dengan nilai tebusan sebesar Rp 60 juta.

Baca Juga :  Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan

​Kades Haz menjelaskan bahwa uang tebusan tersebut masuk ke rekening pribadinya melalui perantara berinisial AD, bukan langsung dari korban. Ia pun menunjukkan rincian aliran dana tersebut:

  • ​Rp 58 juta ditransfer ke rekening SA.
  • ​Rp 1 juta diberikan kepada AD sebagai biaya operasional bantuan.
  • ​Sisanya diserahkan secara bertahap kepada SA (tunai dan transfer).
Baca Juga :  Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan

​”Niat saya menolong, tapi isunya malah saya dianggap penadah. Kalau akhirnya jadi masalah begini, lebih baik saya tidak ikut campur dari awal,” ungkapnya dengan nada kecewa. (Red*)

Berita Terkait

Sindikat ‘Suntik’ LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!
Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan
Gerebek Sarang Narkoba di Prigen, Kapolres Pasuruan Pimpin Langsung Penangkapan 4 Pengedar
Biadab! Terdesak Utang Judol, Paman di Dayurejo Prigen Tega Habisi dan Bakar Keponakannya Demi Honda Beat
Modal Kunci T Rusak Stang Scoopy, Aksi Pencuri di Parkiran Akhirnya Diamankan Unit Reskrim Polsek Purwosari
Korban Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Karangploso Datangi Polres Malang Guna Penyelidikan
Waspada Modus Investasi Bodong, BRI Malang Sutoyo Minta Masyarakat Cek Legalitas
Jangan Sampai Uang Melayang, BRI Kepanjen Ingatkan Cara Cermat Hadapi Tawaran Investasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Sindikat ‘Suntik’ LPG Subsidi di Pasuruan Dibongkar, 8 Orang Jadi Tersangka!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Lamban Ditangani, Kuasa Hukum Erwin Djohan Desak Kapolres Gelar Perkara Khusus Kasus Penyerobotan Lahan di Pandaan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Gerebek Sarang Narkoba di Prigen, Kapolres Pasuruan Pimpin Langsung Penangkapan 4 Pengedar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Biadab! Terdesak Utang Judol, Paman di Dayurejo Prigen Tega Habisi dan Bakar Keponakannya Demi Honda Beat

Kamis, 24 September 2026 - 14:15 WIB

Modal Kunci T Rusak Stang Scoopy, Aksi Pencuri di Parkiran Akhirnya Diamankan Unit Reskrim Polsek Purwosari

Berita Terbaru