PASURUAN, Harianjatim.id – Nama Kepala Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, kini tengah menjadi sorotan. Terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus penggelapan mobil milik warga Surabaya, Kades yang akrab disapa Kades Haz ini akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna menepis tuduhan miring yang menyudutkan dirinya.
Ditemui di sebuah kedai kopi di kawasan Purwosari, Senin (10/3/2026), Kades Haz membeberkan kronologi di balik terseretnya nama beliau. Ia menegaskan bahwa posisinya murni berniat membantu proses pengembalian unit kendaraan milik korban, Rosnelli.
”Kapasitas saya hanya sebatas perantara karena pemilik ingin menebus unitnya. Saya tidak mengambil keuntungan sepeser pun,” tegas Kades Haz di hadapan awak media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan bermula saat sebuah mobil Innova Reborn milik korban digadaikan secara sepihak oleh penyewa (Ekky) kepada oknum anggota LPKSM Sakera berinisial TL. Namun, saat proses pelacakan, mobil tersebut justru diketahui berada di tangan oknum lain berinisial SA dengan nilai tebusan sebesar Rp 60 juta.
Kades Haz menjelaskan bahwa uang tebusan tersebut masuk ke rekening pribadinya melalui perantara berinisial AD, bukan langsung dari korban. Ia pun menunjukkan rincian aliran dana tersebut:
- Rp 58 juta ditransfer ke rekening SA.
- Rp 1 juta diberikan kepada AD sebagai biaya operasional bantuan.
- Sisanya diserahkan secara bertahap kepada SA (tunai dan transfer).
”Niat saya menolong, tapi isunya malah saya dianggap penadah. Kalau akhirnya jadi masalah begini, lebih baik saya tidak ikut campur dari awal,” ungkapnya dengan nada kecewa. (Red*)









