Terkendala Barcode BBM Bersubsidi, Ketua MADAS Balongpanggang Minta Fleksibilitas untuk Ambulans Sosial

- Redaksi

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPAC MADAS Sedarah Balongpanggang, H. Mat Yasin

Ketua DPAC MADAS Sedarah Balongpanggang, H. Mat Yasin

Gresik, Harianjatim.id – Banyaknya warga miskin yang membutuhkan layanan medis darurat menggerakkan hati Ketua DPAC MADAS Sedarah Balongpanggang, H. Mat Yasin. Ia mendesak Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pertamina untuk memberikan kemudahan akses BBM bersubsidi jenis Pertalite bagi ambulans sosial.

​Aspirasi ini mencuat setelah ambulans milik Tim MADAS Sedarah Kabupaten Gresik sempat terkendala saat hendak mengisi Pertalite di SPBU karena tidak membawa barcode. Padahal, saat itu ambulans sedang dalam misi kemanusiaan mendesak untuk mengantar pasien darurat yang tidak mampu.

Baca Juga :  Terkait Polemik Lahan Prasasti Cunggrang, Dua Kubu Bentrok, Korban Lapor Polisi

​Saat ditemui di kediamannya pada Senin (29/6/2026), Yasin menegaskan bahwa usulan ini bukan bentuk kritik terhadap regulasi, melainkan masukan konstruktif demi kemanusiaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Ambulans kami murni untuk kegiatan sosial dan gratis bagi siapa saja warga Gresik yang membutuhkan. Kami berharap ada fleksibilitas kebijakan saat kondisi darurat. Misalnya, jika barcode tertinggal, petugas tetap bisa melayani melalui mekanisme verifikasi lain yang jelas agar tidak disalahgunakan,” ujar Yasin.

Baca Juga :  Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

​Menurut Yasin, dukungan pemerintah terhadap aksi sosial tidak melulu soal anggaran, tetapi juga kemudahan regulasi bagi para relawan. Ia mengusulkan agar Pertamina dan pemerintah menyusun mekanisme khusus, seperti pendataan resmi atau kartu identitas kendaraan sosial, agar misi kemanusiaan tidak terhambat aturan birokrasi.

Baca Juga :  DPC LIN Pasuruan Sentil Aksi 'JN Soal Tambang Gunungsari: "Bukan APH, Jangan Buat Kegaduhan!"

​Ia berharap ada sinergi dan pedoman seragam bagi petugas SPBU di lapangan saat menghadapi ambulans sosial yang sedang membawa pasien.

​”Harapan kami sederhana. Ketika ada warga butuh pertolongan cepat, jangan sampai pelayanan terhambat persoalan administratif. Negara hadir bukan hanya lewat dana, tapi juga kebijakan yang berpihak pada rakyat,” pungkasnya. (Win)

Berita Terkait

Terkait Polemik Lahan Prasasti Cunggrang, Dua Kubu Bentrok, Korban Lapor Polisi
Bau Busuk & Air Menghitam Sebulan Penuh, Forum DAS Wrati Tagih Janji Nyata Pemkab dan BBWS
KIPAN Kota Pasuruan Resmi Dilantik, Siap Jadi Garda Terdepan Perang Lawan Narkoba
Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi
DPC LIN Pasuruan Sentil Aksi ‘JN Soal Tambang Gunungsari: “Bukan APH, Jangan Buat Kegaduhan!”
Biadab! Terdesak Utang Judol, Paman di Dayurejo Prigen Tega Habisi dan Bakar Keponakannya Demi Honda Beat
Pangkas Dana KIP hingga 70 %, Rektor UNUBA Bangil Bungkam dan Diduga Intimidasi Mahasiswa
Digrebek Ngamar Bareng Istri Orang, Oknum Kades Rejoso Kidul Didesak Warganya Lengser

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Terkait Polemik Lahan Prasasti Cunggrang, Dua Kubu Bentrok, Korban Lapor Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Bau Busuk & Air Menghitam Sebulan Penuh, Forum DAS Wrati Tagih Janji Nyata Pemkab dan BBWS

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:42 WIB

DPC LIN Pasuruan Sentil Aksi ‘JN Soal Tambang Gunungsari: “Bukan APH, Jangan Buat Kegaduhan!”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Biadab! Terdesak Utang Judol, Paman di Dayurejo Prigen Tega Habisi dan Bakar Keponakannya Demi Honda Beat

Berita Terbaru