Gresik, Harianjatim.id – Banyaknya warga miskin yang membutuhkan layanan medis darurat menggerakkan hati Ketua DPAC MADAS Sedarah Balongpanggang, H. Mat Yasin. Ia mendesak Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pertamina untuk memberikan kemudahan akses BBM bersubsidi jenis Pertalite bagi ambulans sosial.
Aspirasi ini mencuat setelah ambulans milik Tim MADAS Sedarah Kabupaten Gresik sempat terkendala saat hendak mengisi Pertalite di SPBU karena tidak membawa barcode. Padahal, saat itu ambulans sedang dalam misi kemanusiaan mendesak untuk mengantar pasien darurat yang tidak mampu.
Saat ditemui di kediamannya pada Senin (29/6/2026), Yasin menegaskan bahwa usulan ini bukan bentuk kritik terhadap regulasi, melainkan masukan konstruktif demi kemanusiaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Ambulans kami murni untuk kegiatan sosial dan gratis bagi siapa saja warga Gresik yang membutuhkan. Kami berharap ada fleksibilitas kebijakan saat kondisi darurat. Misalnya, jika barcode tertinggal, petugas tetap bisa melayani melalui mekanisme verifikasi lain yang jelas agar tidak disalahgunakan,” ujar Yasin.
Menurut Yasin, dukungan pemerintah terhadap aksi sosial tidak melulu soal anggaran, tetapi juga kemudahan regulasi bagi para relawan. Ia mengusulkan agar Pertamina dan pemerintah menyusun mekanisme khusus, seperti pendataan resmi atau kartu identitas kendaraan sosial, agar misi kemanusiaan tidak terhambat aturan birokrasi.
Ia berharap ada sinergi dan pedoman seragam bagi petugas SPBU di lapangan saat menghadapi ambulans sosial yang sedang membawa pasien.
”Harapan kami sederhana. Ketika ada warga butuh pertolongan cepat, jangan sampai pelayanan terhambat persoalan administratif. Negara hadir bukan hanya lewat dana, tapi juga kebijakan yang berpihak pada rakyat,” pungkasnya. (Win)









