Dugaan Penggelapan Dana Eks PNPM Mandiri, Direktur Bundesma Wonorejo, Diduga Suap Oknum Aktivis dan Media

- Redaksi

Selasa, 3 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi Penggelapan Uang

Foto : Ilustrasi Penggelapan Uang

Pasuruan, Harianjatim.id – Kinerja Bumdesma “Berkah Insan Sentosa” Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, saat ini sedang disorot

Direktur Bumdesma Wonorejo diduga menyuap beberapa oknum aktviis dan media, agar kasus dugaan penggelapan Dana eks PNPM Mandiri di Tahun 2017 sampai 2021 tidak dilaporkan ke APH.

Dugaaan Masuk angin ini menguat setelah beberapa pemberitaan media yang beberapa bulan ini santer mencuat ke publik, tapi kini hening dan aman aman saja.

Menurut sumber salah satu pegiat sosial yang enggan disebutkan namanya, Direktur Bumdesma dalam wawancara dengan beberapa media telah mengakui bahwa Bundesma Kecamatan Wonorejo mengalami kerugian milyaran rupiah, berupa tunggakan di masyarakat dalam 8 Tahun masa kepemimpinannya.

Namun ini tidak serta merta harus dipercayai begitu saja, beberapa aktivis menduga bahwa ada unsur kongkalikong antara pengurus dan kelompok di bawah, agar kerugian ini, berupa tunggakan yang tidak bisa ditagih.

Baca Juga :  Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat

Apalagi ada temuan baru bahwa Mantan Bendahara yang lama diberhentikan, karena terindikasi menyalahgunakan uang Bumdesma “Berkah Insan Sentosa” Wonorejo.

Hal tersebut menjadi pertanyaan kita semua, apakah bendahara ini bermain sendiri, dan tanpa sepengetahuan Direktur dan Pengurus lainnya?
Atau apakah Bendahara ini hanya dijadikan tumbal saja, agar Direktur bisa selamat dari jeratan hukum?

Baca Juga :  Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar

Saat awak media mencoba konfirmasi kepada Direktur Bumdesma Wonorejo, Khoir, melalui aplikasi Whatsapp pada kamis, 28 November 2024, hingga saat ini, enggan berkomentar.

Selanjutnya pada Jum’at 29 November 2024, mencoba konfirmasi ke Camat Wonorejo, Didik Supriyanto melalui aplikasi Whatsapp juga sampai berita ditayangkan pada hari ini, Camat Wonorejo tidak mau membalas. (Red*)

Bersambung….

Berita Terkait

Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan
Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar
Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat
DPRD Pasuruan Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Dorong Inovasi Meski Anggaran Ketat
Sidak Proyek Koperasi Merah Putih Sebani: GM FKPPI Temukan Banyak Ketimpangan
Warga Desa Ngabar, Kecamatan Kraton Resah, Keluhkan Potongan BLT- DD Oleh Oknum Kasun Sukodani
Respon Cepat Keluhan Warga, Tim URC DPUTR Gresik Benahi Jalan Berlubang di Balongpanggang
MAN 2 Kota Malang Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Malang Ke-112

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:34 WIB

Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

Jumat, 24 April 2026 - 13:45 WIB

Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat

Kamis, 9 April 2026 - 10:15 WIB

DPRD Pasuruan Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Dorong Inovasi Meski Anggaran Ketat

Rabu, 8 April 2026 - 15:36 WIB

Sidak Proyek Koperasi Merah Putih Sebani: GM FKPPI Temukan Banyak Ketimpangan

Senin, 6 April 2026 - 11:32 WIB

Warga Desa Ngabar, Kecamatan Kraton Resah, Keluhkan Potongan BLT- DD Oleh Oknum Kasun Sukodani

Berita Terbaru