Pasuruan, Harianjatim.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, mendapat pengaduan dari masyarakat terkait dampak pencemaran udara yang disebabkan oleh aktifitas Pabrik briket.
Pabrik briket yang berlokasi di Desa Kemiri sewu, kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang berbatasan dengan Desa Baujeng, Kecamatan Beji.
Mendapati pengaduan dari masyarakat, Kepala DLH Kabapaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni, segera merespon pengaduan tersebut, dengan memanggil salah satu staf perusahaan briket, untuk segera mengganti cerobong asap agar lebih efisien dan ramah lingkungan, serta memenuhi standar yang ditetapkan oleh DLH.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah memanggil pihak perusahaan briket, untuk segera mengganti cerobong asap agar lebih efisien dan ramah lingkungan, yang memenuhi standar ketetapan dari DLH”, jelasnya.
Saat awak media, mengunjungi pabrik briket, langsung ditemui oleh Ansor, salah satu staf perusahaan, yang menjelaskan bahwa pihak perusahaan sedang dalam proses memperbarui cerobong asap dengan sistem yang lebih baik. Senin, 24/06/2024
“Saat ini kami masih berbenah, Perusahaan sedang dalam proses memperbarui cerobong asap dengan sistem yang lebih baik, sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh DLH”, ucapnya.
Ansor juga menjelaskan, bahwa kami akan menggunakan kolam air di bawah cerobong asap untuk menangkap partikel sisa pembakaran, sehingga tidak terbuang ke udara. Partikel-partikel ini akan ditampung di kolam air yang akan disterilisasi setiap bulannya.
“Prosedur yang kami lakukan sudah sesuai dengan SOP dari Dinas Lingkungan Hidup, kami tinggal menjalankan saja sesuai aturan,” tegas Ansor.
Ia juga memastikan bahwa proses ini tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, ini hanya serbuk kayu, kami berusaha sebaik mungkin, untuk ikut menjaga Pasuruan, agar bebas dari pencemaran lingkungan”, tutupnya. (Red*)









