DLH Kabupaten Pasuruan, Respon Pengaduan Masyarakat, yang Terdampak Limbah Pabrik Briket

- Redaksi

Rabu, 26 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi cerobong Pabrik briket, sebelum diganti (dok. Harianjatim.id)

Kondisi cerobong Pabrik briket, sebelum diganti (dok. Harianjatim.id)

Pasuruan, Harianjatim.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, mendapat pengaduan dari  masyarakat terkait dampak pencemaran udara yang disebabkan oleh aktifitas Pabrik briket.

Pabrik briket yang berlokasi di Desa Kemiri sewu, kecamatan Pandaan,  Kabupaten Pasuruan, yang berbatasan dengan Desa Baujeng,  Kecamatan Beji.

Mendapati pengaduan dari masyarakat, Kepala DLH Kabapaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni, segera merespon pengaduan tersebut,  dengan memanggil salah satu staf perusahaan briket, untuk segera mengganti cerobong asap agar lebih efisien dan ramah lingkungan, serta memenuhi standar yang ditetapkan oleh DLH.

“Kami sudah memanggil pihak perusahaan briket, untuk segera mengganti cerobong asap agar lebih efisien dan ramah lingkungan, yang memenuhi standar ketetapan dari DLH”, jelasnya.

Saat awak media, mengunjungi pabrik briket, langsung ditemui oleh  Ansor, salah satu staf perusahaan, yang menjelaskan bahwa pihak perusahaan sedang dalam proses memperbarui cerobong asap dengan sistem yang lebih baik. Senin, 24/06/2024

Baca Juga :  Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar

“Saat ini kami masih berbenah, Perusahaan sedang dalam proses memperbarui cerobong asap dengan sistem yang lebih baik, sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh DLH”, ucapnya.

Ansor juga menjelaskan, bahwa kami  akan menggunakan kolam air di bawah cerobong asap untuk menangkap partikel sisa pembakaran, sehingga tidak terbuang ke udara. Partikel-partikel ini akan ditampung di kolam air yang akan disterilisasi setiap bulannya.

Baca Juga :  Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban 'Rekrutmen Bodong' RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

“Prosedur yang kami lakukan sudah sesuai dengan SOP dari Dinas Lingkungan Hidup, kami tinggal menjalankan saja sesuai aturan,” tegas Ansor.

Ia juga memastikan bahwa proses ini tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, ini hanya serbuk kayu, kami berusaha sebaik mungkin, untuk ikut menjaga Pasuruan, agar bebas dari pencemaran lingkungan”, tutupnya. (Red*)

Berita Terkait

Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan
Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar
Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat
DPRD Pasuruan Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Dorong Inovasi Meski Anggaran Ketat
Sidak Proyek Koperasi Merah Putih Sebani: GM FKPPI Temukan Banyak Ketimpangan
Warga Desa Ngabar, Kecamatan Kraton Resah, Keluhkan Potongan BLT- DD Oleh Oknum Kasun Sukodani
Respon Cepat Keluhan Warga, Tim URC DPUTR Gresik Benahi Jalan Berlubang di Balongpanggang
MAN 2 Kota Malang Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Malang Ke-112

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:34 WIB

Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

Jumat, 24 April 2026 - 13:45 WIB

Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat

Kamis, 9 April 2026 - 10:15 WIB

DPRD Pasuruan Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Dorong Inovasi Meski Anggaran Ketat

Rabu, 8 April 2026 - 15:36 WIB

Sidak Proyek Koperasi Merah Putih Sebani: GM FKPPI Temukan Banyak Ketimpangan

Senin, 6 April 2026 - 11:32 WIB

Warga Desa Ngabar, Kecamatan Kraton Resah, Keluhkan Potongan BLT- DD Oleh Oknum Kasun Sukodani

Berita Terbaru