Malang, Harianjatim.id – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2026 di Desa Tempursari, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, resmi bergulir. Tahun ini, Desa Tempursari sukses mengamankan kuota sebanyak 1.500 bidang tanah dari total 7.083 bidang yang tercatat dalam hasil identifikasi luas (ilas) batas penguasaan tanah.
Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) PTSL Desa Tempursari, Didik Purwo Sugono, mengungkapkan bahwa ini merupakan kali kedua program legalitas tanah massal masuk ke wilayahnya. Sebelumnya, pada tahun 2003 silam, Desa Tempursari sempat menerima program Prona dengan kuota 500 bidang.
”Dari hasil ilas PP, total ada 7.083 bidang tanah di Desa Tempursari. Tahun ini kita mendapat kuota 1.500 bidang. Kami berharap seluruh prosesnya berjalan dengan baik, lancar, dan sukses,” ujar Didik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kepala Desa Tempursari, Nanang Triswoko, berharap program strategis nasional ini tidak berhenti di tahun ini saja. Mengingat tingginya antusiasme warga dan banyaknya lahan yang belum memiliki kekuatan hukum tetap, ia menargetkan program ini bisa berlanjut pada tahun 2027.
”Kami berharap program ini bisa berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Masih banyak bidang tanah warga yang belum bersertifikat dan membutuhkan kepastian hukum. Warga merasa sangat terbantu karena proses lewat PTSL ini jauh lebih ringan dan mudah,” ungkap Nanang saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/05/2026).
Untuk mengejar target, Pokmas PTSL Desa Tempursari bersama jajaran perangkat desa kini fokus melakukan pendataan dan pendampingan intensif kepada warga guna memastikan kelengkapan berkas. Berbekal pengalaman program Prona 2003, tim optimis proses tahun ini akan berjalan lebih cepat dan efisien.
Masyarakat setempat pun menyambut antusias program ini. Selain biaya yang jauh lebih terjangkau dibanding pengurusan mandiri, transparansi juga lebih terjamin karena seluruh prosesnya dikawal langsung oleh Pokmas. Jika target 1.500 bidang tahun ini tuntas, Desa Tempursari akan selangkah lebih dekat menuju predikat ‘Desa Lengkap’. (Win)









