Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Profil dan Suasana RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan (Dok. Harianjatim.id)

Profil dan Suasana RSUD Dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan (Dok. Harianjatim.id)

Pasuruan, Harianjatim.id – Skandal rekrutmen tenaga outsourcing di RSUD dr. Soedarsono kini meledak menjadi gelombang amarah publik yang tak terbendung. Tak main-main, jumlah korban ditengarai mencapai ratusan orang dengan total kerugian yang fantastis, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per kepala.

​Tragedi ini menyayat hati lantaran menyasar para pencari kerja yang sedang berjuang menyambung hidup. Alih-alih mendapatkan slip gaji, mereka justru diduga menjadi “Tumbal” pihak penyedia jasa outsourcing di instansi milik pemerintah daerah tersebut.

Panasnya isu ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen aktivis. Pemerintah Kota Pasuruan, khususnya Wali Kota, diminta untuk tidak “bersembunyi” di balik alasan prosedural.

​Ketua Pantura Bersatu, Salum, menegaskan bahwa kegaduhan di institusi pelat merah adalah tanggung jawab moral pemerintah.

​”Ini bukan recehan. Korbannya ratusan orang dan uang yang terkumpul nilainya fantastis! Wali Kota tidak boleh diam. Harus ada tanggung jawab moral dan langkah konkret. Jangan sampai publik melihat pemerintah cuci tangan karena kejadian ini terjadi di rumah sakit pemerintah,” tegas Salum, Minggu (10/5/2026).

Salum juga menyoroti pola manajemen Pemkot Pasuruan yang dinilai sedang “sakit”. Ia membedah rentetan polemik yang terjadi belakangan ini sebagai bukti lemahnya tata kelola.

​Mutasi Sekda yang kontroversial.
​Pejabat yang merangkap hingga tiga jabatan sekaligus.
​Hingga skandal rekrutmen RSUD yang kini mencuat.

Baca Juga :  Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar

​”Masyarakat bertanya-tanya, sebenarnya pemerintahan ini sedang baik-baik saja atau sedang menuju kehancuran?” sindirnya pedas.

Kritik tajam serupa meluncur dari Ketua LSM AGTIB, Samsul Arifin. Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk tidak membiarkan praktik “pungli” berkedok rekrutmen ini menguap begitu saja.

​”Kalau benar pencari kerja diperas jutaan rupiah, ini sudah keterlaluan! Pemerintah dan aparat harus gerak cepat. Jangan biarkan rakyat kecil terus diinjak,” seru Samsul Arifin.

​Senada dengan itu, Ketua LSM Gardapura, H. Faisol, menilai kasus ini adalah puncak gunung es dari buruknya pengawasan birokrasi.

“Publik mulai kehilangan kepercayaan. Masalah muncul bertubi-tubi tanpa solusi tegas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Direktur RSUD Dr. Soedarsono, Dr. Adi, mencoba melakukan klarifikasi. Ia melempar tanggung jawab sepenuhnya kepada pihak ketiga, yakni PT Outsourcing Cakrawala Cita Satnusa.

Baca Juga :  Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar

​”Perekrutan murni dilakukan pihak ketiga. Rumah sakit tidak terlibat dalam penerimaan maupun pengambilan uang,” dalih Dr. Adi.

​Namun, pembelaan tersebut justru memicu sinisme publik. Masyarakat menilai, sebagai pemberi kerja, pihak RSUD dan Pemerintah Kota tetap memiliki tanggung jawab penuh dalam mengawasi setiap gerak-gerik perusahaan rekanan di lingkungan mereka.

Kini, bola panas ada di tangan Wali Kota Pasuruan. Di tengah tekanan yang kian menghimpit, mampukah pemerintah membuktikan integritasnya, atau justru membiarkan kepercayaan publik tenggelam dalam carut-marut skandal yang seolah tak ada habisnya? (Tim/red*)

Berita Terkait

Gempur Rokok Ilegal: Pemkab Pasuruan & Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Senilai Rp6,39 Miliar
Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat
DPRD Pasuruan Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Dorong Inovasi Meski Anggaran Ketat
Sidak Proyek Koperasi Merah Putih Sebani: GM FKPPI Temukan Banyak Ketimpangan
Warga Desa Ngabar, Kecamatan Kraton Resah, Keluhkan Potongan BLT- DD Oleh Oknum Kasun Sukodani
Respon Cepat Keluhan Warga, Tim URC DPUTR Gresik Benahi Jalan Berlubang di Balongpanggang
MAN 2 Kota Malang Mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Malang Ke-112
Sampaikan LKPJ Tahun 2025, Bupati Rusdi Sutedjo Ungkap Kenaikan Signifikan IPM dan Pertumbuhan Ekonomi Pasuruan

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:34 WIB

Kota Pasuruan Diguncang Skandal! Ratusan Korban ‘Rekrutmen Bodong’ RSUD Menjerit, Wali Kota Didesak Pasang Badan

Jumat, 24 April 2026 - 13:45 WIB

Skandal di Balik Gerbang Cheng Hoo: Isu Jual Beli Lapak Rp 40 Juta Mencuat

Kamis, 9 April 2026 - 10:15 WIB

DPRD Pasuruan Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Dorong Inovasi Meski Anggaran Ketat

Rabu, 8 April 2026 - 15:36 WIB

Sidak Proyek Koperasi Merah Putih Sebani: GM FKPPI Temukan Banyak Ketimpangan

Senin, 6 April 2026 - 11:32 WIB

Warga Desa Ngabar, Kecamatan Kraton Resah, Keluhkan Potongan BLT- DD Oleh Oknum Kasun Sukodani

Berita Terbaru