Pasuruan, Harianjatim.id – Suasana tenang di Cafe Mentari, Desa Bujeng, Kecamatan Beji, mendadak mencekam pada Minggu (3/5/2025) dini hari. Seorang kasir perempuan bernama Ema menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI AD berinisial KSN hingga tak sadarkan diri.
Peristiwa pilu ini terjadi sekitar pukul 00.10 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat KSN bersama rombongannya menikmati fasilitas kafe dan bernyanyi bersama pemandu lagu selama kurang lebih dua jam.
Petaka muncul saat pelaku hendak melunasi tagihan. Kepada korban, pelaku berdalih tidak memegang uang tunai dan berjanji akan melakukan pembayaran melalui skema transfer. Namun, setelah ditunggu sekian lama, bukti transfer tak kunjung ada.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi memanas saat Ema mencoba menagih kepastian pembayaran. Bukannya menyelesaikan kewajiban, oknum yang seharusnya menjadi pelindung rakyat tersebut justru naik pitam.
”Pelaku tiba-tiba membanting telepon genggam ke arah tangan korban. Tidak berhenti di situ, pelaku memukuli Ema secara membabi buta hingga korban mengalami pendarahan di hidung (mimisan) dan akhirnya terkapar pingsan,” ungkap seorang sumber di lokasi kejadian.
Akibat luka serius yang dideritanya, Ema langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga berita ini diturunkan, oknum TNI berinisial KSN belum memberikan respons saat dikonfirmasi oleh awak media. Sementara itu, pihak Kodim setempat juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan anggotanya dalam aksi kekerasan tersebut.
Insiden ini memicu keresahan mendalam bagi warga Desa Bujeng. Publik kini mendesak adanya transparansi dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum militer agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan tanpa pandang bulu. (Red*)









