Pasuruan, Harianjatim.id – Kinerja Bumdesma “Berkah Insan Sentosa” Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, saat ini sedang disorot
Direktur Bumdesma Wonorejo diduga menyuap beberapa oknum aktviis dan media, agar kasus dugaan penggelapan Dana eks PNPM Mandiri di Tahun 2017 sampai 2021 tidak dilaporkan ke APH.
Dugaaan Masuk angin ini menguat setelah beberapa pemberitaan media yang beberapa bulan ini santer mencuat ke publik, tapi kini hening dan aman aman saja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut sumber salah satu pegiat sosial yang enggan disebutkan namanya, Direktur Bumdesma dalam wawancara dengan beberapa media telah mengakui bahwa Bundesma Kecamatan Wonorejo mengalami kerugian milyaran rupiah, berupa tunggakan di masyarakat dalam 8 Tahun masa kepemimpinannya.
Namun ini tidak serta merta harus dipercayai begitu saja, beberapa aktivis menduga bahwa ada unsur kongkalikong antara pengurus dan kelompok di bawah, agar kerugian ini, berupa tunggakan yang tidak bisa ditagih.
Apalagi ada temuan baru bahwa Mantan Bendahara yang lama diberhentikan, karena terindikasi menyalahgunakan uang Bumdesma “Berkah Insan Sentosa” Wonorejo.
Hal tersebut menjadi pertanyaan kita semua, apakah bendahara ini bermain sendiri, dan tanpa sepengetahuan Direktur dan Pengurus lainnya?
Atau apakah Bendahara ini hanya dijadikan tumbal saja, agar Direktur bisa selamat dari jeratan hukum?
Saat awak media mencoba konfirmasi kepada Direktur Bumdesma Wonorejo, Khoir, melalui aplikasi Whatsapp pada kamis, 28 November 2024, hingga saat ini, enggan berkomentar.
Selanjutnya pada Jum’at 29 November 2024, mencoba konfirmasi ke Camat Wonorejo, Didik Supriyanto melalui aplikasi Whatsapp juga sampai berita ditayangkan pada hari ini, Camat Wonorejo tidak mau membalas. (Red*)
Bersambung….









