Pasuruan, Harianjatim.id -Sejumlah warga Desa Kademungan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan keluhkan distrbusi air bersih yang iuran bulanannya mencekik warga.
Dari penelusuran awak media di lapangan, hasil wawancara dari salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa pengurus panitia penarikan distribusi air bersih yang dikelola Bumdes tidak transparan terkait pengelolaan Keuangannya.
“Saya bersama warga yang lain, ingin pertanyakan peruntukan penarikan uang air bersih tiap bulannya, setiap Bulan warga membayar antara Rp. 141 ribu sampai Rp 400 ribu rupiah dan ada bukti kwitansi pembayaran setiap bulan, yang jadi pertanyaan warga dengan pembayaran begitu besar kemana aja larinya uang tersebut ?”, ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harapan masyarakat Desa Kademungan uang hasil penarikan distribusi air bersih tiap bulan yangi kelola oleh Bumdes, jelas peruntukannya, kemana aja arahnya ?”, celetuk warga lainnya yang penasaran.
Saat konfirmasi oleh awak media, Kepala Desa Kademungan, Supriyadi melalui pesan WhatsApp terkait keluh-kesah warga tersebut, menyampaikan akan segera mengumpulkan warga dalam minggu minggu ini.
“Iyaa mas, kami akan mengumpulkan warga, insya’allah dalam minggu-minggu ini”, ujarnya. Selasa, 24/02/2026
Supriyadi juga menambahkan bahwa menindaklanjuti hal tersebut memang mau ada laporan pertangung jawaban padanya akhir 2025, insyaallah dalam minggu ini bisa kami laksanakan.
“Dalam pembukuan sudah lengkap kok, antara pemasukan dan pengeluaran sudah ada, tapi karena Direktur Bumdes sudah risegn, jadi kami agak kesulitan cari yang baru, alhamdulillah januari kemarin kami sudah ada penggantinya”, jelasnya. (Red*)









