Lamongan, Harianjatim.id – Pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Lamongan terus berjalan seiring dengan bergulirnya pencairan Dana Desa (DD) tahap dua yang merupakan program andalan dari pemerintah pusat yang langsung di cairkan ke desa melalui rekening desa.
Pembangunan yang kian bertambah baik ini selain dilakukan oleh Pemkab Lamongan melalui Dinas PU, Dinas Perkim dan Dinas Pertanian juga dilakukan di tingkat – tingkat desa, jadi pemerataan pembangunan yang telah dinawacitakan oleh Presiden Jokowi itu, kini benar – benar bisa dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat desa.
Khususnya banyak pembangunan infrastruktur Jalan Poros Desa (JPD) ataupun Jalan Usaha Tani (JUT), yang merupakan sarpras yang selama ini selalu diimpikan oleh masyarakat desa, salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan,.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jalan poros desa yang merupakan akses pembuka pintu masuk ke desa tersebut kini sudah terlihat baik, bahkan sangat halus dengan rabat beton yang tak kalah dengan jalan kabupaten, meskipun lokasi yang sangat sulit ntuk di jangkau, karena letak geografis desa ini memang berada di paling ujung lereng Gunung Kendil dan hanya satu – satunya desa yang menempati wilayah tersebut.
Dulu sebelum dibangun, akses jalan untuk menuju desa ini kondisinya rusak parah, bahkan banyak warga sini yang pindah kedesa lain karena memang sulitnya medan yang dilalui untuk masuk ke desa ini, namun setelah bergulirnya dana desa, pemdes selalu bersinergi dengan semua lembaga desa dan masyrakat untuk merencanakan pembangunan ruas jalan poros tersebut.
Karena dinilai sangat urgent dan dianggap cukup penting maka pembangunan JPD merupakan prioritas utama pemdes pada tahun ini, ujar H Suwarno selaku Kades Kedungbanjar, saat ditemui dikantornya, Jumat, (27/9/24)
Kades juga menjelaskan, disamping pembangunan JPD pada tahun 2024 ini, Pemdes juga melaksanakn pembangunan Gedung PAUD yang bersebelahan dengan Gedung SD, karena sebagai penunjang pendidikan yang baik maka sarpras juga harus Kami perbaiki agar nantinya proses belajar dan mengajar akan berlangsung dengan baik sehingga bisa mencetak generasi yang berakhlakhul kharimah, tuturnya.
Sementara itu proses pembangunan JPD ini disambut gembira oleh warga, seperti yang disampaikan Edi S (55th) seorang tokoh masyarakat desa Kedungbanjar.
“Jujur saja saya sangat menyambut baik pembangunan jalan tersebut, menurut Dia, selama ini warga harus menempuh jarak yang cukup jauh dan memutar untuk keluar daerah dan menjual hasil panen, dengan dibangunnya jalan ini, warga tak perlu memutar sehingga jarak tempuh semakin dekat dan tidak butuh waktu lama untuk menjual hasil tani,” ungkapnya.
Kami atas nama seluruh warga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun Pemdes Kedungbanjar, Ini merupakan bentuk perhatian bagi Kami para warga yang didaerah pegunungan, karena dirasa jalan ini sangat vital, selanjutnya pihaknya juga berharap, dengan dibangunnya JPD ini, akses perekonomian masyarakat desa semakin mudah dan bisa membawa kemajuan perekonomian desa.
Semoga kedepanya program dana desa ini berkelanjutan, karena masih banyak infrastruktur desa Kami yang masih perlu untuk dibenahi, harapnya. (WIN)









