Bupati Gresik Berharap Kopdes Merah Putih Dapat Berkolaborasi dengan Program Strategis Presiden

- Redaksi

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat Lounching Serentak Koperasi Desa Merah Putih di Ujung Pangkah (Dok.Harianjatim.id)

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat Lounching Serentak Koperasi Desa Merah Putih di Ujung Pangkah (Dok.Harianjatim.id)

Gresik, HarianJatim.id – Presiden Prabowo Subianto, resmi meluncurkan Kelembagaan 80.000 Unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah.

Peluncuran dilakukan serentak diresmikan 38 Gubernur dan 514 Bupati/Wali Kota di seluruh Indonesia, juga kepala desa dan lurah secara offline maupun online, Senin (21/7/2025).

Gresik menjadi salah satu kabupaten yang turut serta dalam peluncuran tersebut secara daring, acara dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut langsung dihadiri Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, usai peluncuran bupati mengatakan, peresmian kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Prabowo merupakan tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat, sebuah inisiatif besar yang diinisiasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

” Pada prinsipnya kita berharap ada surat edaran atau MoU, agar Kopdes Merah Putih bisa bekerja sama dengan program strategis lainnya seperti MBG maupun Sekolah Rakyat, selain itu pentingnya persiapan model bisnis, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta kerja sama dengan sejumlah pihak pada tahap operasional ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Korban Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Karangploso Datangi Polres Malang Guna Penyelidikan

Pihaknya menambahkan, secara legalitas 356 koperasi di Gresik sudah selesai pengesahannya sejak awal April 2025, pelaksanaan telah dilakukan secara serentak dan dibiayai melalui APBD, selanjutnya terkait pengembangan bisnis koperasi menyesuaikan potensi daerah masing-masing.

“Pengembangan bisnis, kita sesuaikan potensi masing-masing, seperti daerah utara banyak potensi perikanan dan daerah selatan banyak pertanian, kemudian untuk wilayah Bawean bisa juga sebagai holding untuk membeli transportasi laut, artinya setiap wilayah mempunyai potensi sendiri”, tuturnya.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu berharap, Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa, melainkan dapat menjadi pusat layanan ekonomi di desa, menurutnya nanti koperasi ini akan mengelola dan menyalurkan kebutuhan dasar yang terjangkau oleh warga.

“mudah-mudahan koperasi Desa/ qkelurahan dapat memutus rantai kebutuhan pokok sehari-hari warga dengan harga yang terjangkau, selain itu pupuk subsidi juga bisa diakses di Kopdes/kel Merah Putih untuk kebutuhan sektor pertanian,” Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik ini.

Baca Juga :  Waspada Investasi Berimbal Hasil Tinggi, BRI Minta Masyarakat Cek Legalitas Sebelum Transfer Dana

Ia juga menyampaikan untuk tahap awal di tahun 2025, Pemkab Gresik akan memberikan pendampingan kelembagaan, pelatihan manajemen koperasi, serta menyiapkan regulasi pendukung, Pemkab Gresik siap melakukan pendampingan maupun monitoring dan evaluasi (monev) secara berkala untuk Kopdes/kel, Kami akan bekerja sama dengan universitas yang ada di Gresik, tapi Kami tetap butuh edaran atau MoU agar program ini bisa juga berkolaborasi dengan program strategis Presiden yang lain”, terangnya.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam arahannya waktu dearing mengatakan, “konsep koperasi adalah konsep untuk yang lemah, dari lemah menjadi kekuatan ekonomi yang kuat, kekuatan seperti ini tidak disukai pemodal besar yang menganggapnya sebagai persaingan, ada juga negara yang tidak suka dengan negara besar yang mau bangkit, Kita ibaratkan koperasi seperti lidi, Satu lidi menurutnya memang tidak berarti, namun jika ratusan lidi dijadikan satu maka akan menguatkan perekonomian.

Baca Juga :  Cegah Penyelewengan Dana Desa, PKDI Balongpanggang Gelar Sosialisasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

“menurutnya konsep koperasi adalah konsep orang lemah, konsep koperasi adalah konsep untuk mereka yang lemah, konsep koperasi adalah konsep gotong royongan, phak yang kuat tidak mau berurusan dengan koperasi. Mereka lebih memilih untuk membuat perusahaan dan yang pasti menjadi anggota koperasi pun tidak mau kalau sudah kuat, sudah kaya, sudah punya akses ke mana-mana, yang dia bikin itu PT, dia bikin holding, incorporated dan lain-lain,” ujarnya.

Prabowo mengapresiasi semua tim yang terlibat dalam pembentukan Kopdes/kel tersebut, sebab menurutnya, jika memiliki motivasi yang kuat maka Kopdes/kel bisa terwujud.

“Semua bekerja sebagai satu tim, bergerak semuanya, terima kasih ternyata kalau Kita punya niat yang baik, kehendak yang baik, dorongan yang kuat, motivasi yang kuat, yang tidak bisa jadi bisa”, ungkapnya. (Win)

Berita Terkait

Cegah Penyelewengan Dana Desa, PKDI Balongpanggang Gelar Sosialisasi Tata Kelola Pemerintahan Desa
Korban Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Karangploso Datangi Polres Malang Guna Penyelidikan
Waspada Modus Investasi Bodong, BRI Malang Sutoyo Minta Masyarakat Cek Legalitas
Jangan Sampai Uang Melayang, BRI Kepanjen Ingatkan Cara Cermat Hadapi Tawaran Investasi
Bukan Hanya Modal, Pendampingan BRI Bantu Usaha Sembako Triningsih di Tulungagung Berkembang
Waspada Investasi Berimbal Hasil Tinggi, BRI Minta Masyarakat Cek Legalitas Sebelum Transfer Dana
Endus Indikasi Kerugian Negara Rp717 Juta, DPD Jatim LSM Penjara Indonesia Duga Proyek Futsal dan PJU di Pasuruan Bermasalah
Pembangunan Gedung Futsal Desa Karangmenggah Diduga Bermasalah, DPD LSM Penjara Indonesia Laporkan ke Inspektorat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:07 WIB

Cegah Penyelewengan Dana Desa, PKDI Balongpanggang Gelar Sosialisasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

Jumat, 4 September 2026 - 18:27 WIB

Korban Penipuan Jual Beli Lapak Pasar Karangploso Datangi Polres Malang Guna Penyelidikan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Waspada Modus Investasi Bodong, BRI Malang Sutoyo Minta Masyarakat Cek Legalitas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Bukan Hanya Modal, Pendampingan BRI Bantu Usaha Sembako Triningsih di Tulungagung Berkembang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Waspada Investasi Berimbal Hasil Tinggi, BRI Minta Masyarakat Cek Legalitas Sebelum Transfer Dana

Berita Terbaru