Sidak Bupati Sidoarjo Terhadap Proyek Revitalisasi Tuai Sorotan, Terkesan Berlebihan dan Mencari-cari

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidak Bupati Sidoarjo, Subandi ke sejumlah mega proyek revitalisasi di Alun-alun Sidoarjo dan Double Deck RSUD R.T (foto : ist)

Sidak Bupati Sidoarjo, Subandi ke sejumlah mega proyek revitalisasi di Alun-alun Sidoarjo dan Double Deck RSUD R.T (foto : ist)

‎Sidoarjo, Harianjatim.id – Sidak (Inspeksi mendadak) Bupati Sidoarjo Subandi pada proyek revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo dan Doble Deck RSUD R.T beberapa hari lalu, menuaikan sorotan serta kritikan tajam dari kalangan NGO. Bahkan, Bupati menyebut adanya dugaan pelanggaran ketentuan.

‎Direktur Eksekutif Transparansi Anggaran Nusantara (TAN), Dimas Prakoso, menilai pernyataan Bupati terlalu jauh dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik. Menurutnya, setiap dugaan ketidaksesuaian pekerjaan konstruksi harus terlebih dahulu melalui mekanisme administrasi yang baku.
‎
‎”Kalau progres masih dalam masa kontrak dan deviasi fisik belum melewati batas kritis, tidak bisa langsung diasumsikan sebagai pelanggaran berat. Ada tahapan evaluasi teknis, pemberian peringatan, hingga potensi denda sebelum isu hukum dibuka ke publik,” kata Dimas dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).
‎
‎Dimas menegaskan bahwa pernyataan pejabat publik harus mengacu pada data teknis yang telah diverifikasi oleh PPK dan konsultan pengawas. Melompat dari temuan lapangan menuju isu hukum tanpa audit internal, menurutnya, dapat mengaburkan proses pengawasan yang seharusnya berbasis dokumen dan analisis.
‎
‎”Menyampaikan dugaan pelanggaran sebelum audit inspektorat selesai itu tidak ideal. Selain berpotensi memberi tekanan pada kontraktor, hal itu juga bisa mengganggu independensi tim teknis yang sedang bekerja,”ujarnya.
‎
‎Ia menilai gaya komunikasi yang terlalu keras dapat dianggap hiperbolik dan mengurangi efektivitas manajemen proyek. Lembaga pemantau anggaran seperti TAN menilai bahwa sidak memang penting, namun tidak boleh menafikan proses formal yang telah diatur dalam pengadaan pemerintah.
‎
‎”Pengawasan oleh kepala daerah itu sah, tetapi harus tetap mengikuti prosedur. Jika ingin tegas, tegaskan di jalur administrasi dulu. Jangan sampai muncul kesan emosional atau politis terhadap proyek yang masih berjalan,” sambungnya.
‎
‎Menurut Dimas, pemerintah daerah semestinya fokus memastikan percepatan pekerjaan melalui instruksi teknis serta memperketat supervisi, bukan langsung melibatkan aparat penegak hukum tanpa dasar kuat.
‎
‎”APH baru relevan bila ada indikasi kerugian negara berdasarkan audit. Selama baru sebatas deviasi progres, itu masih wilayah pembinaan dan perbaikan, bukan kriminalisasi,” tegasnya.
‎
‎Hingga saat ini, kedua proyek tersebut masih dalam masa kontrak dan tengah menjalani evaluasi rutin oleh PPK, konsultan pengawas, dan Inspektorat Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah daerah tetap meminta kontraktor mempercepat penyelesaian sesuai target sambil memastikan kualitas pekerjaan tetap sesuai spesifikasi. (Team/red*))
‎

Baca Juga :  Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht

Baca Juga :  Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Sengketa Lahan Prasasti Cunggrang Gempol Memanas, Identifikasi BPN Batal Usai Diwarnai Keributan

Berita Terkait

Sengketa Lahan Prasasti Cunggrang Gempol Memanas, Identifikasi BPN Batal Usai Diwarnai Keributan
Infrastruktur Pertanian Diperkuat, Desa Gedog Wetan Manfaatkan BKK Provinsi Jatim 2026 untuk Pembangunan JUT
Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga
Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo
Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi
Kejari Pasuruan Musnahkan 5 Kg Sabu dan Ribuan Pil Koplo dari Puluhan Perkara Inkracht
Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Mangkir saat Audiensi, Mahasiswa BEMPAS & PMII Ancam Turun Jalan
Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Aksi Ratusan Mahasiswa Bawean di Depan Pemprov Jatim, Berujung Ricuh

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Sengketa Lahan Prasasti Cunggrang Gempol Memanas, Identifikasi BPN Batal Usai Diwarnai Keributan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Infrastruktur Pertanian Diperkuat, Desa Gedog Wetan Manfaatkan BKK Provinsi Jatim 2026 untuk Pembangunan JUT

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Pemdes Pulerejo Bangun Drainase melalui Program BKK Jatim 2026, Dukung Aktivitas Pertanian Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Viral Keluhan Petugas Saat Amankan Aksi, BEM STIH ZAHA Tuntut Evaluasi Total Satpol PP Probolinggo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Dugaan Perselingkuhan Kades Duyung Trawas dan Penyanyi Inisial Fr Disorot, Tim Investigasi Kirim Surat Konfirmasi

Berita Terbaru