Pasuruan, Harianjatim.id – Ketua Barikade Gus Dur Pasuruan Raya, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1095, menggelar kegiatan Bangil Carnival Akbar 2024.
Kegiatan tersebut ternyata mendapat penolakan keras dari Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), karena menurut mereka, pelaksanaan Bangil Carnival Akbar, bertentangan dengan syari’at islam.
Menurut FUIB yang di ketuai oleh Habib Muhammad Nizar BSA, melalui surat resminya, intinya keberatan dengan adanya pelaksanaan Carnival Akbar 2024, karena menyajikan pawai dengan membawa Ogoh-ogoh misalnya, hal tersebut menurutnya bertentangan dengan ajaran agama islam atau syari’at islam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendengar hal tersebut, Barikade Gus dan Panitia Bangil Carnival Akbar, Muslimin, marah dan akan melawan kaum intoleran, jangan sampai diberi ruang, karena kalau dibiarkan, bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Karena tidak mau polemik antara Panitia Bangil Carnival Akbar dan FUIB melebar kemana-mana, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, melalui Kesbangpol segera mengambil tindakan yaitu melakukan mediasi supaya suasana menjadi kondusif kembali (cooling down ).
Mediasi dihadiri oleh Kepala Kesbangpol, Drs. Eddy Supriyanto, MM, dan Forkopimcam Bangil, Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), juga Panitia Bangil Carnival Akbar berlangsung di ruang rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pasuruan Gedung Lettu Imam Adi Lt 3. Kamis (19/9/2024) siang.
Dalam rapat koordinasi, Ketua Barikade Gus Dur sekaligus Panitia Bangil Carnival Akbar, Muslimin menyampaikan, bahwa kegiatan Bangil Carnival Akbar yang nanti akan dilaksanakan merupakan serangkaian dalam peringati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1095.
“Kami selaku Panitia Bangil Carnival Akbar menggelar kegiatan ini, disamping memeriahkan HUT RI ke 79 tahun, juga merupakan serangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang ke-1095,” ujarnya.
“Kami tidak melarang siapapun yang ingin ikut berpartisipasi untuk memeriahkan dalam acara ini. Disamping dalam memeriahkannya, kami juga ingin mengangkat dan mengenalkan nama Bangil Bangkit Kota Santri kepada seluruh masyarakat luas,” lanjutnya.
Dirinya juga mengatakan, bahwa kegiatan yang akan digelar pada Minggu, 22 September 2024, Ia sudah siap mematuhi aturan baik secara prosedur juga tata tertib dan wajib diterapkan bagi Para Peserta Bangil Carnival Akbar.
Disisi lain, perwakilan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) berharap, untuk Bangil Carnival Akbar di tahun 2024 tersebut, bisa lebih konsisten dan sesuai prosedur yang berlaku dari tahun sebelumnya.
“Bangil Carnival Akbar di tahun 2023 sebelumnya, dimana seharusnya menampilkan beragam budaya untuk dipertontonkan di masyarakat luas, tapi dari beberapa sebagian peserta lebih condong dalam satu budaya,” terangnya.
“Kami dari Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), berharap kepada seluruh Panitia Bangil Carnival Akbar di tahun 2024 ini, agar bener-benar bisa konsisten dan mengikuti aturan,” harapnya.
Ditempat sama pula, Camat Bangil, Fatur memaparkan, bahwa Carnival Akbar yang akan diselanggarakan nantinya, tetap berlangsung guna memeriahkan HUT RI ke-79 dan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-1095 tahun Kabupaten Pasuruan.
“Bangil Carnival Akbar yang nantinya akan di gelar 22 September 2024 nanti, tetap berlangsung, tapi dengan mengikuti sesuai prosedur dan aturan yang telah ditentukan dengan kesapakat bersama.” Jelasnya.
Dikesempatan itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pasuruan, Drs. Eddy Supriyanto, MM juga meminta dan berpesan, bahwa dalam kegiatan Bangil Carnival Akbar benar-benar bisa berjalan aman, lancar, terkendali dan lebih kondusif nantinya. Damai itu indah tetap jaga kerukunan karena Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”.
Akhirnya dalam mediasi tersebut, ada titik temu, menghasilkan persetujuan dan kesepakatan bersama, bahwa Bangil Carnival Akbar 2024, akan digelar dan berlangsung pada Minggu, 22 September 2024. (Red*)









