Pasuruan, Harianjatim.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan secara resmi menyampaikan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pasuruan Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Rabu (8/4/2026).
Melalui Keputusan DPRD Nomor 6 Tahun 2026, pihak legislatif menyatakan bahwa LKPJ tersebut telah memenuhi standar regulasi yang berlaku. Namun, persetujuan ini dibarengi dengan sejumlah catatan strategis yang ditujukan untuk memacu akselerasi kinerja pemerintah daerah di tahun-tahun mendatang.
“Kami telah menelaah setiap poin materi LKPJ 2025 secara mendalam. Rekomendasi ini adalah bentuk evaluasi objektif demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih sempurna,” tegas Samsul Hidayat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sidang tersebut, Juru Bicara Komisi I, H. Sugiyanto, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang kembali mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Menurutnya, capaian ini merupakan buah dari sinergi yang solid antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), legislatif, dan partisipasi aktif masyarakat.
Meski demikian, Sugiyanto memberikan peringatan dini mengenai tantangan yang kian kompleks, terutama terkait kebijakan efisiensi anggaran yang cukup signifikan. Komisi I menekankan agar seluruh instansi mitra tetap produktif meski dihadapkan pada keterbatasan ruang fiskal.
“Dibutuhkan kerja ekstra dan inovasi cerdas dalam menyikapi efisiensi anggaran ini. Pelayanan publik tidak boleh kendor dan harus tetap berjalan optimal,” ujar Sugiyanto lugas.
Menanggapi masukan tersebut, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menyambut baik catatan kritis yang disampaikan dewan. Ia menegaskan bahwa rekomendasi DPRD akan dijadikan fondasi utama dalam menyusun perencanaan, penganggaran, hingga eksekusi kebijakan pembangunan di masa depan.
“Kami akan segera meneruskan poin-poin rekomendasi ini kepada seluruh perangkat daerah. Tujuannya jelas, segera dilakukan perbaikan nyata dan peningkatan kualitas kinerja di lapangan,” tutup Shobih Asrori (Red*)









